Aussie Menguat, Rusia Terancam Inflasi

1000576_557561304301905_452623597_nMata uang dollar Australia, atau lazim disebut oleh para pelaku pasar dengan Aussie, dilaporkan bergerak positif nilai apresiasinya. Nilai apresiasi mata uang Aussie bergerak melambung tinggi pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa ini. Hal ini terjadi karena ada rilis laporan penjualan retail yang lebih baik dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya.

Faktor penunjang kondisi positif atas Aussie adalah, karena bank sentral mempertahankan suku bunga seperti yang diperkirakan para pelaku pasar, mengutip dari lemahnya harga komoditas. Rserve Bank of Australia (RBA) dalam pernyataannya mengatakan bahwa Aussie sedang menyesuaikan diri terhadap penurunan yang signifikan di dalam harga komoditas utama.

Laporan penjualan retail Australia di bulan Juni telah naik sebesar 0.7%, dengan berada di atas kenaikan 0.5% yang diperkirakan oleh para pelaku pasar sebelumnya. Selain itu, neraca perdagangan untuk bulan Juni menunjukkan defisit sebesar A$2.9 miliar, sedikit di bawah perkiraan untuk defisit $ 3.1 miliar Australia. Telah dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang AUD/ USD telah sempat diperdagangkan di kisaran level 0.7345, naik sekitar 0.82%.
Mata uang dollar Kanada, yang lazim disebut Loonie, dilapoorkan telah bergerak di level terendah 11 tahun pada awal perdagangan hari Selasa setelah tergelincir bersamaan dengan mata uang komoditas lainnya setelah terjadinya aksi jual di harga minyak, mencuri fokus dari mata uang USD yang diam dan stabil terhadap mata uang Euro dan mata uang Jepang, Yen.

Dilaporkan bahwa nilai apresiasi Loonie diperdagangkan dikisaran C$1.3154 / USD, tidak jauh dari level terendah di C$1.3175 yang dicapai semalam. Angka tersebut merupakan sebuah level harga yang belum pernah terlihat sejak Agustus 2004. Perdagangan cukup sepi pada hari Senin karena pasar Kanada ditutup untuk hari libur umum. Salah satu analis perdagangan mata uang senior dari RBC Capital Markets mengatakan bahwa semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk pulihnya harga minyak, maka semakin besar resiko untuk sektor energi dan memperlonggar hambatan untuk pelonggaran lebih lanjut di negara yang bergantung pada pendapatan dari komoditas. Dia menambahkan bahwa target resisten selanjutnya untuk USD/ CAD berada dikisaran 1.3246 dan 1.3383, bahkan USD/ CAD masih bisa memperpanjang relinya jika harga minyak mempertahankan pelemahannya. Mata uang krone Norwegia dan rubel Rusia, mata uang uang terkait dengan harga minyak, jika menderita kerugian besar dengan rubel mendekati level terendah lima bulan dikisaran 63.618.

Dilaporkan juga mengenai perkembangan ekonomi di Rusia. Tindakan embargo ekonomi yang diberlakukan telah membuat negara Rusia berada dalam kesulitan. Embargo ekonomi yang diberlakukan atsa Rusia tersebut dilakukan oleh Amerika dan Uni Eropa. Embargo ekonomi tersebut juga mencakup ekspor minyak dan gas, yang notabene merupakan barang jualan utama Rusia dalam sistem perdagangan internasional.

Sebagai informasi, pihak blok barat yang dipimpinan Amerika pada tahun lalu telah mengucilkan negara Rusia akibat keterlibatannya dalam krisis negara Ukraina. Negara Rusia juga dianggap sebagai ancaman karena terindikasi ingin menjajah Ukraina dan mendanai pemberontak. Pada tahun ini, pihak Amerika dan Uni Eropa kembali memperpanjang embargo ekonomi tersebut. Tindakan embargo ekonomi tersebut juga sekaligus menutup akses pendanaan bagi perusahaan-perusahaan dan bank-bank milik Rusia. Pihak Moskow juga bereaksi dengan memberlakukan larangan impor bahan pangan dari negara-negara sekutu Amerika.

Pihak dari Dana Moneter Internasional (IMF) bahkan memperkirakan inflasi harga-harga produk barang dan jasa di negeri beruang merah akan berfluktuasi sampai 9% dalam jangka menengah. Menurut kata Ernesto Ramirez Rigo, Kepala Misi IMF untuk wilayah Rusia, bahwa kombinasi antara gundangan eksternal dan kerusakan ekonomi struktural jelas akan berdampak negatif terhadap prospek ekonomi di Rusia. IMF masih mempertahankan target ekonomi Rusia di level kontraksi 3,4% untuk tahun 2015. Rusia diyakini baru bisa mencatat surplus produk domestik bruto pada tahun 2016 mendatang. Ramalan terbaru IMF lebih buruk dibandingkan sebelumnya, di mana gross domestic product diprediksi kontraksi 3% tahun ini sebelum diikuti oleh pertumbuhan 2% tahun depan.

IMF mengatakan bahwa kondisi ekonomi dan keuangan pemerintah Moskow masih cukup kuat sehingga efek dari guncangan eksternal bisa ditangani. Tetapi lembaga ini memperingatkan tingginya eskalasi politik bisa membuat nilai tukar Ruble kembali melemah sehingga melambungkan inflasi dan memicu arus dana keluar. Jika ini benar terjadi, maka daya beli warga Rusia akan semakin menurun.

Untuk jangka panjang, IMF memperkirakan bahwa ekonomi Rusia hanya bisa tumbuh 1,5% jika pemerintah tidak berusaha mengubah struktur perekonomiannya. “Mereka harus memperkuat tata kelola pemerintahan, melindungi hak properti, memperlonggar aturan serta membangun kinerja administrasi dan menyelesaikan masalah di sektor perdagangan,” demikian rekomendasi IMF. IMF juga menyarankan pemerintah untuk menaikkan daya saing di pasar domestik dan berinvestasi pada sektor publik.

About author

You might also like

Suku Bunga Amerika Dinaikkan The Fed, BoJ Tampak Akan Bertahan

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD bergerak positif, menguat terhadap mata uang Eurogroup, yaitu mata uang Euro. Gerak penguatan nilai apresiasi Greenback juga turut berdampak pada nilai

Berita 0 Comments

Emas Dilirik Kembali Oleh Pasar, Zona Eropa Sebaiknya Juga Mulai Berbenah

Pergerakan harga emas bergerak melonjak tajam pada sesi perdagangan pasar Amerika, setelah index Dow Future dalam sesi perdagangan berlangsung brgerak melemah tajam hampir seratus poin sehari setelah diberlakukannya federal shutdown

Forex News 0 Comments

Euro Meredup Di Tengah Spekulasi Pelonggaran Lanjutan ECB

Euro di perdagangkan dekat level terendah dalam tiga pekan sebelum di publikasikannya data yang di perkirakan akan menunjukkan tingkat inflasi di wilayah tersebut melambat di tengah spekulasi bahwa bank sentral

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image