Asumsi Pasar USD Akan Terkoreksi Kembali

Asumsi Pasar USD Akan Terkoreksi Kembali

578034_493462697378433_288069162_nMata uang USD kemungkinan akan kembali tertekan terhadap mata uang utama menjelang dirilisnya data kepercayaan konsumen yang diperkirakan akan turun ke level terendah dalam lima bulan terakhir. Sementara data penjualan ritel juga diperkirakan tidak berubah. Selain itu Federal Reserve hari ini akan memulai rapat selama dua hari untuk menentukan kebijakan lebih lanjut.

Indeks USD terhadap mata uang utama masih berada pada kisaran level 79,36. Walaupun gerakan harga mengalami kenaikan, mata uang USD masih tertahan tidak jauh dari level terendah sejak November 2011 terhadap mata uang euro di tengah spekulasi bahwa Federal Reserve masih akan mempertahankan kebijakan moneter ultra-longgar dalam rapat pekan ini dan beberapa bulan ke depan. Sementara pelaku pasar terlihat enggan untuk mendorong euro lebih tinggi seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa ECB mungkin akan segera mencoba untuk menekan nilai tukar mata uang menyusul beberapa data pelaku pasari Jerman baru-baru ini, yang menyoroti kerapuhan pemulihan pelaku pasari. “Pandangan FOMC yang netral kemungkinan akan diterjemahkan sebagai lampu hijau untuk tetap menjual USD sampai data November mulai dirilis pada awal Desember, meskipun telah banyak juga yang mengantisipasi pernyataan dovish bank sentral,” kata Steven Englander, kepala strategi forex CitiFX di New York. Apresiasi terhadap euro, USD diperdagangkan pada kisaran level 1,3781. Tekanan juga didapatkan USD dari apresiasinya terhadap mata uang yen. Apresiasi USD/ JPY diperdagangkan lemah pada kisaran 97,61. Hingga sesi siang, nilai kurs yen nampak masih diperdagangkan kuat di area 97.54 setelah sesi kemarin berakhir di tutup pada level 97.66 terhadap USD. Mata uang yen diperdagangkan menguat terhadap mata uang utama setelah data ekonomi Jepang dirilis lebih baik dari prediksi sebelumnya. Biro Statistik Jepang menunjukkan data belanja rumah tangga Jepang untuk bulan September melonjak 3,7% dari tahun sebelumnya, dam jauh diatas prediksi sebesar 0,7%. Data terpisah dari Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri menunjukkam penjualan ritel Jepang untuk bulan September naik 3,1% dari tahun sebelumnya, dan diatas prediksi sebesar 1,9%. Penjualan pada retailer besar naik 0,7% dari tahun sebelumnya. Mata uang negeri sakura ini pada perdagangan sebelumnya melemah akibat pernyataan deputi Gubernur BoJ, Kikuo Iwata menegaskan komitmen pelonggaran moneter BoJ. Iwata mengatakan BoJ akan tetap melakukan pembelian obligasi sampai inflasi mencapai target 2%. BoJ dijadwalkan mengadakan rapat pada 31 Oktober mendatang. Dampak dari nilai kurs mata uang yen yang bertengger kuat di kisaran 97 terhadap USD ini membuat produsen peralatan konstruksi berat Jepang mengalami degradasi di perdagangan hari ini (Selasa, 29/ 10/ 2013). Di lantai bursa Tokyo nampak saham peralatan konstruksi Komatsu tumbang hingga 8% setelah pihaknya memangkas prediksi perolehan laba operasional untuk setahun penuh di hari Senin. Sedangkan saham Hitachi Construction Machinery terkoreksi tajam hingga lebih dari 7% setelah melaporkan penurunan laba bersih hingga 33 % sepanjang April-September. Sedangkan saham Mitsubishi Heavy Industries Ltd. juga turut terpukul akibat anjloknya saham Komatsu, dengan penurunan saham hingga 1.1%. Sementara di lini peritel sahamnya juga ikut melemah meskipun data pemerintah yang rilis tadi pagi menunjukkan angka penjualan ritel Jepang di bulan September meningkat 3.1%, di atas ekspektasi pasar dan analis. Saham-saham teknologi dan otomotif juga ikut berguguran sepanjang sesi hari ini. Nampak saham Panasonic Corp. anjlok 1.6%, dan saham Mitsubishi Motors Corp. melorot sekitar 1 %. Indeks utama Nikkei tercatat melemah (-0.31%) atau menurun sebanyak (-43.92) poin pada area 14352.12. Sementara indeks Nikkei-fut juga turut melemah (-0.07%) atau sebesar (-10.00) poin pada kisaran 14355.

Para pelaku pasar memprediksi tingkat kepercayaan konsumen Amerika untuk bulan Oktober turun menjadi 75,2, yang merupakan level terendah sejak bulan Mei, serta turun dari bulan sebelumnya sebesar 79,7. Survei terpisah menunjukkan penjualan ritel Amerika untuk bulan September tidak akan berubah dari bulan sebelumnya sebesar 0,2%. Penutupan sebagian layanan pemerintahan Amerika yang sebelumnya terjadi selama 16 hari kemungkinan melukai 0,25% pertumbuhan pelaku pasari Amerika pada kuartal ke empat. The Fed kemungkinan akan menunda mengurangi stimulus moneter hingga Maret 2014.

About author

You might also like

Umum

Hasil Tankan Dirilis, Nikkei dan Yen Koreksi

Don’t use conditioner once your your locks are incredibly greasy. In case your locks is greasy, it currently has an ample amount of its unique normal fats to guard it,

Pelaku Pasar Masih Condong Ke USD

Pada sesi perdagangan mata uang hari Selasa (16/ 09/ 2014), apresiasi gerak harga mata uang USD telah bergerak mixed terhadap major currencies. Hal ini adalah karena para pelaku pasar sedang

Berita 0 Comments

Asumsi Pejabat The Fed Tentan Kenaikan Suku Bunga Bergulir, Saham – saham di Eropa Terkoreksi

Dilaporkan bahwa, Neel Kashkari, Presiden Fed Minneapolis, mengatakan apabila kenaikan suku bunga The Fed mungkin akan menyebabkan “kerusakan yang sebenarnya” terhadap perekonomian Amerika. Hal tersebutlah yang dapat menjadi alasan akan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image