Awali Minggu Ini, Gerak AUD Terdongkrak Pernyataan RBA

Awali Minggu Ini, Gerak AUD Terdongkrak Pernyataan RBA

Untitled-1Pada sesi perdagangan Asia di hari Senin (20/ 10/ 2014) ini, mata uang yen lanjutkan gerak pelemahan apresiasi terhadap mata uang USD. Hal ini terjadi setelah komentar dari gubernur bank sentral yang mempertahankan kebijaknnya. Namun hal lain terjadi pada gerak Apresiasi AUD/ USD. Dilaporkan bahwa mata uang AUD bergerak menguat apresiasinya pada hari Senin setelah pejabat bank sentral memberikan pernyataan tentang suku bunga. Indeks USD dilaporkan telah diperdagangkan melemah 0.04% di level 85.28.

Christopher Kent, Asisten Gubernur Reserve Bank of Australia (RBA), pada hari Senin ini mengatakan bahwa kebijakan moneter bank sentral saat ini dikonfigurasi untuk mendukung pertumbuhan permintaan melalui suku bunga rendah yang telah meningkatkan belanja dan mendorong naik harga aset. “Suku bunga rendah dapat mendorong pengeluaran lebih lanjut di masa mendatang, berikan insentif kepada para penabung untuk beralih ke aset beresiko, kembali ke aset berimbal hasil tinggi, dan mendorong naik harga aset untuk kepentingan orang-orang yang memiliki rumah dan ekuitas sendiri,” demikian yang dikatakan oleh Christopher Kent dalam pernyataannya. Dilaporkan bahwa aussie begerak di kisaran $0.8783, naik sebesar 0.45%. Dalam laporan minggu lalu telah disampaikan bahwa penguatan mata uang aussie pada akhir minggu lalu harus terpangkas setelah data ekonomi Amerika yang dirilis Jumat lalu menunjukkan gerak peningkatan kondisi ekonomi, dan membuat mata uang USD kembali menunjukkan ketangguhannya. Namun mata uang aussie masih berpeluang mencatat kenaikan mingguan setelah menguat tajam pada hari Rabu minggu lalu. Telah dilaporkan bahwa izin membangun di Amerika untuk bulan September adalah sebesar 1,02 juta lebih banyak dari bulan sebelumnya sebesar 1 juta. Data housing start bulan September juga tercatat sebesar 1,02 juta sesuai estimasi dan lebih banyak dari bulan sebelumnya 0,96 juta. Dari survey University of Michigan minggu lalu menunjukkan sentimen konsumen Amerika naik di bulan Oktober menjadi 86,4 dari bulan sebelumnya 84,6. Angka indeks tersebut sekaligus mematahkan estimasi para pelaku pasar atas penurunan menjadi 84,3, dan merupakan level tertinggi sejak bulan Juli 2007.

Dari Jepang dilaporkan bahwa, Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ), Haruiko Kuroda pada hari Senin ini mengumumkan bahwa ia tetap pertahankan pandangan resmi tingkat inflasi tahunan, yang diukur dalam harga konsumen inti kemungkinan akan tetap berada di sekitar 1.25% “untuk sementara waktu.” Hal ini tentu mempengaruhi apresiasi mata uang yen. Apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan hari ini tengah diperdagangkan menguat 0.32% di kisaran level 107.23. “Ekonomi Jepang tetap pada tren pemulihan sederhana, meskipun produksi telah alami penurunan di tengah mundurnya permintaan setelah kenaikan pajak konsumsi,” kata Kuroda dalam sambutannya yang disiapkan. Kuroda mengatakan bahwa perekonomian diperkirakan akan terus berlanjut pemulihan moderat sebagai efek dari April kenaikan pajak penjualan berkurang secara bertahap.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Keputusan ECB Melegakan Euro

Euro terapresiasi ke posisi tertinggi 1-minggu versus Dollar AS setelah European Central Bank tidak mensinyalkan akan adanya pemangkasan suku bunga di masa mendatang. ECB juga mempertahankan suku bunga acuan tidak

Forex News 0 Comments

Euro Mungkin Akan Lanjutkan Gerakan Ke Bawah 1.30

Euro bergerak turun ke rendahnya 3 pekan terhadap dollar AS di awal sesi perdagangan hari Jumat, dengan Euro yang berhasil menguji 1.3021 terkait penguatan dollar AS, setelah turun lebih dari

Berita 0 Comments

Yen Melemah ke Level Terendah dalam 2 Minggu

Mata uang yen Jepang mengalami penurunan yang signifikan (6/3). Mata uang Jepang ini melemah ke posisi paling rendah dalam dua minggu terhadap dollar AS. Turunnya minat terhadap mata uang safe

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image