Beberapa Zona Pasar Libur, Gerak Harga Masih Terimbas The Fed’s Decission

bursa-wallstreetPada sesi perdagangan pasar Asia hari Senin (21/ 09/ 2015) ini, sesi perdagangan di pasar Jepang ditutup untuk hari libur mulai dari hari Senin sampai dengan hari Rabu mendatang. Saat ini pasar Jepang ditutup hingga Rabu untuk liburan, bursa saham Australia dan Korea ditutup melemah di bursa saham Amerika hari Sabtu dini hari kemarin segera setelah pengumuman dari The Fed.

Pada sesi perdagangan pasar Asia hari Senin (21/ 09/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas spot LLG terpantau cenderung bergerak melemah tipis. Gerak harga emas diperdagangkan di bawah level penutupan akhir pekan lalu yaitu pada posisi $ 1.137,90 US/ troy ons. Pada sesi perdagangan pasar hari ini, gerak harga emas spot masih berpotensi untuk melanjutkan pergerakan menguatnya. Keengganan pihak berwenang The Fed untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan dalam waktu dekat membuat gairah para pelaku pasar untuk berspekulasi di perdagangan pasar emas jadi kembali.

Telah dilaporkan bahwa gerak harga emas berjangka pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu telah melemah kuat, merangsek ke level tertinggi kedua untuk bulan September. Hal tersebut terjadi, karena harga rally setelah adanya keputusan saat FOMC oleh pihak berwenang dari Federal Reserve. Keputusan yang diambil oleh pihak berwenang dari The Fed pada saat FOMC tersebut adalah, bahwa The Fed memutuskan untuk mempertahankan suku bunga pada tingkat yang masih rendah secara historis.

Pada akhir pertemuan FOMC pada Jumat dini hari lalu, The Fed mengatakan bahwa suku bunga masih ditahan rendah karena bank sentral berpendapat bahwa peningkatan kondisi sektor tenaga kerja di Amerika masih belum cukup kokoh untuk menahan kenaikan suku bunga acuan saat ini. Federal Reserve juga masih mengkhawatirkan kondisi ekonomi global yang sedang lesu.

Telah dilaporkan bahwa gerak harga emas untuk pengiriman Desember bergerak melonjak senilai $ 20,80 US atau 1,9% untuk selanjutnya menetap di level $ 1,137.80 US/ ons di Comex. Kondisi ini merupakan keadaan penutupan harga dimana penutupan harga tersebut adalah penyelesaian tertinggi sejak September 1. Gerak harga perak untuk pengiriman Desember telah juga dilaporkan bergerak menguat senilai 17,9 sen atau 1,2% ke kisaran level harga $15,163 pUS/ ons. Pada sesi perdagangan pasar minggu lalu, gerak harga emas telah membukukan angka keuntungan sekitar 3,1%, sedangkan untuk perak telah naik sekitar 4,5%.

Juga telah dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar di Senin (21/ 09/ 2015) ini, gerak harga emas yang dijual oleh PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) kembali naik sekitar Rp 3.000/ gram hingga menjadi senilai Rp 573 ribu/ gram. Dalam kurun waktu sepanjang pekan lalu gerak harga emas Antam telah tercatat naik hingga senilai Rp 13 ribu per gram. Mengenai harga buyback emas Antam, dilaprokan naik Rp 2.000/ gram sehingga menjadi senilai Rp 505 ribu/ gram. Berikut adalah daftar harga emas yang dijual oleh Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 266.800.000, pecahan 250 gram - Rp 133.500.000, pecahan 100 gram - Rp 53.450.000, pecahan 50 gram - Rp 26.750.000, pecahan 25 gram - Rp 13.500.000, pecahan 10 gram - Rp 5.390.000, pecahan 5 gram - Rp 2.720.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 573.000.

Saat sehari sebelumnya, pada sesi akhir perdagangan pasar hari Kamis lalu, gerak harga emas tengah menetap lebih rendah di perdagangan elektronik setelah The Fed memilih untuk mempertahankan tingkat suku bunga Amerika, meskipun secara tersirat masih ada kemungkinan untuk naik pada akhir tahun ini. Juga telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga tembaga untuk pengiriman tiga bulan turun menjadi $ 5.245 US/ metrik ton. Sementara nikel menguat 1,6 %, industri logam lainnya mengalami penurunan, dengan seng turun 0,3 %.

