Apresiasi USD Menguat, Pasar Kembali Tunggu Rilis Data Amerika Nanti

Apresiasi USD Menguat, Pasar Kembali Tunggu Rilis Data Amerika Nanti

946059_644074825642839_65381070_nPada perdagangan hari Kamis (18/ 09/ 2014) ini, apresiasi mata uang USD mengalami beragam pergerakan terhadap major currencies pada sesi siang Asia, menjelang serangkaian data ekonomi global hari ini. Mata uang USD bergerak menguat apresiasinya ke level harga tertinggi 6-tahun terhadap matauang yen pada hari Rabu kemarin. Sedangkan untuk apresiasi mata uang USD terhadap mata uang euro, mata uang euro melemah dari level puncak 5-bulan. Hal ini terjadi setelah proyeksi terbaru Federal Reserve menunjukkan laju kenaikan suku bunga yang lebih cepat dibandingkan proyeksi bulan Juni. Dilaporkan bahwa dalam pertemuan FOMC semalam, The Fed AS kembali melakukan pengurangan dalam skala pembelian obligasi. Janet Yellen, Kepala Federal Reserve, mengumumkan pemotongan program pembelian obligasi sebesar $10 miliar US menjadi $15 miliar US pada September.

Suku bunga diprediksi akan menyentuh 1,375% akhir tahun depan, naik dibandingkan dengan 1,125% pada bulan Juni. Sedangkan untuk akhir tahun 2016, proyeksi dinaikkan menjadi 2,875% dari 2,50%. Selain itu, 14 dari 17 anggota The Fed sekarang mengharapkan kenaikan suku bunga akan terjadi tahun depan. Meningkat dari 12 anggota pada bulan Juni. “Mata uang USD merespon proyeksi tentang suku bunga yang lebih tinggi. Di sisi lain, pernyataan Fed cukup dovish, namun para pelaku pasar telah mengantisipasinya sejak kemarin,” demikian yang dikatakan oleh Vassili Serebriakov, analis mata uang BNP Paribas di New York. Indeks USD diperdagangkan menguat dan catatkan level tertinggi baru pada level 84.69. Indeks USD sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi 84.69 dan serendah 83.94. Indeks USD diperdagangkan naik sebesar 56 poin atau 0.66% berakhir pada 84.63. Apresiasi mata uang USD mencapai level 108.68 yen, itu adalah level terkuat sejak 8 September 2008, sebelum di perdagangkan melemah 0.1% di kisaran harga 108.46 tadi pagi. Mata uang USD apresiasinya menguat naik sebesar 0.1% menjadi $1.2852 terhadap mata uang euro dan menyentuh $1.2835 yang adalah level harga tertinggi sejak Juli 2013. Sementara mata uang poundsterling tergelincir sebesar 0.1% menjadi $1.6263. “Nada yang hawkish dari The Fed telah mendorong mata uang USD menguat lebih tinggi, dan pada saat yang sama semua major currencies terlihat melemah secara terstruktur pada saat itu. Mata uang USD kemungkinan akan terus berkinerja dengan baik,” demikian menurut kata Stan Shamu, seorang analis pasar di IG Australia di Melbourne.

Amerika nanti akan merilis laporan data Klaim Pengangguran, Building Permits dan data Housing Starts. Berdasarkan perkiraan pasar, masing-masing data diperkirakan akan dirilis dengan hasil yang lebih baik dari dari periode sebelumnya. Jika seluruh data tersebut ternyata sesuai dengan perkiraan pasar maka emas akan kembali mengalami tekanan turun yang besar. Para pelaku pasar juga akan kembali waspada menjelang Referendum Skotlandia sepanjang hari ini, sejak sesi perdagangan Eropa dimulai. Apabila ternyata hasil proses Referemdum menunjukkan bahwa mayoritas peserta memilih setuju, maka hal ini akan menjadi perpecahan Inggris untuk pertama kalinya sejak 307 tahun berlangsung. Pasar akan mengalami keterkejutan dengan penurunan akan lebih dominan.

About author

You might also like

CFD News 0 Comments

Gerak Nilai Harga Pasar Rata – rata Terkoreksi di Hari Jumat Lalu

Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu, dilaporkan telah mampu bergerak menguat naik ke level tinggi dalam kurun waktu sekitar 6-bulan. Hal

Tentukan Arah USD, Pernyataan Yellen Ditunggu Di Sesi Pasar Amerika

Dilaporkan bahwa pada perdagangan pasar di hari Jumat (17/ 10/ 2014) pagi tadi, mata uang USD sedang bergerak menunju arah pelemahan mingguan terhadap sebagian besar major currencies. Hal ini terjadi

Berita 0 Comments

Greenback Terkoreksi Kuat Setelah Menekan Sebelumnya, Minyak Terdukung Ekspektasi

Gerak nilai apresiasi Greenback dilaporkan telah mengalami gerak koreksi pelemahan terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin. Hal tersebut terjadi, setelah adanya hasil rilis data inflasi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image