Aussie Berpotensi Menggeliat Kembali, Minyak Tampak Akan Koreksi Lagi

0Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yaitu mata uang Aussie, sebelumnya diperkirakan akan menyentuh level 0.65 beberapa bulan kedepan. Akan tetapi, yang terjadi adalah kondisi pergerakan nilai apresiasi yang sesbaliknya justru terjadi. Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD telah sempat diperdagangkan di kisaran level 0.7324 pagi ini, menjauhi level tertinggi harian yaitu level 0.7342. Gerak nilai apresiasi mata uang Australia tersebut masih menguat dalam beberapa pekan terakhir.

Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Aussie tersebut cukup mengejutkan banyak pihak, termasuk Bill Evans, kepala ekonom Westpac Bank. Meski demikian Bill Evans masih tetap berpendirian bahwasannya mata uang Aussie akan turun ke level 0.68 di akhir tahun ini. Bill Evans mengatakan pasar hanya berfokus pada suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA) untuk mempengaruhi pergerakan nilai apresiasi antara AUD/ USD, dan cenderung mengabaikan peluang kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve Amerika.

Salah satu pemicu penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Aussie pada pekan lalu adalah, adanya rilis keputusan dari pihak berwenang dari RBA. Pihak berwenang dari RBA berkeputusan untuk melakukan kebijakan, dengan tetap mempertahankan suku bunga di angka 2,0%. Pihak berwenang dari RBA juga menyebutkan bahwa, sektor tenaga kerja menunjukkan arah perbaikan, dan keyakinan bisnis tampak membaik. Kedua data tersebut akan dirlis pada pekan ini, indeks keyakinan bisnis Australia akan dirilis pada hari Selasa besok, dan data tenaga kerja pada hari Kamis mendatang.

Telah dilaporkan bahwa, setelah merosot tajam pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis lalu, Greenback kembali bangkit di sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Data Non-Farm Payrolls (NFP) yang dirilis lebih tinggi dari ekspektasi, membuat para pelaku pasar menjadi semakin yakin jika pihak berwenang The Fed akan menaikkan suku bunga di bulan Desember ini.

Chairwomen Federal Reserve, Janet Yellen, sebelumnya di pekan ini mengatakan mengungkapkan optimisme terhadap perekonomian Amerika kedepannya. Pasca komentar kepala The Fed tersebut, probabilitas kenaikan suku bunga di bulan Desember berada di atas 75%. Dilaporkan bahwa, gerak nilai ahrga indeks USD terhadap major currencies, bergerak menguat sekitar 0,25% menjadi 98.246 di hari Jumat, setelah sebelumnya bergerak melemah, merosot sekitar 2% di hari Kamis.

Departemen Tenaga Kerja Amerika telah melaporkan bahwa, selama kurun waktu bulan November, gerak laju ekonomi Amerika telah menambah sekitar 211.000 tenaga pekerja. Angka tersebut lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sebelumnya, yaitu di angka 200.000. Data bulan Oktober juga direvisi menjadi 298.000, dari rilis awal 271.000. Tingkat pengangguran tetap sebesar 5,0%, dan rata-rata gaji naik 0,2% sesuai dengan ekspektasi.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD pada sesi perdagangan pasar hari Kamis dilaporkan bergerak merosot tajam. Kondisi tersebut terjadi, karena gerak nilai apresiasi mata uang USD terpukul oleh gerak rally nilai apresiasi mata uang dari Eurogroup, yaitu mata uang Euro.

Gerak rally nilai apresiasi mata uang dari Uni Eropa tersebut terjadi, setelah gelontoran stimulus terbaru dari European Central Bank (ECB) masih di bawah harapan para pelaku pasar. Namun pada hari Jumat, Presiden ECB, Mario Draghi, yang berbicara di New York mengatakan bahwa, ECB masih terbuka untuk menambah stimulus jika dibutuhkan. Pernyataan Draghi tersebut cukup memberikan tekanan bagi gerak nilai apresiasi mata uang Euro.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Korea Selatan, yaitu indeks saham Kospi, terpantau sempat bergerak fluktuatif. Gerak nilai harga indeks saham Kospi memiliki peluang menguat mengikuti rally dari bursa Amerika, Wall Street, pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu. Penguatan gerak nilai harga indeks saham di bursa saham Wall Street tersebut, biasanya memberikan sentimen positif kepada gerak nilai harga di bursa saham kawasan Asia.

Bursa saham Wall Steet di hari Jumat lalu, dilaporkan menguat sekitar 2%. Kondisi tersebut terjadi, karena merespon data tenaga kerja Amerika yang lebih baik dari ekspektasi. Selain itu, pendukung lain adalah adanya kometar Presiden ECB, Mario Draghi, dan rilis laporan Depnaker Amerika.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga spot Kospi (KS200) bergerak positif, dengan menguat sekitar 0,15% menjadi 242.52. Sementara gerak nilai ahrga Kospi Futures diperdagangkan di kisaran level 242.55. Gerak nilai harga indeks saham Kospi Futures dilaporkan sempat menyetuh level tertinggi harian 243.65, dan terendah 241.95.

