Apresiasi USD Masih Dominan, Minyak dan Emas Berusaha Menggeliat

16249_506996652707703_964692964_nPada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (28/ 05/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas dan perak mengalami gerak kenaikan dengan diperdagangkan lebih tinggi pada pagi ini, setelah menguat tipis di sesi sebelumnya. Dalam berlangsungnya sesi perdagangan pasar Asia hari ini, gerak harga emas berjangka pengiriman Agustus di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, telah diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.17% di level $1.188.60 US/ troy ons. Pergerakan harga emas berjangka pada pagi ini telah terpantau bergerak menyentuh level $1.187.20 US untuk sesi terendah harian dan level $1.189.70 US untuk sesi tertinggi harian. Pada sesi perdagangan pasar hari Rabu (27/ 05/ 2015) kemarin, dilaporkan bahwa gerak harga emas diperdagangkan secara flat selama sesi perdagangan semalam. Gerak harga emas telah mencatatkan angka keuntungan tipis kurang dari $1 US. Kondisi flat juga ditunjang oleh minimnya data rilis selama sesi perdagangan pasar berlangsung semalam.

Gerak harga emas terlihat mencoba kembali untuk melanjutkan gerak kenaikan dari sesi sebelumnya, ketika harga emas sempat jatuh ke bawah level $1.200 US/ troy ons di sesi perdagangan pasar hari Selasa kemarin. Anjloknya gerak harga emas pada hari Selasa kemarin telah dipicu oleh membaiknya kondisi ekonomi Amerika di sektor manufaktur, perumahan, dan sentimen konsumen Amerika. Tentunya hasil tersebut telah mendorong gerak nilai apresiasi mata uang USD menguat dan justru melemahkan gerak harga emas karena mengingat pergerakan harga logam cenderung berlawanan terhadap USD. Indeks mata uang USD yang juga diperdagangkan flat setelah sempat melonjak tajam dalam tiga sesi perdagangan berturut-turut membawa sedikit ketenangan arus spekulasi pasar yang cukup besar. Indeks mata uang USD ditutup naik tipis hanya sebesar 7 poin atau sekitar 0.07% berakhir pada level 97.30, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 97.83 dan serendah 96.95. Dilaporkan bahwa gerak harga emas menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Rabu (27/ 05/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar 20 sen atau 0.02% berakhir pada level $1,187.40 US/ troy ons. Gerak harga emas sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,190.840 US dan serendah $1,183.603 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas tlah mencatatkan angka kerugian sebesar $17.73 US atau 1.45%. Dilaporkan mengenai gerak harga emas berjangka kontrak Juni di Divisi Comex New York Mercantile Exchange telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Rabu (27/ 05/ 2015) kemarin dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $1.30 US atau 0.1% berakhir pada level $1,185.60 US/ ons. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar $21.70 US atau 1.74%. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (28/ 05/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) menjadi Rp 552.000/gram, naik sebanyak Rp 2.000/gram dari sesi perdagangan kemarin yaitu senilai Rp 550.000/gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam naik sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 497.000/gram, bandingkan dengan harga kemarin yaitu senilai Rp 495.000/gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (28/ 05/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram - Rp 256.300.000, pecahan 250 gram - Rp 128.250.000, pecahan 100 gram - Rp 51.350.000, pecahan 50 gram - Rp 25.700.000, pecahan 25 gram - Rp 12.875.000, pecahan 10 gram - Rp 5.180.000, pecahan 5 gram - Rp 2.615.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 552.000. Mengenai gerak harga perak berjangka pengiriman Juli, dilaporkan juga terlihat diperdagangkan lebih tinggi dengan mencatat kenaikan sebesar 0.37% di level $16.708 US/ troy ons. Sejak sesi perdagangan pasar hari Kamis (28/ 05/ 2015) pagi ini, telah dilaporkan bahwa gerak harga perak berjangka telah terlihat bergerak menyentuh level $16.653 US untuk sesi terendah harian dan level $16.728 US untuk sesi tertinggi harian.

