Apresiasi AUD/ USD Jelang NFP Berinteraksi Melemah, Pasar Cenderung Lepas Yen

Apresiasi AUD/ USD Jelang NFP Berinteraksi Melemah, Pasar Cenderung Lepas Yen

Mata uang USD menguat ke level tertinggi 6-minggu di atas 100 per yen pada hari Kamis kemarin. Hal ini dipicu spekulasi bahwa tanda-tanda perbaikan ekonomi Amerika akan memaksa Federal Reserve mengurangi stimulus pada bulan ini. Mata uangĀ  USD mendapat pijakan kuat menjelang rilis data NFP hari Jumat nanti, setelah laporan ADP menunjukkan sektor swasta di Amerika menciptakan 176.000 pekerjaan pada bulan Agustus. Dari data terpisah juga menunjukkan indeks jasa ISM tumbuh pada laju tercepat dalam hampir 8 tahun. Sebaliknya, yang terjadi adalah bahwa para pelaku pasar melepas mata uang yen seiring meredanya kekhawatiran atas potensi intervensi militer Amerika di Suriah. “Meskipun korelasi antara data ADP dan payroll hanya sedikit terlihat, keterikatan psikologis masih kuat. Pasar telah mengantisipasi bahwa pelonggaran kuantitatif akan melambat dalam 2 minggu ke depan, dan laporan ADP hari ini (Kamis kemarin) menawarkan dukungan moderat terhadap harapan itu,” kata Joseph Trevisani, kepala analis pasar pada WorldWideMarkets di Woodcliff Lake, New Jersey.

Performa mata uang Australia nampak kian menyusut di perdagangan akhir pekan (Jumat, 06/ 09/ 2013) seiring bertambah kokohnya nilai USD. Hal ini dipengaruhi oleh terus berhembusnya isu rencana tapering dalam waktu dekat. Menguatnya apresiasi mata uang USD sangat menekan kurs mata uang ini setelah data Weekly Jobless Claims turun sebesar 9,000 unit (terendah sepanjang 5 tahun terakhir) menjadi 323,000 unit (padahal konsensus ekonom memperkirakan tumbuh menjadi 330,000 unit) dan juga kecepatan pertumbuhan Service Sector mencapai level 58.6 (tercepat sejak Desember 2005) serta naiknya data Produktivitas AS di Q2/2013 sebesar 2.3%. Pada sesi perdagangan hari Kamis (05/ 09/ 2013) malam, apresiasi AUD/ USD bergerak sedikit rendah ke level 0.9115 setelah laporan data ekonomi Amerika. Kurs Aussie kian melorot menyusul koreksi tajam yang terjadi sesi kemarin setelah pemerintah merilis data neraca perdagangan (trade balance) yang di luar perkiraan mengalami defisit di bulan Juli lalu. Negeri kanguru tersebut di luar perkiraan mencatat defisit perdagangan sebesar 765 juta dolar Australia (701 juta USD) pada bulan Juli. Angka itu merosot tajam bila dibandingkan dengan bulan Juni yang mengalami revisi penurunan menjadi surplus A 243 juta USD, menurut Biro Statistik Australia. Padahal para ekonom memperkirakan sebelumnya, neraca masih akan surplus sebesar A 100 juta USD. Sementara tingkat ekspor Australia tidak mengalami perubahan sepanjang bulan Juli dari sebelumnya di Juni, namun angka impor naik sebesar 4% pada periode yang sama.

Sebelumnya, pada hari Rabu (04/ 09/ 2013) lalu, pemerintah Australia memaparkan bahwa pertumbuhan ekonomi (GDP) hanya mengalami perubahan tipis pada periode kuartal April - Juni dibanding dengan periode sebelumnya. Angka GDP kuartal II tercatat meningkat 0.6% dan masih sama dengan periode Januari - Maret. Sedangkan angka GDP kuartal II berbasis year-on-year tercatat naik tipis ke level 2.6% dari periode sebelumnya di angka 2.5%. Namun sebelum berita ini dinaikkan masih bergerak lambat sehingga kurs Aussie ada di posisi 0,9128. Tenaga untuk rally di awal pekan ini sudah habis untuk melaju kencang ke posisi tertinggi bulan ini di atas posisi 0,9190. Diperkirakan bahwa apresiasi AUD/ USD masih akan cenderung melemah terbatas. Pergerakan kurs ini selanjutnya masih tergantung dengan rilis Departemen Tenaga Kerja Amerika meliris laporan tentang perkembangan lapangan pekerjaan bulan Agustus. Pada sesi siang, AUD/ USD ini tercatat berkisar di area 0.9132 USD dan hanya mampu naik ke level 0.9142 USD. Sedangkan sesi Kamis kemarin, mata uang Australia ini sempat bergerak hingga 0.9186 USD setelah akhirnya terjun hingga ke titik rendahnya pada 0.9114 USD.

16249_506996652707703_964692964_n

About author

You might also like

Fundamental

Hasil Rilis Data Jepang Positif, Produksi OPEC Diperkirakan Turun

christian louboutin outlet Dilaporkan bahwa hasil rilis data harga grosir Jepang meningkat di laju tercepat tahunan hampir sembilan tahun di bulan Agustus. Hal tersebut terjadi, karena permintaan China yang kuat

Berita 0 Comments

Indeks Dollar AS Sentuh Level Tertinggi 11-Tahun Jelang Rapat ECB

Dollar AS meroket ke level tertinggi dalam 11 tahun terakhir terhadap berbagai mata uang utama di hari Selasa, dimana Dollar menyentuh level tinggi 6-pekan vs Euro seiring perbedaan suku bunga

Fundamental 0 Comments

Emas dan Major Currencies Menggeliat Kencang Semalam

Gerak harga emas berjangka dilaporkan bergerak naik pada hari Kamis dini hari pagi. Gerak harga emas menguat naik setelah adanya rilis laporan FOMC The Fed. Setelah pertemuannya, The Fed mengungkapkan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image