Aussie Raih Performa Terbaik Sesi Pasar Asia Hari Ini, Alibaba Group Holding Ltd. Berbahagia Cetak Rekor Penjualan

0a0aaa001233761Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (12/ 11/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Aussie langsung bergerak menguat. Gerak nilai apresiasi mata uang Australia ini melambung, karena usai merespons hasil rilis data tenaga kerja bulan Oktober yang dilaporkan jauh lebih baik dari ekspektasi. Para pelaku pasar kini berspekulasi bahwa laporan tenaga kerja yang memuaskan ini dapat meyakinkan Reserve Bank of Australia (RBA) untuk tidak memangkas tingkat suku bunga yang sudah berada di rekor terendah, setidaknya untuk jangka pendek.

Secara keseluruhan, data dari sektor tenaga kerja hari ini mampu mengungguli ekspektasi para pelaku pasar. Para pelaku pasar sebelumnya berasumsi optimis. Pada perilisan data ekonomi Australia di bulan lalu, jumlah pekerja Australia dilaporkan bertambah sebanyak 58600 pekerja dari bulan September. Angka tersebut hampir empat kali lipat lebih tinggi dari ekspektasi peningkatan 15000 pekerja. Hasil rilis laporan tingkat pengangguran juga berkurang menjadi 5,9%. Angka tersebut juga lebih baik dari ekspektasi dari para pelaku pasar sebelumnya dan juga dari hasil rilis data sebelumnya, yaitu pada kisaran 6,2%. Detil data seperti jumlah pekerjaan penuh-waktu, jumlah pekerja purna-waktu, serta tingkat partisipasi juga dilaporkan lebih baik.

Performa gerak nilai apresiasi mata uang Aussie diasumsikan sebagai yang terbaik dibandingkan major currencies lainnya pada sesi Asia hari Kamis ini. Valuasi Aussie bergerak kuat meroket lebih dari 1% gerak nilai apresiasinya terhadap Greenback dan telah menyentuh level tertinggi 0.7144 pada pagi tadi. Dengan rilis data bagus pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis pagi ini, tentunya berpotensi menopang gerak nilai apresiasi mata uang Aussie sampai dengan data klaim pengangguran Amerika dan pidato Gubernur Federal Reserve, Janet Yellen, pada sesi perdagangan pasar Amerika nanti malam.

Beralih ke gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (12/ 11/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang Euro merangkak naik. Kondisi ini terjadi, karena ditopang oleh komentar yang tidak begitu dovish dari salah satu petinggi ECB. European Central Bank masih belum memutuskan pelonggaran lebih lanjut dan tidak berkomitmen untuk melakukannya bulan depan, menurut Benoit Coeure, anggota dewan eksekutif ECB.

Keputusan masih belum diambil, demikian yang diucapkan oleh Benoit Coeure, dalam sesi wawancara yang diterbitkan oleh surat kabar Le Figaro. Debat masih terbuka, demikian tambah Benoit Coeure. Benoit Coeure mengatakan bahwa, pemulihan di zona Euro “sedang berjalan.” Pemulihan sedang berakselarasi, namun masih lemah, sementara ekspektasi inflasi telah berthenti membaik dan laju inflasi saat ini telah mencapai batasnya, demikian yang disampaikan oleh Benoit Coeure.

Presiden ECB Mario Draghi, yang akan memberikan pidato di hadapan Parlemen Eropa pada hari Kamis, telah mengindikasikan bahwa dewan kebijakan ECB mungkin akan menambah stimulus kembali pada pertemuan bulan depan, meski tidak semua anggota dewan kebijakan menyuarakan dukungan. Para petinggi ECB, termasuk Ardo Hansson dari Estonia dan Bostjan Jazbec dari Slovenia, juga telah menyarankan agar berhati-hati dalam menambah pembelian aset atau memangkasn tingkat suku bunga tabungan. Dilaporkan bahwa nilai suku bunga deposito ECB saat ini sebesar -0,2% kali terakhir penurunan tersebut dilakukan pada bulan September 2014, dan pada saat itu, pihak ECB mengatakan bahwa nilai suku bunga tidak bisa untuk diturunkan lagi.

Presiden European Central Bank, Mario Draghi, tidak memberi petunjuk lebih lanjut mengenai penambahan program pembelian aset atau yang dikenal dengan istilah quantitative easing. Para pelaku pasar yang telah bersiap merespon pernyataan Mario Draghi akhirnya harus kembali menunggu akibat minimnya informasi yang diungkapkan. Berbicara di City of London, Presiaden ECB, Mario Draghi, lebih banyak membahas mengenai intergrasi institusi Eropa.

Komentar Draghi sangat dinanti oleh para pelaku pasar, setelah pada bulan Oktober lalu Draghi telah memberikan indikasi pemberian stimulus lebih lanjut di bulan Desember. Pada bulan Oktober lalu, Mario Draghi menyebutkan bahwa ada kemungkinan untuk menurunkan suku bunga deposito dan menambah program pembelian aset. Namun masih belum jelas, penambahan yang dimaskud apakah meningkatkan jumlah yang saat ini senilai €1 triliun, atau memperpanjang program tersebut yang berakhir September 2016.