Dilaporkan dengan berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Sensus Amerika, telah menyebutkan bahwa Durable Goods Order Amerika telah mengalami kenaikan sebesar 0.5% di bulan April, setelah sebelumnya sempat mengalami kenaikan sebesar 0.3% di bulan Maret. Telah pula dilaporkan pada hari Selasa lalu informasi yang dirilis oleh Conference Board menyatakan bahwa kepercayaan konsumen Amerika mengalami peningkatan yang disesuaikan secara musiman menjadi 95.4 di bulan Mei dari 94.3 di bulan April. Di waktu yang bersamaan, sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Biro Sensus menyatakan bahwa New Home Sales Amerika telah juga mengalami kenaikan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 517K di bulan April dari 484K di bulan Maret. Adanya faktor lain yang juga menjadi penunjang menurunnya gerak harga emas berjangka adalah, dipicu oleh pernyataan gubernur utama The Fed, Janet Yellen, pada hari Jumat minggu lalu, yang telah mengatakan bahwa kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve masih bisa terjadi hingga akhir tahun 2015 ini apabila kondisi ekonomi Amerika terus melanjutkan peningkatan. Pernyataan Yellen tersebut secara langsung telah memberikan dorongan kuat bagi mata uang USD untuk tetap bergerak menguat termasuk juga terhadap beberapa major currencies.

Di pasar mata uang pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (28/ 05/ 2015) ini, dilaporkan bahwa mata uang Aussie telah terpukul oleh rilis data belanja modal swasta kuartal pertama yang merosot lebih rendah dari prerkiraan para pelaku pasar maupun dari hasil laporan sebelumnya. Mata uang Negara Australia tersebut langsung turun ke kisaran level 0,7686 setelah estimasi bahwa Reverse Bank of Australia yang akan kembali memangkas suku bunga untuk menstimulasi investasi non-pertambangan muncul. Nilai belanja modal swasta negara Australia di kuartal pertama turun 4,4% menjadi $ 35,9 miliar AUD. Sebelum data dirilis, analis yang disurvei Reuters memprediksi penurunan belanja modal hanya mencapai -2,3%. Para pelaku pasar mengabaikan laporan periode sebelumnya yang direvisi lebih tinggi dari penurunan 2,2% menjadi penurunan 1,7%. Sektor swasta di Australia memperketat pengeluarannya untuk bangunan dan struktur. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang AUD/ USD telah diperdagangkan di level 0.7677, di dekat level terendah harian yaitu di kisaran level 0.7670 dengan level tertinggi harian 0.7109.

Mengenai perkembangan gerak nilai apresiasi mata uang zona Eropa, telah dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang Euro kembali berbalik menguat setelah adanya rumor akan tercapainya kesepakatan masalah hutang Yunani. Meski demikian namun gerak penguatan nilai apresiasi mata uang Euro masih terlihat terbatas. Pejabat pemerintah Athena telah melaporkan untuk mulai membuat konsep kesepakatan dengan para kreditur, termasuk target surplus yang rendah di tahun pertama, tidak adanya pemotongan gaji dan pensiun, serta paket investasi. PM Yunani, Alexis Tsipras, telah mengatakan bahwa pihaknya telah membuat beberapa terobosan, dan sedikit lagi mencapai kesepakatan, serta akan segera mengumumkan detail kesepakatan tersebut. Meski demikian, Alexis Tsipras menambahkan masih ada perbedaan pendekatan diantara para kreditur Yunani. Apresiasi mata uang EUR/ USD yang sebelumnya menyentuh level terendah intraday 1.0818 sempat berbali menguat ke level 1.0890, sebelum diperdagangkan dikisaran 1.0873. Pergerakan mata uang Euro kemarin dibayangi juga oleh hasil laporan ekonomi Prancis. Bayangan tersebut adalah tentang Consumer Confidence negara Prancis yang dilaporkan menurun di bulan Mei 2015. Warga Prancis kurang yakin dengan kemampuan mereka dalam menyimpan aset dan uang karena kondisi ekonomi yang belum sesuai harapan. Consumer Confidence di negara perekonomian terbesar ke-dua Eropa turun dari 94 (April) menjadi 93 di bulan Mei. Penurunan ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak rilis data bulan Oktober 2014. Level rata-rata ideal untuk Consumer Confidence sendiri berada di level 100. Menurut data badan statistik Insee, warga Prancis tidak terlalu yakin mampu menyimpan uangnya sekarang maupun di masa depan. Sikap konsumen dalam memandang kondisi keuangan terkini juga menurun dibandingkan bulan April lalu. Hasil survei bulanan Insee juga memperlihatkan penurunan rasa kekhawatiran akan jumlah pengguran. Sementara jumlah kepala rumah tangga yang memperkirakan kenaikan harga-harga di pasaran juga berkurang namun ekspektasi inflasi tetap naik di bulan Mei.

