Aussie Masih Terlihat Tangguh

Aussie Masih Terlihat Tangguh

Aussie diperdagangkan menguat terhadap dollar setelah dalam tiga hari terakhir ditutup flat. Aussie menguat setelah angka indeks dari Credit Suisse Group AG menunjukkan trader mengantisipasi kemungkinan Reserve Bank of Australia akan menaikkan tingkat suku bunga sebesar 11 basis poin pada tahun depan. Proyeksi tersebut tetap bertahan dari kemarin ketika pemerintah Australia di bawah Perdana Menteri Tony Abbot merilis data anggaran tahunan untuk pertama kalinya.

Asutralia akan memangkas pengeluaran untuk bantuan luar negeri, kesejahteraan dan pelayanan publik, serta mengenakan pajak tertinggi untuk mengendalikan defisit yang diperkirakan akan berkurang menjadi A$29,8 miliar dalam 12 bulan yang berakhir Juni 2015, dari A$49,9 miliar pada tahun fiskal saat ini. Menteri Keuangan Australia, Mathias Cormann mengatakan anggaran tersebut akan membangun ekonomi yang lebih kuatm lebih makmur, dan lebih tangguh untuk Australia.

Aussie pada perdagangan kemarin sempat tertekan setelah data menujukkan harga rumah di Australia pada kuartal I menunjukkan kenaikan di abwah estimasi, sementara penyaluran kredit perumahan di bulan Maret turun lebih besar dari estimasi. Selain itu data produksi industri China yang dirilis dibawah estimasi juga memberikan tekanan bagi aussie.

AUDUSD saat ini diperdagangkan pada kisaran 0.9388 menjauhi level terendah harian 0.9355.

About author

You might also like

Umum 0 Comments

Pasca FOMC Rilis, Koreksi Harga Warnai Pasar

Mata uang USD membuntuti kenaikan imbal hasil treasury dan terapresiasi untuk sesi ke-2 berturut-turut pada hari Kamis, setelah minutes pertemuan The Fed bulan Juli menjaga ekspektasi bahwa bank sentral Amerika

Komoditas 0 Comments

Kebuntuan Pembahasan Anggaran Amerika, Pasar Tunggu Perkembangan Emas

Pada perdagangan sesi pasar Asia hari ini (Kamis, 26/ 09/ 2013), pergerakan harga emas tampak masih bergerak terbatas. Harga emas spot LLG turun sedikit dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangannya dini

Komoditas 0 Comments

Zona Eropa Terimbas Kondisi Referendum Italia, Perdagangan Pasar Zona Asia Tengah Tertekan

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Greenback telah bergerak melemah terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen. Hal tersebut terjadi, karena akibat ketidakpastian risiko politik sehingga membuat para pelaku pasar

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image