Beralih ke negeri Sakura. Dilaporkan bahwa tingkat pesanan mesin inti dari Jepang naik di bulan September untuk pertama kalinya dalam 4 bulan. Meski demikian, namun perusahaan-perusahaan mesin tersebut hanya memperkirakan kenaikan tipis untuk pesanan di bulan Oktober-Desember. Asumsi tersebut muncul, karena sinyal bahwa pemulihan ekonomi dari resesi dapat berjalan lambat.

Pesanan mesin inti, indikator utama belanja modal, dilaporkan naik sebanyak 7.5% di bulan September dibandningkan dengan estimasi untuk kenaikan sebesar 3.3%, dan menyusul penurunan sebesar 5.7% di bulan sebelumnya. Bagaimanapun juga, perusahaan-perusahaan telah memperkirakan bahwa tingkat pesanan akan naik sebanyak 2.9% di bulan Oktober-Desember, yang menunjukkan rebound tipis dari penurunan sebesar 10.0% di bulan Juli-September.

Pemerintah Jepang mengandalkan kenaikan pada tingkat investasi bisnis untuk menciptakan lapangan kerja baru, menambah produktivitas dan memicu pertumbuhan, sehingga data pesanan mesin menunjukkan pemerintah masih harus meyakinkan perusahaan-perusahaan untuk berinvestasi. Menurut seorang ekonom, bahwa perusahaan-perusahaan sangat berhati-hati dalam hal belanja modal. Kondisi perekonomian luar negeri, terutama di China, juga merupakan salah satu faktor serta sulit bagi perusahaan untuk yakin bahwa perekonomian domestik akan tumbuh dengan cepat, demikian tambah ekonom.

Dari Amerika, dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa saham Amerika pada sesi perdagangan pasar Rabu berakhir dalam posisi yang rendah. Hal tersebut terjadi, karena aksi jual di saham sektor energi yang membebani indeks saham utama.

Pelaku pasar mengatakan volume perdagangan tercatat lebih rendah dari biasanya karena pasar obligasi dan bank tutup karena Hari libur Veteran. “Pasar yang sedikit lelah setelah pengisian lebih tinggi sejak akhir September, yang membuat S & P 500 retrace jatuh sejak China pertama kali mengumumkan devaluasi mata uang,” demikian kata Ryan Larson, kepala perdagangan ekuitas di RBC Global Asset Management.

Dilaporkan bahwa gerak nilai indeks saham S & P 500 menyerah jatuh sekitar 6,72 poin, atau sekitar 0,3%, dan ditutup pada level harga 2,075.00. Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average (DJIA) menumpahkan sekitar 55,99 poin, atau sekitar 0,3%, dan ditutup pada level 17,702.22. Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite dilaporkan berakhir turun sebesar 16,22 poin, atau sekitar 0,3%, ke level harga 5,067.02.

Dilaporkan juga bahwa Alibaba Group Holding Ltd., dilaporkan telah mencetak rekor penjualan senilai 91.2 milyar yuan, atau sekitar $ 14.3 milyar US. Kondisi tersebut terjadi, pada Singles’ Day, mengubah hari libur tersebut menjadi sebuah event berbelanja online yang besar. Jumlah penjualan telah melampaui rekor tahun lalu sebesar $ 9.3 milyar US sebelum tengah hari di China, demikian menurut sumber di Alibaba. Barang-barang yang paling laris pada platform Alibaba termasuk barang kebutuhan dan nutrisi bayi, sepatu Nike dan celana jeans Levi’s, demikian menurut pihak Alibaba.

Jack Ma, owner dari Alibaba Group Holding Ltd., telah menaikkan pertaruhannya tahun ini dengan memindahkan markas utama tempat event berlangsung ke Beijing, memasukin lebih banyak merk asing dan menambahkan selebritis Hollywood Daniel Craig dan Kevin Spacey untuk menambah gemerlapnya event berbelanja tersebut. Pihak Alibaba yang harus merogoh koceknya lebih dalam nampaknya membuahkan hasil. Alibaba telah berhasil mengejar kenaikan penggunaan smartphone di China dengan pengiriman makanan dari restoran dan streaming video. Menurut ekonom, konsumen China memiliki lebih banyak uang di tangan mereka, peritel online harus memilih-milih produk mereka agar dapat menarik minat konsumen.

Kondisi ironis telah terjadi di lantai bursa saham Indonesia. Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (11/11/2015) kemarin, telah dilaporkan bahwa pihak berwenang dari PT. Bursa Efek Indonesia, telah menghentikan sementara perdagangan tiga broker dalam kasus transaksi gadai saham PT. Sekawan Intipratama Tbk., perusahaan dengan kode bursa SIAP. Ke tiga brooker tersebut adalah PT. Danareksa Sekuritas, PT. Reliance Securities, dan PT. Millenium Danatama Sekuritas.

Tito Sulistio, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia, mengatakan bahwa ke tiga broker tersebut telah terbukti melakukan pelanggaran dalam kasus transaksi gadai saham PT. Sekawan Intipratama Tbk. (SIAP). “Saya sedih sekali hari ini karena harus menghukum anak yang paling tua dan pintar. Tapi, kami harus suspen karena mereka terbukti melanggar,” demikian kata Tito Sulistio kepada awak media. Nilai transaksi tersebut bernilai sekitar Rp400 miliar.

