Banyak Instrumen Pasar Terkoreksi, Sesi Pasar Asia Sepi

217833_443866282324111_2031212308_nDilaporkan bahwa indeks saham Jepang, Nikkei225, nilainya bergerak menguat untuk pertama kalinya sejak empat hari pada sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis (03/ 09/ 2014) ini. Hal tersebut terjadi seiring penguatan di bursa Wall Street telah meningkatkan sentimen dan aksi bargain hunter para pelaku pasar, yang telah menopang gerak nilai indeks yang terrus tertekan pada akhir-akhir ini. Kondisi liburnya sesi perdagangan pasar di China dan Hong Kong mungkin akan membuat pasar tetap lesu di sesi perdagangan pasar Asia hari ini.

Gerak nilai indeks Nikkei225 pada sesi perdagangan pasar Asia pagi ini terpantau bergerak positif, menguat sekitar 0.7%, atau 130 poin di 18,355. Gerak nilai indeks Nikkei225 sempat turun sekitar 0.4% pada sesi sebelumnya dalam volume perdagangan yang volatile. Selama dalam tiga sesi terakhir sampai pada sesi perdagangan pasar hari Rabu kemarin, gerak nilai indeks dilaporkan bergerak turun sekitar 5.4%.

Para pelaku pasar berasumsi bahwa pasar global mendapatkan beberapa sentimen positif meskipun masih ada beberapa kecemasan terhadap pertumbuhan perekonomian China, yang pasarnya ditutup pada hari Kamis dan Jumat untuk merayakan penandaan berakhirnya Perang Dunia ke II. Namun biasanya setiap ada reli pasti ada koreksi.

Analis di Chibagin Securities mengatakan bahwa sampai ekonomi negara China menjadi lebih jelas, maka tidak ada pemulihan yang berkelanjutan di pasar. Dia juga menambahkan bahwa para pelaku pasar akan fokus memperhatikan, apakah kondisi sentiment pasar akan mempertahankan ekspektasi bullish pada earnings untuk perusahaan Jepang yang perdagangannya terkait dengan China dan pasar global.

Dilaporkan mengenai kondisi perkembangan laju ekonomi di Korea Selatan bahwa kondisi Cadangan devisa Korea Selatan turun untuk bulan kedua di bulan Agustus. Hal tersebut merupakan sebuah tanda bahwa bank sentral mungkin melakukan intervensi untuk meredam penurunan pada nilai apresiasi mata uang Won.

Cadangan devisa Korea Selatan turun sebanyak $2.88 miliar US menjadi $367.94 miliar US, setelah penurunan sebanyak $3.93 miliar US yang menadai untuk penurunan terbesar dalam tiga tahun, data ditunjukkan oleh bank sentral pada hari Kamis. Nilai apresiasi mata uang Won bergerak melemah pada bulan lalu ke level terlemah sejak Oktober 2011 karena beberapa hal.

Hal-hal tersebut semisal adalah, kondisi perkembangan di China yang secara mengejutkan melakukan devaluasi nilai mata uang Yuan setelah memburuknya prospek ekspor mereka, melemahnya mata uang negara berkembang. Kondisi lain yang berperan dalam turunnya nilai apresiasi mata uang Won adalah, kondisi ketegangan militer antara Korea Utara dan Korea Selatan dalam menyoroti ketegangan di semenanjung Korea.

Analis mata uang di Samsung Futures Inc di Seoul mengatakan bahwa kami dapat menganggap penurunan di dalam cadangan devisa saat ini. Hal tersebut dikarenakan lembaga berwenang menjual kepemilikan dollarnya di pasar. Pemerintah akan menyesuaikan laju penurunan di dalam cadangan terhadap pergerakan mata uang domestik, dan pergerakan di mata uang Asia akan menjadi fokus untuk beberapa kedepan.

Gerak harga minyak mentah Amerika dilaporkan pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (03/ 09/ 2015) ini, bergerak melemah, kembali terkoreksi dan bergerak turun ke bawah $46 US/ barel. Hal tersebut terjadi, setelah kenaikan di dalam cadangan minyak mentah Amerika dan gerak nilai apresiasi mata uang USD yang bergerak kuat juga membebani gerak harga komoditas minyak.

