Akibat The Fed Greenback Tertekan, Demikian Juga Dengan Minyak

110050297_803301923077173_1637413408000980951_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD, telah mengalami koreksi, bergerak melemah merosot terhadap sebagian major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, setelah pihak Federal Reserve berkeputusan, untuk tetap mempertahankan suku bunga tidak berubah

The Fed juga dalam kesempatan tersebut, sembari menekankan jika pengetatan kebijakan akan berlangsung secara bertahap. Sehingga memicu beberapa keraguan tentang potensi kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun ini.

Nada hawkish yang terlihat di awal pernyataan kebijakan The Fed sempat mendorong penguatan gerak nilai apresiasi Greenback. Meski demikian, namun lemahnya indikasi kenaikan suku bunga di bulan September mengembalikan mata uang Amerika di bawah tekanan.

Para pelaku pasar tercatat telah menambah posisi bullish pada Greenback selama sebulan terakhir. Hal tersebut terjadi, seiring hasil rilis data laporan pekerjaan, penjualan ritel dan output industri mendukung prospek pertumbuhan.

Yang memperkuat spekulasi bahwa penguatan ekonomi Amerika akan mendorong pembuat kebijakan menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya di tahun ini. The Fed masih menyisakan 3 pertemuan untuk tahun 2016, dengan pertemuan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 20-21 September mendatang.

Gerak nilai harga saham di bursa Wall Street dilaporkan telah berakhir mixed pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, setelah Federal Reserve mempertahankan tingkat suku bunga tidak berubah, namun masih membuka pintu untuk sebuah kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun ini.

Pihak berwenang The Fed mengisyaratkan telah berkurangnya kekhawatiran tentang potensi guncangan yang bisa mendorong perekonomian keluar jalur, kendati ekspektasi inflasi hanya mengalami sedikit perubahan dalam beberapa bulan terakhir. Sebuah pernyataan yang dinilai oleh beberapa analis sebagai peluang untuk kenaikan suku bunga di bulan september.

Setelah menjalani sesi yang volatile, gerak nilai harga di indeks saham Dow Jones Industrial Average dilaporkan berakhir turun tipis sekitar 0,01% di kisaran level harga 18472.17. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga saham Apple telah mencatatkan angka kenaikan terbesar, dan kinerja terburuk diperlihatkan oleh gerak nilai harga saham perusahaan Coca-Cola.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan telah berakhir sekitar 0,12% lebih rendah di kisaran level harga 2166.58, dipimpin oleh pelemahan gerak nilai harga saham di perusahaan sektor kebutuhan konsumen. Gerak nilai harga indeks saham indeks Nasdaq Composite terapresiasi 0,58% ke 5139.81.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah berjangka dilaporkan telah berakhir turun lebih dari 2% di level terendah tiga bulan pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, setelah pihak pemerintah Amerika melaporkan kenaikan yang mengejutkan di cadangan minyak mentah dan bensin.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah mempertahankan kerugiannya setelah Federal Reserve umumkan bahwa mereka meninggalkan suku bunga tidak berubah, meskipun bank sentral sinyalkan pandangan bahwa ekonomi telah membaik. Cadangan minyak dan bensin naik meskipun musim mengendarai di musim panas mencapai puncaknya karena kilang memangkas produksi di tengah lesunya permintaan dan laba.

Berdasarkan laporan dari Energy Information Administration (EIA), cadangan minyak Amerika di kilangdilaporkan telah naik sekitar 1.7 juta barel menjadi total 521.1 juta barel di pekan yang berakhir sampai 22 Juli. Sebelumnya para analis perkirakan untuk penurunan 2.3 juta barel.

Sementara itu cadangan bensin naik 452.000 barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 40.000 barel. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah West Texas Intermediate berakhir turun sebesar $1, atau sekitar 2.3%, di kisaran level harga $41.92 US/ barel, turun ke level terendah tiga bulan di $41.68 US/ barel.
.
.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Poundsterling Alami Koreksi Teknikal Jelang Tutup Tahun

Pada perdagangan hari ini nilai tukar poundsterling terhadap dollar AS terpantau mengalami pergerakan koreksi terhadap dollar AS (31/12). Mata uang Inggris tersebut tampak masih berada dalam pola bullish kuat terhadap

Fundamental

Loonie Dapat Dukungan GDP, Proyeksi Minyak Dipangkas

Whilst an ancient Jordan 12 The Master wives story claims that you need to clean hair for one hundred or so strokes frequently to achieve well being, this in fact

Forex News 0 Comments

Sterling Terkoreksi, Nantikan GDP

Sterling diperdagangkan melemah di perdagangan sesi Asia hari ini setelah menguat tajam dalam dua hari beruntun terhadap dollar. Naiknya inflasi dan penjualan ritel Inggris menopang pergerakan sterling sebelumnya. Office for

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image