Tito Sulistio tampak enggan menyebut nilai transaksi yang dilakukan masing-masing broker itu. Ke tiga broker tersebut disuspensi setelah otoritas bursa melakukan investigasi transaksi gadai saham SIAP yang terjadi di pasar negosiasi. Indikasi yang muncul yakni terjadinya transaksi semu. Saham SIAP sendiri sudah disuspensi. “Saya sudah tandatangan surat putusan suspen tiga broker itu jam 2 pagi tadi. Kami ingin bertindak tegas, siapa pun itu yang melanggar kami hukum,” demikian yang diucapkan oleh Tito Sulistio.

Gerak nilai harga emas dan perak pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (12/ 11/ 2015) ini, terpantau mengalami gerak kenaikan dengan diperdagangkan lebih tinggi setelah dirilisnya laporan ekonomi di Australia tadi pagi.

Gerak nilai harga emas dan perak tampak mendominasi penguatan untuk diperdagangkan lebih tinggi setelah ditutup turun di sesi perdagangan pasar sebelumnya. Sedangkan penguatan yang dialami oleh gerak harga emas juga terjadi setelah dirilisnya laporan rilis data ekonomi Australia tadi pagi.

Telah dilaporkan, dengan berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Australia menyebutkan bahwa, laporan employment change Australia mengalami kenaikan sebanyak 56.6K di bulan Oktober setelah alami penurunan sebanyak 5.1K di bulan September. Di waktu yang bersamaan, sebuah laporan resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional menyebutkan bahwa tingkat pengangguran Australia terpantau turun sebesar 0.3% yang disesuaikan secara musiman menjadi 5.9% di bulan Oktober dari 6.2% di bulan September.

Gerak nilai harga emas berjangka pengiriman Desember di divisi Comex, AS dilaporkan telah bergerak naik sekitar 0.29% dengan diperdagangkan pada level $1.088.10 US/ troy ons. Gerak nilai harga perak berjangka pengiriman Desember dilaporkan terpantau mengalami gerak kenaikan sebesar 0.43% dengan diperdagangkan pada kisaran level $14.325 US/ troy ons.

Gerak nilai harga minyak mentah dilaporkan menguat tipis di awal sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis ini. Kondisi ini terjadi karena memanfaatkan pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang USD. Perdagangan minyak mentah tengah terpuruk dengan penurunan selama 6-sesi beruntun, karena diterpa beragam sentimen negative. Ragam sentime negative tersebut, diantaranya adalah masih tingginya tingkat suplai global, penguatan gerak nilai apresiasi Greenback, serta penurunan proyeksi pertumbuhan global oleh Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak mentah sempat menyentuh area bawah level $43 US, masih dihantui kejutan kenaikan 6,3 juta barel suplai minyak di Amerika, demikian menurut data dari American Petroleum Institute (API) di awal pekan ini. Data aktual ini jauh lebih tinggi dari estimasi kenaikan 1 juta barel oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.

Pada hari Kamis ini, lembaga energi pemerintah Amerika, yaitu Energy Information Administration (EIA), akan melaporkan data suplai mingguan Amerika. Aktivitas produksi minyak mentah di Amerika pada pekan lalu diprediksi hanya akan menambahkan 800.000 barel minyak dari peningkatan 2,8 juta barel pada pekan sebelumnya. Angka estimasi tersebut, jauh lebih rendah dari laporan dari API. Data yang mengindikasikan tingkat suplai yang masih tinggi dapat menekan perdagangan minyak mentah.

Gerak nilai harga pasar, baik mata uang, indeks saham, komoditas, baik emas, perak dan lain sebagainya, diperkirakan nantinya akan mengalami gejolak pergerakan kembali ketika dirilisnya laporan ekonomi Amerika malam nanti. Laporan rilis data Amerika tersebut meliputi sebuah data klaim pengangguran Amerika dan pernyataan dari Presiden The Fed, Janet Yellen.

About author

You might also like

CFD News 0 Comments

Gonjang – ganjing Di Seputar Komoditas Minyak, BoJ Siap Untuk Bertindak

Gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling dilaporkan tampak berusaha untuk mengerem gerak penurunannya pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Hal tersebut terjadi, setelah debat mengenai

Pelaku Pasar Fokus Pada Rilis Nonfarm Nanti, Emas Kemarin Tertekan Kembali

Gerak harga emas berjangka telah dilaporkan bergerak turun di bawah level harga $ 1.200 US/ ons pada perdagangan hari Kamis malam, atau masuk hari Jumat pagi ini. Hal tersebut terjadi,

CFD News 0 Comments

Berkat Data China, harga minyak naik

Minyak naik ke level tertinggi dalam 3-bulan seiring melonjaknya ekspor China dan Presiden Bank Sentral Eropa Mario Draghi mengatakan “pemulihan secara bertahap seharusnya dimulai” di zona Eropa pada tahun ini.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image