Dilaporkan bahwa gerak harga minyak mentah Amerika untuk pengiriman bulan Oktober turun sebesar 46 sen di kisaran $45.79 US/ barel, setelah berakhir 84 sen lebih tinggi pada sesi sebelumnya. Dilaporkan juga bahwa nilai harga minyak Brent untuk kontrak bulan Oktober turun sebesar 48 sen menjadi $50.02 per barel. setelah sebelumnya menguat sebesar 94 sen pada sesi sebelumnya.

Cadangan minyak mentah Amerika naik sebanyak 4.7 juta barel menjadi 455.4 juta dalam pekan yang berakhir sampai 28 Agustus, itu adalah salah satu kenaikan terbesar sejak bulan April, data ditunjukkan oleh Energy Information Adminstration pada hari Rabu kemarin. Sebelumnya para pelaku pasar memperkirakan bahwa cadangan minyak Amerika masih tidak berubah.

Sedangkan untuk cadangan minyak di Cushing, Oklahoma, dilaporkan mengalami kondisi turun sebanyak 388.000 barel, data juga ditunjukkan oleh Energy Information Adminstration, dan cadangan bensin Amerika turun sebanyak 271.000 barel, dibandingkan dengan ekspektasi untuk penurunan yaitu sekitar 1.3 juta barel.

Dari Australia, rilis laporan Produk Domestik Bruto (PDB) Australia yang ternyata dibawah estimasi membuat nilai apresiasi mata uang Australian Dollar, atau lazim disebut dengan Aussie, kembali bergerak melemah di awal perdagangan Rabu kemarin, hingga menyentuh level terendah enam tahun baru.

Nilai apresiai mata uang Aussie yang sebelumnya terus terbebani sentimen dari luar, khususnya China, kini semakin terpukul akibat buruknya data domestik. Biro Statistik Australia melaporkan PDB kuartal kedua tumbuh 0,2%, lebih rendah dari estimasi ekonom sebesar 0,4%, serta jauh dibawah pertumbuhan kuartal pertama sebesar 0,9%.

Nilai apresiasi mata uang Aussie untuk kali pertama sejak April 2009 tembus ke bawah level $0.70. Aussie akhirnya mampu bangkit dan berakhir menguat kemungkinan akibat aksi short covering para pelaku pasar. Harga minyak yang sempat bergerak rebound juga memberikan dorongan bagi mata uang komoditas ini.

Perusahaan jasa finansial yang bermarkas di Sydney, AMP Ltd., dengan melalui kepala ekonomnya memperkirakan nilai apresiasi mata uang Aussie akan menyentuh $0.68 US di akhir tahun ini, dan di tahun 2016 melanjutkan pelemahan hingga menyentuh $0.60 US. Prediksi tersebut diberikan melihat dari turunnya harga komoditas, pelambatan ekonomi China serta global, dan pertumbuhan sektor non-pertambangan Australia yang belum mampu mengimbangi penurunan sektor pertambangan.

Data domestik hari ini kembali menjadi perhatian, Australia akan melaporkan data penjualan ritel bulan Juli yang diperkirakan naik 0,4%, dibandingkan bulan Juni yang naik 0,7%. Melambatnya laju pertumbuhan penjualan ritel menjadi sebagai salah satu gambaran belum cukup tangguhnya kondisi transisi ekonomi dari booming investasi pertambangan ke sektor non-pertambangan. Data neraca perdagangan Australia bulan Juli juga akan dirilis hari ini.

Pada sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis (03/ 09/ 2015) hari ini, apresiasi mata uang AUD/ USD diperdagangkan di kisaran level 0.7045, setelah sempat menguat ke area 0.7061. Pada hari Rabu kemarin dilaporkan bahwa apresiasi mata uang AUD/ USD telah ditutup pada level 0.7040, dengan level terendah harian 0.6982 dan tertinggi 0.7047.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Response Pasar Saham Setelah The Fed Release

Sebagian besar saham Asia naik pada hari Senin (26/ 08/ 2013), setelah penurunan yang terjadi pada penjualan rumah hari Jum’at kemarin yang membuat sebagian kalangan berharap the Fed akan menunda

Fundamental 2 Comments

China Dapatkan Investor, FOMC Jadi Perhatian Pasar

Gerak harga emas dilaporkan telah ditutup menetap pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (18/ 08/ 2015) pada hari Rabu dini hari tadi. Gerak harga emas telah mencatatkan keuntungan tipis

Berita 0 Comments

BoC Tentukan Keputusan, Bursa Saham Asia Dibuka Terkoreksi

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD bergerak melemah pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu kemarin. Gerak nilai apresiasi Loonie telah bergerak melemah di kisaran level

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image