Gerak nilai harga indeks saham Jepang, yaitu indeks saham Nikkei 225, dilaporkan tampak untuk berpeluang menguat di awal sesi perdagangan pasar pekan ini (Senin, 07/ 12/ 2015). Hal tersebut diasumsikan, karena merespon pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen terhadap Greenback.

Perlu diketahui bahwa, hubungan antara indeks saham Nikkei dan mata uang Yen, cederung memiliki korelasi negatif, sehingga pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen akan berdampak positif bagi gerak nilai harga indeks saham Nikkei225. Produk perusahaan-perusahaan eksportir Jepang menjadi lebih kompetitif jika gerak nilai apresiasi mata uang Yen bergerak melemah.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga spot indeks saham Nikkei telah sempat menguat sekitar 1.3% menjadi 19761.20. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures dilaporkan dibuka dengan gerak harga gap up, dan sempat diperdagangkan di kisaran level harga 19760.

Gubernur Bank of Japan, Haruhiko Kuroda, di kota Tokyo, Jepang, dalam kesempatan yang berbeda pada pekan lalu, telah menegaskan komitmennya untuk menggunakan semua instrumen yang ada guna mencapai target inflasi. Walaupun Haruhiko Kuroda juga yakin, bahwa kebijakan BoJ yang telah diterapkan saat ini, masih cukup untuk mendorong kenaikan angka inflasi.

Rilis data data non-farm payrolls Amerika yang positif pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu, telah membuat gerak nilai apresiasi mata uang USD bergerak menguat bangkit setelah sempat melemah di sesi perdagangan pasar pada hari sebelumnya. Rilis jumlah penambahan tenaga kerja di bulan November tersebut merupakan yang terakhir sebelum rapat moneter Federal Reserve pekan depan yang diperkirakan akan menaikkan suku bunga. Probabilitas kenaikan suku bunga di Amerika saat ini di atas 75%.

Dilaporkan bahwa, setelah merosot tajam pada sesi perdagangan pasar di Jumat, gerak nilai harga minyak mentah terlihat masih melanjutkan gerak pelemahan di awal pekan ini (Senin, 07/ 12/ 2015). Keputusan OPEC pada pertemuan hari Jumat lalu, masih memberikan dampak pada pergerakan nilai harga minyak. Telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak mentah diperdagangkan di kisaran harga 39.61 pada pagi tadi, dengan level tertinggi harian 40.13, dan terendah 39.36.

Emmanuel Ibe Kachikwu, Presiden OPEC, telah mengatakan bahwa, para anggota OPEC akan tetap memproduksi minyak sebanyak 31,5 juta barel/ hari. Output minyak OPEC sebelumnya ditetapkan 30 juta barel/ hari. Namun pada kenyataannya, OPEC memproduksi lebih dari ketetapan tersebut, dan angka 31,5 juta barel lebih mencerminkan kondisi produksi sebenarnya.

Negara Iran yang berencana menaikkan produksi pasca dicabutnya sanksi internasional pada tahun depan, dikatakan tidak memiliki batasan produksi. Menteri Perminyakan Iran telah mengatakan, tidak akan menerima pembatasan produksi sampai total produksi harian Iran mencapai 1 juta barel/ hari. Berdasarkan data dari Commodity Futures Trading Commission, para manajer investasi telah mengurangi posisi bullish minyak hingga menyentuh level terendah 5 tahun pada pekan yang berakhir 1 Desember.

About author

You might also like

CFD News 0 Comments

Loonie Sempat Tekan Greenback, Minyak Tutup Akhir Bulan Dengan Kerugian

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD memangkas hasil penguatannya terhadap Canadian Dollar pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, terutama setelah perilisan laporan data pertumbuhan

Berita 0 Comments

Minyak Menguat Kembali Setelah Koreksi Minggu Lalu

Harga minyak mentah berjangka bergerak menguat kembali pada pergerakan pasar sesi Asia pada perdagangan hari Senin, setelah disesi sebelumnya minyak mengalami penurunan tajam. Minyak berjangka terkoreksi viagra usa jatuh di

Forex News 0 Comments

Kondisi Tenaga Kerja Australia Bayangi Aussie

Aussie terlihat kesulitan mempertahankan momentum penguatan setelah data tenaga kerja Australia sinyalkan masih rapuhnya momentum pertumbuhan ekonomi negeri Kangguru tersebut. Jumlah tenaga kerja Australia berkurang sebanyak 4.800 untuk bulan Mei;