Pada sesi perdagangan pasar Asia hari Senin (21/ 09/ 2015) ini, gerak harga emas berpotensi mengetes level resistance pada posisi $ 1.142 US/ troy ons. Apabila ternyata gerak harga mampu berhasil menembus level tersebut, maka gerak harga emas akan berpotensi melanjutkan gerak kenaikannya lagi ke level $ 1.148 US. Jika ternyata yang terjadi justru pergerakan retreat, maka gerak haraga emas akan mencoba ke level support pada posisi $ 1.130 US. Jika level tersebut berhasil ditembus maka gerak harga emas akan melanjutkan gerak penurunannya ke posisi $ 1.125 US.

Menguatnya gerak harga emas juga tidak terpisahkan dari penurunan nilai apresiasi mata uang USD. Indeks USD langsung terpukul setelah The Fed mengatakan suku bunga acuan masih ditahan. Kondisi ini dimanfaatkan oleh para pelaku pasar untuk meningkatkan aksi beli. Indeks USD terpantau melemah hingga mencapai posisi paling rendah dalam tiga minggu. Telah juga dilaporkan bahwa nilai harga obligasi mengalami kenaikan dan nilai yield obligasi turun.

Gerak nilai harga minyak sedikit menguat di awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Senin (21/ 09/ 2015) ini. Hal tersebut terjadi karena melambatnya tingkat pengeboran di Amerika. Perusahaan energi Amerika mengurangi jumlah pengeboran rig untuk pekan ketiga berturut-turut pada pekan lalu, ini merupakan sebuah tanda bahwa pelemahan terbaru di pasar minyak telah menyebabkan para pengebor menahan rencana produksi mereka, memicu kenaikan tipis pada gerak nilai harga minyak di hari Senin ini.

Para pelaku pasar mengestimasikan bahwa produksi Amerika yang direncanakan senilai $1.5 US triliun tidak terlihat ekonomis di harga $50 US per barel atau lebih rendah. Para pelaku pasar berpendapat, mengatakan bahwa harga yang rendah telah mulai berikan dampak terhadap produksi karena para pengbor mulai menurunkan jumlah proyek baru, terutama di Amerika Utara yang sangat sensitif terhadap biaya dimana para pengebor bereaksi cepat untuk merubah harga.

Gerak harga minyak berjangka pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu dilaporkan mengalami gerak penurunan harian terbesar dalam hampir tiga minggu karena keputusan Federal Reserve minggu lalu. untuk mempertahankan tingkat suku bunga yang ternyata tidak merubah kekhawatiran atas penurunan permintaan komoditas minyak dan energi. Gerak nilai harga minyak gagal menemukan mendapatkan banyak dukungan bahkan setelah data yang dirilis Jumat menunjukkan penurunan mingguan ketiga rig aktif pengeboran minyak Amerika secara berturut-turut.

Dilaporkan bahwa West Texas Intermediate untuk pengiriman Oktober menetap di level $ 44,68 US /per barel, turun $ 2,22 atau 4,7%, di New York Mercantile Exchange. Harga ini adalah titik kerugian terbesar minyak sejak 1 September lalu atau 0,1%, lebih tinggi dari titik penutupan minggu lalu pada level $ 44,63 US. Di bursa ICE Futures London, Brent pengiriman November turun $ 1,61 US, atau sekitar 3,3% ke level $ 47,47 US/ barel. Kontrak brent kehilangan 3,2% untuk minggu ini.

Menilik perdagangan saham dunia, telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa saham China dan Hong Kong turut dibuka dengan kondisi melemah di awal perdagangan hari Senin (21/ 09/ 2015) ini. Kiriman sentimen negatif dari bursa saham Amerika membawa bursa-bursa utama Asia ke zona merah. Kecemasan akan pelambatan ekonomi global membuat bursa saham Amerika bergerak merosot pada hari Jumat lalu, setelah keputusan Federal Reserve mempertahankan suku bunga. Pelambatan gerak laju ekonomi global, volatilitas pasar finansial, dan rendahnya inflasi di Amerika menjadi latar belakang pengambilan keputusan tersebut.