Beranjak pada kondisi perkembangan ekonomi politik negara Inggris, telah dilaporkan bahwa Poundsterling bergerak merosot nilai cross apresiasinya dari level tertinggi 2 ½ bulan nya terhadap mata uang Euro di hari Rabu kemarin. Hal ini terjadi seiring sikap wait & see para para pelaku pasar karena fokus pada pidato Ratu Inggris yang akan memberikan gambaran rencana pemerintah terkait referendum keanggotaan Inggris di Uni Eropa. Ratu Elizabeth akan memberikan sambutan tertulis saat beliau membuka sidang parlemen tahunan pemerintahan PM David Cameron. Pidato tersebut kemungkinan akan memberikan detail rencana referendum, termasuk langkah-langkah lain yang diharapkan terkait pemotongan pajak serta pemangkasan belanja kesejahteraan, yang menjadi isu utama selama pemilu yang akhirnya dimenangkan oleh Partai Konservatif di awal bulan ini. Para pelaku pasar menilai terdapat kekhawatiran atas potensi “Brexit” / keluarnya Inggris dari zona Euro, yang akan menjadi resiko utama bagi perekonomian Inggris, karena masih bergantung pada arus investasi masuk serta modal untuk membiayai defisit neraca berjalan sebesar 100 milyar Poundsterling, dimana angka defisit ini sudah lebih tinggi ketimbang periode referendum Skotlandia di September 2014 lalu. Namun jika isi pidato Ratu Inggris dapat menghilangkan ketidakpastian referendum Euro, maka Poundsterling masih potensial reli, khususnya terhadap mata uang zona Eropa, yaitu mata uang Euro.

Mengenai mata uang negara Jepang, dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang Yen bergerak mendekati level rendah tahun 2007, mendapat tekanan dari rally mata uang USD di pekan ini seiring para pelaku pasar kembali optimis bahwa Federal Reserve akan mengetatkan kebijakan moneter lebih awal dari Bank of Japan. Mata uang Yen Jepang memimpin gerak pelemahan pasca sejumlah data ekonomi Amerika yang dirilis dengan hasil positif kembali memicu rally mata uang USD. Komentar oleh Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, dan Menteri Keuangan Jepang, Taro Aso pada hari Rabu kemarin juga menunjukkan kecemasan mengenai laju pelemahan mata uang Yen. Menurut analisa, sebagian besar komentar terkait perubahan nilai tukar mata uang dan bukan level Yen saat ini. Dalam jangka panjang, pelemahan mata uang Yen tidak menemui banyak hambatan, tambahnya. Nilai apresiasi mata uang Yen pada saat ini diperdagangkan di kisaran level 123.80 yen/ USD, bergerak anjlok sebanyak 3.5% bulan ini dan menuju penurunan terburuk semenjak November. Haruhiko Kuroda pada hari Rabu mengatakan bahwa dirinya menginginkan nilai apresiasi mata uang yang stabil dan mencerminkan fundamental perekonomian dan keuangan. Sementara itu Taro Aso mengatakan bahwa dirinya tidak menginginkan adanya pergerakan secara tiba-tiba pada nilai apresiasi mata uang Yen.

