Aussie Terjerembab Keras, Minyak Tunggu Kemungkinan Lain

bursa-wallstreetNegara China, yang merupakan mitra dagang utama Negara Australia, kembali memberikan pukulan telak bagi nilai apresiasi mata uang negeri Kangguru itu. Dilaporkan bahwa mata uang dollar Australia, atau lazim disebut Aussie, nilai apresiasinya bergerak melemah tajam pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (01/ 09/ 2015) kemarin.

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari Rabu (02/ 09/ 2015) ini, nilai apresiasi mata uang AUD/ USD masih melanjutkan gerak pelemahan, dan telah berada di kisaran level 0.7006. Telah dilaporkan bahwa, nilai apresiasi mata uang AUD/ USD pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (01/ 09/ 2015) kemarin, telah ditutup dengan gerak nilai apresiasi berakhir di level 0.7015. Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin mencapai level tertinggi harian di kisaran 0.7153, dan level terendah di kisaran 0.7012.

Buruknya hasil rilis data laporan aktivitas manufaktur di negara China telah semakin meningkatkan tingkat kecemasan dari para pelaku pasar global dalam merespon pergerakan nilai harga pasar, atas adanya resiko melambatnya laju perekonomian negara terbesar kedua di dunia tersebut. Hal tersebutlah yang menunjang kuat dan telah membawa gerak nilai apresiasi mata uang Australia, Aussie, jadi bergerak secara negatif sehingga melemah, bahkan telah turun ke level terendah dalam enam tahun terakhir.

Nilai apresiasi mata uang Aussie bergerak negatif dan telah terperosok hingga di bawah level psikologis kunci di kisaran $0,70. Angka tersebut merupakan angka pelemahan untuk pertama kalinya dalam lebih dari 6-tahun. Demikian kondisi gerak nilai apresiasi mata unag Aussie pada sesi perdagangan pasar pada hari Rabu (02/ 09/ 2015) ini, di tengah kekhawatiran tentang prospek ekonomi Negara China. Selain kondisi tersebut, hal lain yang turut menjadi perhatian dan kecemasan para pelaku pasar adalah adanya kondisi dimana terjadi kejatuhan harga komoditas dan pertumbuhan ekonomi domestik yang lamban.

Dilaporkan bahwa rilis data dari pemerintah China telah menunjukkan akan gerak penurunan indeks aktivitas manufaktur menjadi 49,7 di bulan Agustus. Laporan tersebut lebih rendah dari hasil laporan sebelumnya yaitu pada 50,0 di bulan Juli. Angka 49,7 tersebut menunjukkan adanya kontraksi dan merupakan level terendah dalam tiga tahun terakhir. Sementara itu laporan indeks aktivitas manufaktur dari versi Caixin turun ke level terendah enam tahun di bulan Agustus.

Reserve Bank of Australia (RBA) dalam rapat moneter pada hari Selasa (01/ 09/ 2015) kemarin, dilaporkan telah memutuskan untuk menerapkan sebuah kebijakan. Kebijakan yang diterapkan oleh RBA tersebut adalah dengan tetap mempertahankan suku bunga di kisaran 2,0%. Pihak berwenang dari RBA kembali mengulangi pernyataannya bahwa, nilai apresiasi mata uang Aussie kini sedang menyesuaikan dengan penurunan harga komoditas. Ketika pertama kali dilontarkan pada rapat moneter bulan Agustus lalu, pernyataan pihak berwenang RBA tersebut membuat gerak nilai apresiasi mata uang Aussie bergerak rally. Namun apa yang terjadi pada sesi perdagangan pasar hari Selasa kemarin, ternyata tidak seperti halnya dengan yang terjadi pada waktu itu. Kebijakan tersebut ternyata tidak dapat membantu gerak nilai apresiasi mata uang Aussie untuk bergerak bangkit dari pelemahannya.

Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie secara singkat anjlok ke level terendah sejak April 2009, sebelum kembali bertengger di atas $0.70. Hal tersebut terjadi setelah hasil rilis data GDP Australia hanya tumbuh pada kecepatan tahunan 2,0% di sepanjang kuartal April-Juni, mementahkan estimasi pertumbuhan sebesar 2,2%. Mata uang Australia ini tercatat telah kehilangan 14% nilai apresiasinya terhadap mata uang USD pada sesi perdagangan pasar di rentangan kurun waktu tahun ini. Kondisi ini telah menempatkan mata uang Aussie ke dalam jajaran major currency dengan pertumbuhan terburuk pada tahun 2015.

