Australia terimbas China, Arah The Fed Masih ke September

Australia terimbas China, Arah The Fed Masih ke September

0a1y01e8719Gerak harga minyak mentah berjangka dilaporkan melemah moderat pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin (10/ 08/ 2015) ini. Gerak harga emas telah menyentuh level terendah multi bulanan setelah adanya laporan data yang mengecewakan dating dari negara China selama akhir pekan lalu. Laporan tidak menyenangkan tersebut adalah kondisi yang menunjukkan penurunan nilai ekspor di negara dengan tingkat ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut. Minyak WTI pada saat ini turun sebesar 31 sen di $48.30 US/ barel, setelah menyentuh level terendah dalam lebih dari enam bulan di $48.26.

Telah dilaporkan bahwa nilai ekspor di China mengalami penurunan sebesar 8.3% di bulan Juli. Angka tersebut adalah merupakan angka penurunan terbesar dalam empat bulan seiring lemahnya permintaan global untuk barang-barang China dan kuatnya mata uang Yuan yang telah melukai para manufaktur. Harga produsen di bulan Juli berada di titik terendah sejak akhir 2009, dan saat ini masih terus turun untuk periode lebih dari tiga tahun terakhir.

Kondisi perkembangan ekonomi China diperkirakan oleh pemerintah akan tumbuh sebesar 7% pada tahun ini, itu merupakan standar yang kuat untuk kondisi ekonomi global saat ini, namun beberapa ekonom yakin bahwa pertumbuhan China akan lebih lambat dari itu. Salah satu ekonom senior di salah satu bank di Melbourne mengatakan bahwa data perdagangan dari China selama akhir pekan lalu mungkin akan membuat pasar sedikit gelisah.

Nilai apresiasi mata uang USD masih berada di dekat level tertinggi empat bulan terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin (10/ 08/ 2015) ini. Kondisi ini terjadi setelah data kerja Amerika mendukung ekspektasi bahwa Federal Reserve masih pada jalurnya untuk naikan suku bunga paling cepat di bulan September.
Indeks USD saat ini menguat sekitar 0.1% dikisaran 97.63, setelah naik ke level tertinggi di 98.33 pada hari Jumat, yang merupakan level tertinggi sejak 23 April, setelah data menunjukkan angka Non Farm Payroll (NFP) naik sebesar 215.000 pada bulan lalu.

Hasil pada NFP Amerika pada bulan Jumat berada di bawah estimasi untuk kenaikan 223.000 pekerja namun oleh sebagian besar pelaku pasar hasil tersebut dipandang konsisten dengan pasar kerja yang kuat, dan laporan dua bulan sebelumnya juga direvisi untuk naik. Nilai Apresiasi mata uang USD naik ke level tertinggi dua bulan di 125.07 pada hari Jumat, dan saat ini naik sekitar 0.1% di 124.35.

Mata uang Aussie pada pekan lalu berhasil mencatat penguatan dua pekan beruntun, pernyataan Reserve Bank of Australia (RBA), serta data tenaga kerja Amerika yang lebih rendah dari ekspektasi membuat Aussie bergerak rally. Namun buruknya data dari China, yang merupakan mitra dagang utama Australia, membuat Aussie terkoreksi di awal pekan ini.

Setelah sekian lama, pihak berwenang RBA akhirnya mengubah pandangannya terhadap nilai apresiasi mata uang  Aussie. Saat ini nilai tukar Aussie dikatakan “sedang menyesuaikan terhadap pernurunan harga komoditas”, sedangkan sebelumnya pihak terkait RBA selalu mengatakan “nilai tukar aussie perlu turun lebih lanjut”. Pelaku pasar menganggap pernyataan terbaru RBA tersebut sebagai indikasi nilai tukar aussie telah mendekati fair value.

Sementara itu pada hari Jumat, data Non-Farm Payrolls Amerika dirilis sebanyak 215.000, lebih rendah dari ekspektasi ekonom 222.000, dengan tingkat pengangguran tetap sebesar 5,3%, dan rata-rata gaji naik seusai ekspektasi sebesar 0,2%.

Rally Aussie di hari Jumat untuk sementara terhenti akibat buruknya data China yang dirilis Sabtu lalu. Data dari General Administration of Customs menunjukkan ekspor di bulan Juli merosot 8,3%, lebih besar dari perkiraan penurunan 1% oleh para ekonom. Sementara impor anjlok 8,1%, sedikit lebih besar dari perkiraan penurunan 8%. Dari data ekspor-impor tersebut, China mencatat surplus neraca perdagangan sebesar $43,03 milyar, dibawah ekspektasi ekonom sebesar $53,25 milyar. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang AUD/ USD diperdagangkan dikisaran 0.7398, dengan level tertinggi harian 0.7416 dan terendah 0.7386

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Pasar Amati Perkembangan Capres Amerika, Greenback Terimbas Langkah FBI dan Rilis The Fed

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak masih melanjutkan gerak pelemahan terhadap Loonie pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, menyusul rilis data ketenagakerjaan Amerika

CFD News 0 Comments

Minyak Masih Di Zona Lemah, Aussie Tekan Greenback

Gerak nilai apresiasi Aussie dilaporkan tampak masih melanjutkan dominasinya terhadap Greenback di awal sesi perdagangan pasar di hari Jumat (04/ 11/ 2016) ini. Telah dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar

Response Pasar Saham Setelah The Fed Release

Sebagian besar saham Asia naik pada hari Senin (26/ 08/ 2013), setelah penurunan yang terjadi pada penjualan rumah hari Jum’at kemarin yang membuat sebagian kalangan berharap the Fed akan menunda

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image