Aussie dan Kospi Tertekan, NFP Dinantikan Pasar

12548857_10153522796664825_8447338385842042303_nDilaporkan pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (04/ 03/ 2016) ini bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, tampak mulai melambat atas Greenback. Gerak reli nilai apresiasi yang tajam dari mata uang AUD/ USD dalam dua hari terakhir sedikit teredam oleh hasil dari rilis data penjulan ritel Australia pada hari Jumat (04/ 03/ 2016) ini.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD telah sempat diperdagangkan di kisaran level 0.7356 pada pagi tadi. Batas angka resisten dari gerak nilai apresiasi mata uang Aussie hari ini diperkirakan berada di kisaran level 0.7365-0.7395-0.7425, dan untuk batas angka support berada di kisaran level 0.7335, 0.7305, 0.7280.

Sejak awal sesi perdagangan pasar di pekan ini, gerak nilai apresiasi mata uang Aussie telah mendominasi atas mata uang USD. Kondisi tersebut terjadi, karena akibat dari hasil rilis data-data ekonomi yang dilaporkan lebih baik dari perkiraan. Selain karena hal tersebut, apresiasi mata uang negeri kanguru tersebut terdukung oleh keputusan RBA. Telah dilaporkan bahwa pihak berwenang RBA telah melakukan kebijakan, dengan tetap mempertahankan suku bunga di angka 2,0%.

Biro Statistik Australia hari ini telah melaporkan bahwa, angka penjualan ritel untuk bulan Januari telah naik sekitar 0,3% dari bulan sebelumnya. Hasil laporan dari biro statistic Australia untuk angka penjualan ritel pada bulan sebelumnya adalah stagnan di 0%. Meski demikian, namun angka kenaikan penjualan ritel Australia bulan Januari tersebut masih di bawah perkiraan sebelumnya, yaitu di angka 0,4%.

Hasil rilis data Australia sebelumnya yang telah berperan untuk mampu mendorong gerak penguaatan nilai apresiasi mata uang AUD/ USD adalah hasil dari rilis data GDP, dan juuga hasil laporan neraca perdagangan yang lebih baik dari perkiraan sebelumnya.

Telah dilaporkan bahwa, angka pertumbuhan industri jasa di Amerika tengah melambat untuk bulan ke-4 berturut-turut pada bulan Februari. Kondisi tersebut telah berdampak, dan mendorong adanya tindakan PHK untuk pertama kalinya dalam kurun waktu 2 tahun terakhir.

Hasil dari laporan Institute for Supply Management (ISM) pada hari Kamis kemarin telah menunjukkan bahwa, indeks sektor jasa di Amerika telah bergerak turun menjadi 53,4, dari angka sebelumnya yaitu 53,5 pada bulan Januari. Meskipun hasil tersebut masih lebih baik dibandingkan estimasi 53,2 dan berada di atas level 50 yang mensinyalkan ekspansi, indeks terus mencatat perlambatan sejak bulan November lalu.

Detail dari laporan ISM juga telah menunjukkan bahwa, angka indeks pekerjaan bergerak merosot di bawah ambang ekspansi untuk pertama kalinya sejak bulan Februari tahun 2014. Dilaporkan bahwa, angka indeks pekerjaan telah bergerak turun menjadi 49,7 dari hasil laporan sebelumnya, yaitu di angka 52,1 pada bulan Januari.

Data laporan angka indeks pekerjaan tersebut menunjukkan indikasi jika perusahaan-perusahaan di Amerika telah mulai mengurangi tenaga stafnya pada bulan lalu. Hal tersebut dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di Amerika, guna merespon kondisi gejolak yang tengah terjadi di pasar keuangan.

Penurunan angka kebutuhan tenaga kerja tersebut akan berpotensi untuk mempengaruhi ekspektasi para pelaku pasar menjelang laporan ketenagakerjaan Amerika untuk bulan Februari. Sejak dirilisnya data indeks pekerjaan tersebut, gerak nilai apresiasi mata uang USD telah semakin memperpanjang gerak pelemahannya terhadap major currencies.

Kondisi tersebut terjadi dan kemungkinan akan cenderung terbatas. Hal tersebut memungkinkan, karena para pelaku pasar yang semakin menjadi berhati-hati menjelang rilis data non-farm payrolls (NFP) pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Jumat ini.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga di Bursa saham Korea Selatan, telah dibuka dengan bergerak melemah. Gerak pelemaha nilai harga di bursa saham Korea Selatan tersebut bersamaan juga dengan beberapa lantai bursa utama Asia di awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (03/ 04/ 2016).

Kondisi gerak pelemahan nilai harga di bursa Korea Selatan terjadi, meskipun telah ada sentimen positif yang datang dari bursa Wall Street yang telah bergerak menguat pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis kemarin. Walaupun demikian, namun para pelaku pasar tampaknya masih lebih cenderung untuk bertindak secara berhati-hati.