Kemarin juga telah dilaporkan mengenai mata uang negara Kanada (CAD), bahwa Bank of Canada (BoC) tetap berkeputusan untuk mempertahankan suku bunga acuan supaya tidak berubah untuk pertemuan ketiga dan mengatakan bahwa ekonomi sudah mulai pulih dari penurunan harga minyak. Para pembuat kebijakan mempertahankan suku bunga acuan overnight diantara bank komersial di level 0.75% dalam keputusan yang dirilis pada hari Rabu di Ottawa, dimana itu sudah bertahan sejak pengurangan 0.25% di bulan Januari. Semua dari 23 orang ekonom dalam survei Bloomberg News, telah memperkirakan bahwa tidak ada perubahan suku bunga. Gubernur BoC, Stephen Poloz, dalam pernyataannya telah mengatakan bahwa indikator terbaru menunjukkan konsumsi di negara Kanada relatif cukup baik. Hal ini karena mengingat dampak dari rendahnya harga minyak pada pendapatan domestik bruto. Penilaian bank terhadap profil resiko inflasi tidak berubah secara material. Poloz telah pula mengatakan pada pekan lalu bahwa dampak dari rendahnya harga energi berjalan lebih cepat namun tidak lama daripada yang para pembuat kebijakan perkirakan dan kekuatan positif seperti harga gas yang lebih rendah untuk konsumen akan menjadi cerita yang mendominasi pada pertengahan tahun ini, dia menegaskan kembali bahwa ekonomi harus kembali ke output penuh pada akhir 2016.

Mengenai gerak harga komoditas emas hitam, telah dilaporkan bahwa, gerak harga minyak masih terus berada di bawah tekanan mata uang USD pada hari Rabu kemarin, menjelang rilis data persediaan yang diprediksi akan menunjukkan permintaan bahan bakar meningkat di tengah puncak musim berkendara di Amerika. Mata uang USD yang lebih kuat membuat komoditas yang berdenominasi dengan mata uang USD, termasuk minyak, menjadi lebih mahal bagi pengguna mata uang lainnya. Sementara itu, American Petroleum Institute (API) dijadwalkan untuk melaporkan estimasi persediaan minyak mentah AS sehari sebelum pemerintah merilis angka resmi pada hari Kamis. Rilis laporan API dan Energy Information Administration (EIA) ini harus mengalami penundaan selama sehari menyusul libur Memorial Day pada hari Senin lalu. Para pelaku pasar yang disurvei oleh Reuters memperkirakan stok minyak mentah Amerika berkurang sebanyak 2 juta barrel pada pekan lalu, yang akan menandai penurunan mingguan ke-4 berturut-turut. Sedangkan beberapa pelaku pasar berpendapat jika persediaan mungkin telah kembali bertambah pada pekan lalu, meskipun permintaan untuk bensin meningkat.

Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (28/ 05/ 2015) pagi ini, gerak harga emas diperkirakan oleh para pelaku pasar akan berpotensi kembali menguat hingga kisaran $1,197.80 US, terkeculai jika mata uang USD kembali melanjutkan gerak nilai penguatan dan mencatatkan kembali angka keuntungan yang cukup besar pada sesi awal perdagangan hari ini.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Sterling Rebound Pasca Merosot 3 Sesi Beruntun

Sterling mulai bangkit terhadap dollar pada perdagangan sesi Asia setelah merosot dalam tiga hari beruntun. Sterling mulai tertekan pada perdagangan Jumat setelah data non-farm payrolls AS dirilis lebih tinggi dari

Fundamental 0 Comments

Greenback Pukul Balik Tipis Yen dan Euro, Shangahi Composite Bergerak Positif

Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan bergerak menguat terhadap terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dan mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro pada sesi perdagangan

Forex News 0 Comments

Dollar Rebound Seiring Tipisnya Volume Perdagangan

Dollar berbalik menguat terhadap pasangan mata uangnya menjelang akhir perdagangan sesi New York seiring volume perdagangan yang tipis. Investor merevisi penilaiannya terhadap sinyal-sinyal perlambatan perekonomian AS sebagai fenomena sementara. Pasangan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image