Aussie Terkendala Data Ekonomi, China Masih Suram

10985191_830440270363338_5066486742971725917_nMata uang Negara Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, dilaporkan pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (27/ 10/ 2015) kemarin bergerak melemah. Aussie pada sesi perdagangan pasar kemarin bergerak merosot nilai apresiasinya terhadap Greenback pada awal sesi perdagangan pasar Asia. Hal tersebut terjadi karena hasil rilis data inflasi Australia yang tidak sesuai ekspektasi para pelaku pasar, telah memberikan dampak aksi jual bagi mata uang negeri kangguru ini.

Biro Statistik Australia melaporkan bahwa nilai inflasi di kuartal ketiga naik 0,5%, dibandingkan kuartal kedua sebesar 0,7%. Sementara para ekonom sebelumnya memberikan estimasi sebesar 0,7%. Sepanjang tahun ini hingga bulan September, inflasi naik 1,5%, dibawah perkiraan sebesar 1,7%. Menyusul rilis tersebut, berdasarakan data yang dikumpulkan Credit Suisse, peluang Reserve Bank of Australia menurunkan suku bunga naik menjadi 66%, dari sebelumnya 62%. Di tahun ini RBA telah menurunkan suku bunga sebanyak dua kali, masing-masing sebesar 25 basis poin hingga suku bunga saat ini sebesar 2,0%. Apresiasi mata uang AUD/ USD sempat diperdagangkan di kisaran level 0.7121, menjauhi level tertinggi harian 0.7206.

Mata uang USD dilaporkan bergerak dibawah level tertinggi 2 1/2 bulan gerak nilai apresiasinya terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (28/ 10/ 2015) ini. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar tengah mencari lebih banyak sinyal yang tersirat yang setidaknya mampu menunjukkan sinyal atas kebijakan yang mungkin akan diterapkan dan dirilis dari Federal Reserve. Sinyal The Fed yang tengah diamati oleh para pelaku pasar sekalian yang terutama adalah ada atau tidaknya peluang kenaikan suku bunga Amerika.

Data ekonomi Amerika yang telah dipublikasikan pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin, semakin mempersulit kemungkinan untuk diberlakukannya kebijakan kenaikan suku bunga, dengan data pemesanan barang tahan lama dan sentimen konsumen berada di bawah ekspektasi pasar. Seorang analis pasar di Rasona Bank mengatakan bahwa akhir-akhir ini, kita telah miliki data yang pesimis dari penjualan retail, output produksi, perdagangan dan saat ini dari pemesanan barang tahan lama dari Amerika. Dari semua itu tidak ada satupun yang mendukung kenaikan suku bunga.

Kondisi laju ekonomi di negara China tampaknya masih terus dipantau secara intensive oleh para pelaku pasar global saat ini. Turunnya outlook kondisi bisnis dan daya kondisi finansial sektor rumah tangga membuat sentimen konsumen di negara China turun di bulan Oktober dan menyentuh level terendah sejak survei dilakukan pada tahun 2007.
Dilaporkan bahwa Westpac MNI China Consumer Sentiment Indicator turun menjadi 109,7 di bulan ini, dari 118,2 di bulan September. Outlook bisnis dalam satu tahun kedepan turun 10,3%, sementara untuk lima tahun yang akan datang turun 8,2%. Untuk indeks kondisi finansial rumah tangga saat ini melemah 5,3%, dan kondisi finansial yang akan datang melemah 7,3%. Survei tersebut dilakukan di 30 kota di China, dan para konsumen juga mengatakan akan mengurangi pengeluaran belanja dan hiburan dalam jangka pendek. Rilis data tersebut menyusul pelambatan laju pertumbuhan ekonomi di China pada kuartal ke tiga menjadi 6,9%. Hasil angka laporan tersebut lebih rendah dari kuartal ke dua yaitu sebesar 7,0%.

Gerak nilai harga minyak mentah Amerika dilaporkan sedikit bergerak menguat dari level terendah multi mingguan di dalam perdagangan yang tipis di awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (28/ 10/ 2015) ini. Hal tersebut terjadi, setelah sebuah laporan industri menunjukkan bahwa cadangan turun di Cushing hub di Oklahoma, yang merupakan titik pengantaran untuk kontrak minyak Amerika. Cadangan minyak mentah Amerika di hub pengiriman di Cushing turun sebanyak 748.000 barel, data ditunjukkan oleh kelompok industri, the American Petroleum Institute (API) pada akhir perdagangan pasar di hari Selasa kemarin.

Berdasarkan data yang ditunjukkan juga melaporkan bahwa cadangan minyak secara umum naik sebanyak 4.1 juta barel dalam pekan yang berakhir 23 Oktober menjadi 477.1 juta barel. Kenaikan terbatas karena suplai yang melimpah masih bertahan walaupun setelah Amerika mengurangi produksinya dan para pelaku pasar menunggu data cadangan minyak dari pemerintah yang akan dirilis malam nanti yang diperkirakan akan menunjukkan kenaikan lebih lanjut dalam cadangan.

Nilai minyak mentah Amerika untuk kontrak bulan Desember naik sebesar 6 sen di $43.26 US/ barel, setelah sebelumnya naik ke level tertinggi di $43.48 US. Kontrak turun ke level rendahnya di $42.58 pada hari Selasa, itu adalah level terendah sejak akhir Agustus. Cadangan minyak komersial Amerika kemungkinan akan naik pada pekan lalu untuk kenaikan lima pekan beruntun, ditunjukkan dalam survei Reuters pada hari Selasa. Cadangan minyak diperkirakan akan bertambah 3.4 juta barel untuk kekisaran 480 juta barel pada pekan yang berakhir 23 Oktober, ditunjukkan dalam survei terhadap delapan analis.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Pasar Antisipasi Pidato Gubernur The Fed Ben S. Bernanke

Para pelaku pasar saat ini terfokus pada rilis nonfarm payrolls sebagai acuan sentiment pasar, terutama menjelang pidato dari Gubernur The Fed, Ben S. Bernanke, yang akan akan menyampaikan pandangannya tentang

Euro Kondisi Tertekan Di Pasar, USD Sementara Masih Berkibar

Gerakan apresiasi mata uang USD pada hari ini (Rabu, 06/ 11/ 2013) bergerak menguat terhadap mata uang negara Jepang, yen. Harga pembukaan pasar berada pada 98.51 di awal perdagangan (00.00

Forex News 0 Comments

USD Terkoreksi Yen di Akhir Sesi, Pasar Tunggu Kebijakan Pajak Trump

Telah dilaporkan bahwa pergerakan nilai apresiasi mata uang USD/ JPY bergerak menguat menuju ke level 112.90 di awal sesi perdagangan pasar di hari Senin. Hal tersebut terjadi, seiring perilisan angka

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image