Perhatian para pelaku pasar global pada hari Rabu (02/ 09/ 2015) ini akan tertuju pada hasil rilis laporan data produk domestik bruto (PGB) Australia untuk kuartal ke dua. Diperkirakan oleh para pelaku pasar bahwa data produk domestik bruto akan tumbuh sebesar 0,4%, dari kuartal pertama lalu. Pada kuartal pertama lalu telah dilaporkan bahwa data produk domestik bruto Australia tumbuh sebesar 0,9%. Pihak berwenang RBA dalam pernyataanya kemarin juga menyebutkan bahwa, kondisi ekonomi di Australia telah bergerak positif, dengan tumbuh sedikit dibawah rata-rata proyeksi pertumbuhan jangka panjang.

Dilaporkan bahwa gerak harga komoditas minyak telah diperdagangkan lebih rendah pada sesi perdagangan pasar Asia hari Rabu (02/ 09/ 2015) ini. Hal tersebut terjadi, setelah adanya laporan tentang kenaikan mengejutkan stok minyak mentah Amerika dan data manufaktur ASmerika dirilis, dan ternyata lebih di bawah dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya.

Laporan yang dirilis oleh kelompok industri American Petroleum Institute (API) pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Selasa malam kemarin, telah menunjukkan bahwa stok minyak mentah Amerika melonjak. Stok minyak mentah amerika dilaporkan melonjak sebesar 7,6 juta barrel sehingga menjadi 456,9 juta barrel dalam sepekan yang berakhir 28 Agustus.

Angka tersebut jauh melampaui estimasi para pelaku pasar sebelumnya, yaitu adanya estimasi kenaikan sekitar 32.000 barrel dalam jajak pendapat Reuters. Pihak terkait pemerintah Amerika, dengan melalui Energy Information Administration (EIA) telah dijadwalkan untuk merilis data resmi persediaan minyak pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Rabu malam ini.

Persepsi atas outlook permintaan minyak dari konsumen terbesar di dunia semakin suram setelah rilis laporan oleh pihak berwenang dari Institute for Supply Management (ISM). Dalam laporan tersebut telah ditunjukkan bahwa aktivitas manufaktur negara Amerika bergerak melambat ke level terendah sejak Mei 2013 pada bulan Agustus. ISM mengatakan PMI manufaktur Amerika dilaporkan melemah, bergerak merosot ke 51,1 pada bulan lalu dari laporan sebelumnya yaitu di kisaran 52,7 pada bulan Juli, yang juga ternyata lebih buruk dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya yaitu di kisaran 52,6.

Untuk sesi perdagngan pasar di hari Rabu (02/ 09/ 2015) ini, selain laporan persediaan dari pihak berwenang EIA, fokus para pelaku pasar atas perdagangan komoditas minyak juga akan tertuju pada rilis data pesanan pabrik di Amerika. Selain itu juga para pelaku pasar akan memperhatikan hasil rilis data ketenagakerjaan dari ADP. Laporan tersebut bisa jadi membuka peluang atas adanya kemungkinan baik dan juga akan bisa menentukan arah pergerakan nilai harga “emas hitam” untuk selanjutnya.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Yen Melemah Seiring Berkurangnya Permintaan Aset Haven

Yen pertahankan kerugiannya dari kemarin terhadap dollar seiring meredanya ketegangan di Ukraina dan Presiden Barack Obama berikan dukungan penuh untuk Presiden Irak untuk membentuk pemerintahan yang baru, itu mengurangi permintaan

Forex News 0 Comments

Review Pasar Perkirakan USD Akan Terkoreksi Oleh Major

Mata uang Inggris, Poundsterling, menguat apresiasinya hingga ke level tertingginya atas USD dalam tujuh bulan ini. Keadaan ini terjadi setelah data tingkat pengangguran Inggris dinyatakan dan lebih baik dari perkiraan

Forex News 0 Comments

Dollar Menguat Terhadap Serangkaian Mata Uang Utama

Dollar AS berada di dekat level tertinggi dalam tiga pekan terhadap serangkaian mata uang utama di tengah spekulasi bahwa pemulihan di negara dengan tingkat perekonomiannya yang terbesar di dunia mendapatkan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image