Presiden Federal Reserve San Fransisco, John Williams, pada hari minggu kemarin juga membenarkan hal tersebut. Williams yang merupakan anggota voting kebijakan Federal Reserve menyebut pasar tenaga kerja Amerika nyaris full employment. Meski demikian, namun kecemasan akan ekonomi global dan pasar finansial membuat para pembuat kebijakan memilih mempertahankan suku bunga. Ia juga mengatakan keputusan mempertahankan suku bunga hampir berimbang dengan menaikkan suku bunga, dan memperkirakan suku bunga tetap akan naik di tahun ini.

Indeks Shanghai Composite China dilaporkan berhasil berbalik menguat 0,19% menjadi 3.103,79, sedangkan indeks Hang Seng 33 Hong Kong masih tertahan di zona merah dengan melemah 1,32% menjadi 21.630,28. Untuk Hang Seng Futures diperdagangkan dikisaran 21608, dengan level tertinggi harian 21707, dan terendah 21454. Apresiasi mata uang uni Eropa, Euro, memperpanjang penurunannya dari hari Jumat, yang merupakan terbesar dalam tiga pekan, karena para trader mengantisipasi bahwa pejabat European Central Bank akan terus menunjukkan kesiapannya untuk kebijakan pelonggaran moneter di tengah resiko melambatnya pertumbuhan dan inflasi.

Mata uang di zona Eropa tersebut tergelincir pada sesi perdagnagn pasar hari Jumat lalu. Hal tersebut terjadi karena anggota dewan eksekutif ECB, Benoit Coeure menekankan bahwa lintasan kebijakan antara Amerika Serikat dan Eropa masih “akan sangat berbeda,” walaupun The Fed menahan diri untuk menaikan suku bunga pada pekan lalu. Rekannya yaitu Ewald Nowotny dan Peter Praet dijadwalkan akan berpidato pada hari Senin.

Pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Eeuro mungkin akan terbatas setelah Alexis Tsipras kembali ke kursi kekuasaan di Yunani setelah kemenangan yang solid dalam pemilu, mempertahankan agenda reformasi di jalurnya sebelum dikaji ulang oleh kalangan internasional pada akhir tahun ini. Telah dilaporkan dari Yunani bahwa, partai Syriza kembali memenangkan pemilu kedua dalam setahun. Alex Tsipras akan kembali mejadi Perdana Menteri setelah mengundurkan diri dan meminta diadakan pemilu pada bulan lalu setelah terjadi perpecahan di tubuh partai Syriza.

Salah satu analis mata uang di bank ANZ di Selandia Baru mengatakan bahwa komentar Coeure menunjukkan bahwa reaksi The Fed adalah taktik sementara dan itu berarti bahwa ECB harus siap untuk melakukan lebih. Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD akan berada di bawah tekanan untuk di jual dari kondisi fundamental saat ini.

Mata uang tunggal dilaporkan sempat bergerak di kisaran level $1.1305 setelah turun sebesar 1.2% ke level $1.1298 pada hari Jumat. Nilai Apresiasi mata uang Euro hanya sedikit berubah terhadap yen di 135.47. Niali apresiasi mata uang USD sedikit melemahata mata uang jepang, Yen, dengan berada di 119.84 dari sebelumnya di 119.98.
.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Gerak Harga Emas Besar Kemungkinan Stagnan Sampai FOMC

Dilaporkan bahwa gerak harga emas telah mencatatkan angka keuntungan yang tajam dalam dua sesi perdagangan pasar dengan secara berturut-turut. Tingkat spekulasi dari para pelaku pasar meningkat tajam menjelang pertemuan FOMC

Fundamental 0 Comments

Pelaku Pasar Masih Fokus Atas China, Gerak Harga Minyak Terkoreksi

Gerak nilai saham Asia bergerak secara negatif pada awal sesi perdagangan pasar hari Kamis (10/ 09/ 2015)ini. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar yang tengah mencerna beberapa data ekonomi

Komoditas 0 Comments

Sterling Menggeliat Kuat Usai Sesi Amerika, Referendum Inggris Imbas Kuat Pasar Global

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah bergerak menguat di awal sesi perdagangan pasar di hari Kamis (23/ 06/ 2016). Gerak nilai apresiasi mata uang Sterling dilaporkan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image