Apresiasi Pasar Bergejolak Jelang FOMC

Apresiasi Pasar Bergejolak Jelang FOMC

Mata uang USD menyentuh level terendah 6-bulan terhadap mata uang euro seiring merosotnya imbal hasil treasury menjelang rilis FOMC bulan Juli. Mata uang euro menguat tajam terhadap dolar selama sesi perdagangan hari Selasa (20/ 08/ 2013) kemarin, setelah data negatif datang dari data resmi Amerika, turut mendorong spekulasi keputusan program stimulus 85 miliar USD dalam pertemuan FOMC hari Kamis ini. Nilai euro ditutup naik sebesar 0.62% menjadi 1.3417, mencapai titik terendah hariannya pada 1.3323 dan titik tertingginya pada 1.3453. Sementara itu, mata uang USD diperdagangkan lebih rendah sebesar 0.41% dan menetap pada 80.95. Kekhawatiran para pelaku pasar atas ketidakpastian keputusan atas rencana skala kembali The Fed turut memicu aksi jual terhadap USD. Sebagian besar para investor tetap menunggu dan berhati - hati jelang dirilisnya risalah kebijakan Juli dalam FOMC Kamis pukul 01.00 WIB (GMT+7) dini hari. Pertemuan inilah yang mungkin akan memberikan petunjuk tentang peluang tapering pada bulan September. Mata uang euro menguat apresiasinya terhadap poundsterling dan yen. EUR/ GBP diperdagangkan naik sebesar 0.53% menjadi 0.8567. Sementara itu, EUR/JPY ditutup sedikit lebih tinggi sebesar 0.29% dan menetap pada 130.51. Memasuki sesi perdagangan hari ini, nilai harga euro diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga 1.3445 - 1.3375.

USD juga terdepresiasi terhadap yen dan NZD setelah kejatuhan saham global dan mata uang emerging market mendorong investor beralih memburu asetsafe heaven. “Ketidakpastian Fed, sinyal mixed dari ekonomi Amerika dan pergerakan yield baru-baru ini telah menggerogoti USD. Sementara minutes yang mengindikasikan jika perekonomian belum cukup kuat untuk mendukung tapering akan semakin menempatkan mata uang Amerika dalam posisi rentan,” kata Joe Manimbo, analis pasar senior pada Western Union Business Solutions di Washington D.C. Dalam data resmi Selasa, Federal Reserve Chicago melaporkan bahwa aktifitas Nasional pada bulan Juli mengalami penurunan sebesar 0.15, jauh dibawah ekspektasi pasar untuk kenaikan defisit sebesar 0.10, meskipun data menunjukkan peningkatan dari penurunan pada bulan sebelumnya sebesar 0.23. Mata uang yen melemah di awal sesi pasar Asia seiring merebaknya optimisme akan adanya tambahan stimulus moneter dari Bank of Japan untuk menopang pemulihan ekonomi terbesar No.3 di dunia tersebut. Dalam wawancara dengan harian Mainichi, Gubernur BoJ, HaruhikoKuroda, mengatakan tidak akan segan menyesuaikan program pelonggaran moneter jika resiko perlambatan ekonomi meningkat akibat rencana kenaikan pajak ataupun ketidak-pastian ekonomi global. USD/JPY kini diperdagangkan 97.46; coba menjauhi level rendah harian 97.27. Kuroda utarakan perbaikan konsumsi dan investasi negara Jepang menunjukan bahwa program pelonggaran moneter BoJ sedang berada di jalur yang benar. BoJ’s Kuroda yakin perekonomian Jepang tidak akan melambat jika pemerintah menjalankan rencana kenaikan pajak dan Kuroda juga menyerukan pemerintah untuk mengambil tindakan tegas dalam disiplin fiskal.

Apresiasi mata uang AUD terhadap mata uang USD nampak semakin terkikis mendekati level 0.90 USD pada perdagangan hari Rabu (21/ 08/ 2013) lantaran sentimen investor kian pesimis terhadap nasib dari prospek nilai valuta tersebut. Hari ini pesimisme kalangan investor kian memuncak pasca minutes Reserve Bank of Australia (RBA) kemarin (20/ 08/ 2013) memberikan prospek yang tidak menggembirakan terhadap kondisi nilai valuta tersebut. Minutes atau notulen RBA atas pertemuan kebijakan terakhirnya menegaskan bahwa pemotongan suku bunga mendatang masih mungkin dilakukan, tetapi tidak dalam waktu dekat. RBA juga menjelaskan bahwa AUD memiliki lebih banyak peluang untuk jatuh kembali, sehingga sangatlah penting untuk menyoroti outlook dari kebijakan RBA. Sehingga pergerakan mata uang dan volatilitas valuta akan menjadi faktor penting dalam menentukan kebijakan selanjutnya. Hingga sekitar pukul 10.00 WIB, kurs mata uang negeri kanguru tersebut terpantau di kisaran 0,9024 USD setelah tumbang hingga 0.9016 USD. Sedangkan sesi kemarin, apresiasi harga AUD/ USD melemah hingga 0.9024 USD setelah pernyataan RBA muncul, dan berakhir di tutup pada level 0.9071 USD.

About author

You might also like

CFD News

Komoditas Mulai Merangkak, Pelaku Pasar Tahan Beli Greenback

Mata uang komoditas seperti mata uang Australia, Aussie, mata uang Afrika Selatan, yaitu mata uang Rand, dan mata uang Brasil, yaitu mata uang Real, dilaporkan bergerak menguat nilai apresiasinya. Gerak

Berita 0 Comments

JPY Dan Euro Melemah, Dampak Sikap Pasar Atas BoJ Issue Dan Fundamental Eropa.

Apresiasi mata uang yen turun terhadap USD di awal sesi Asia hari Rabu ini (03/04/2013), sementara mata uang euro melemah saat para investor menantikan keputusan kebijakan dari Bank of Japan dan European Central

Berita 0 Comments

Poundsterling Melempem untuk 2 Hari Berturut-turut Akibat Mendinginnya Aktivitas Manufaktur

Mata uang poundsterling Inggris kembali mengalami penurunan pada sesi perdagangan Jumat di Asia (03/01). Poundsterling kemarin anjlok paling tajam dalam 12 minggu terhadap dollar setelah sempat menyentuh posisi paling tinggi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image