Perhatian para pelaku pasar global juga tertuju kepada kondisi di China. Negara China adalah merupakan pasar ekspor terbesar dari Korea Selatan. Dilaporkan bahwa para pejabat berwenang China memulai pertemuan politik tahunan terbesar National People’s Congress (NPC) pada hari ini, dan akan menentukan rencana lima tahun kedepan, atau blueprint ekonomi China selama 2016 - 2020. Target pertumbuhan ekonomi China tahun ini juga akan ditentukan pada pertemuan tersebut. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa, target pertumbuhan ekonomi China tahun ini adalah sebesar 6,5% - 7%.

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga spot indeks saham Kospi (KS200) bergerak melemah sekitar 0,2% sehingga menjadi 239.62. Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga indeks saham Kospi Futures diperdagangkan di kisaran level 239.95, dengan level resisten berada di kisaran harga 240.15-240,80-241.50, dan untuk support berada di kisaran level 239.50-238.95-238.30.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak ditutup turun tipis setelah sempat berfluktuasi pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Kondisi tersebut terjadi, seiring melambungnya suplai minyak mentah Amerika. Hal lain yang tuerut mendiorong pelemahan gerak nilai harga komoditas minyak adalah, minimnya kemajuan dalam usaha untuk mengurangi suplai membatasi sentimen bullish.

Gerak nilai harga komoditas minyak telah rebound dari gerak pelemahan nilai harga di awal sesi perdagangan pasar. Hal tersebut terjadi, setelah produsen minyak terbesar di Rusia, yaitu Rosneft, mengatakan bahwa salah satu jalur pipa yang menjadi penghubung ekspor minyak ke China mengalami kerusakan. Jalur pipa tersebut diperkirakan akan dapat diperbaiki dalam waktu 24 jam, demikian menurut Rosneft.

Gerak nilai harga minyak juga ditopang oleh janji dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) untuk bekerjasama dengan negara produsen besar minyak lainnya. OPec bekerjasama dengan para produsen minyak non-OPEC untuk membekukan tingkat produksi pada level tinggi bulan Januari.

Namun kesepakatan yang dicapai oleh sejumlah negara produsen yang dipimpin oleh Rusia dan Arab Saudi di bulan Februari diperkirakan tidak dapat berbuat banyak untuk mengurangi kelebihan suplai. Hal tersebut diasumsikan, karena mengingat output di bulan pertama dalam setahun merupakan atau berada dekat rekor tinggi.

Salah satu delegasi dari pihak OPEC pada hari Kamis kemarin telah mengatakan bahwa mereka lebih memilih pertemuan negara produsen minyak digelar pada paruh awal bulan April di Doha, atau kota lainnya di Timur Tengah. Pertemuan mereka untuk selanjutnya diperkirakan akan digelar pada bulan Maret.

Bagaimanapun juga, sejumlah analis mengatakan bahwa gerak rally nilai harga komoditas minyak di pekan ini tidak sejalan dengan fundamental yang ada, Gerak nilai harga komoditas minyak nampak mengabaikan berita bearish dan data yang menunjukkan kenaikan tajam pada tingkat suplai.

Menurut analis, berdasarkan fundamental pasar saat ini, rally nampak masih terlalu dini, dan harga minyak diperkirakan akan terkoreksi kembali ke kisaran $30 US/ barel. Gerak nilai harga komoditas minyak dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran harga $36.65 US/ barel menjelang penutupan sesi perdagangan pasar.

Perhatian para pelaku pasar pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (04/ 03/ 2016) ini akan tertuju pada hasil rilis data NFP Amerika. Laporan data NFP Amerika akan dirilis hasilnya pada sesi perdagangan pasar Amerika di malam ini. Hasil rilis NFP Amerika bahwasannya akan mampu berdampak secara signifikan terhadap pergerakan nilai harga di pasar global.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Yen Alami Banyak Tekanan, Pasar Fokus Pada BOE dan ECB

Perdagangan asar mata uang hari Kamis ini (04/ 09/ 2014), mata uang yen terpantau melemah terhadap mata uang USD. Hal ini adalah akibat dari ketika BoJ akan tetap pertahankan kebijakannya

Forex News 0 Comments

Aussie Bidik Level Tinggi, Outlook Bullish

Reli valuta ditopang oleh kesepakatan yang dicapai oleh para pemangku kebijakan AS untuk mencegah kenaikan pajak masif dan pemangkasan pengeluaran yang dikenal dengan “fiscal cliff”. Hari ini nilai tukar Dolar terpantau

Berita 0 Comments

Bursa Wall Street Menguat, Minyak Terkoreksi Di Awal Sesi

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD, telah bergerak naik tipis pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image