BoE Diterpa Isu, Minyak Tampak Melemah

mulan-jameelax-netDilaporkan bahwa Gubernur Bank of England (BoE), Mark Carney, berada dalam tekanan untuk mengundurkan diri sebelum berakhir sebelum masa kerjanya berakhir oleh para pendukung Brexit. Mark Carney dianggap mendukung Inggris untuk bertahan di Uni Eropa, sementara BoE merupakan suatu institusi yang independen, dan terhindar dari nuansa politik.

Masa kerja Mark Carney berakhir pada 2018, dan dapat diperpanjang hingga 2021. Isu menyebutkan jika Mark Carney akan mengumumkan apakah akan mengundurkan diri di 2018, atau akan melanjutkan hingga 2021 pada rapat kebijakan moneter pada hari Kamis pekan ini. Pihak berwenangng dari BoE telah membantah isu tersebut.

Mark Carney pada pekan lalu sempat mengatakan akan mengumumkan keputusan “pribadi” apakah akan mengundurkan diri di tahun 2018 atau melanjutkan masa kerjanya hingga 2021. Pihak BoE saat ini berada dalam tekanan untuk mengakui salah memprediksi dampak Brexit terhadap perekonomian Inggris. Hingga saat ini belum terlihat dampak negatif yang signifikan dari keluarnya Inggris dari Uni Eropa, pertumbuhan ekonomi di kuartal III sebesar 0,5%, lebih rendah dari kuartal II sebesar 0,7%, namun lebih baik tinggi perkiraan ekonom 0,3%.

Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling yang merosot tajam pasca Brexit, ditambah dengan penurunan suku bunga serta penambahan pembelian aset BoE pada bulan Agustus lalu membuat kurs sterling semakin merosot dan inflasi diperkirakan akan melampaui target 2% di 2017. Kenaikan tajam inflasi tersebut berpotensi memukul sektor belanja rumah tangga, yang turut menyeret pertumbuhan ekonomi Inggris.

Jika Mark Carney mengumumkan pengunduran diri pada hari Kamis, pasar kemungkinan akan mengaitkan hal tersebut dengan spekulasi kesalahan prediksi dari BoE. Jika hal tersebut terjadi, gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD kemungkinan akan kembali melemah, setidaknya di pasca pengumuman tersebut akibat ketidakpastian akan pemimpin BoE kedepannya.

Gerak nilai harga di bursa saham Jepang, Nikkei, dilaporkan telah beergerak melemah di awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin (31/ 10/ 2016) ini. Hal tersebut terjadi, karena adanya sentimen negatif datang dari Amerika, serta gerak nilai apresiasi mata uang Yen yang menguat terhadap Greenback.

Kembali dibukanya kasus email Hillary Clinton menimbulkan kecemasan di pasar akibat ketidakpastian kondisi politik di Amerika. Pada hari Jumat waktu setempat, Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) memutuskan untuk mengkaji ulang email-email Clinton yang menggunakan server pribadi selama menjabat Menteri Luar Negeri Amerika.

DIrektur FBI, James Comey, mengatakan akan melakukan langkah-langkah penyelidikan untuk mencari tahu apakah email tersebut berisi rahasia negara atau tidak. Akibat hal tersebut, Gerak nilai apresiasi mata uang Yen menguat terhadap Greenback dan diperdagangkan di bawah level 104. Di pembukaan sesi perdagangan pasar hari ini gerak nilai apresiasi mata uang Yen bahkan sempat menyentuh level 104.38.

Gerak nilai harga spot Nikkei dilaporkan bergerak melemah 0,44% menjadi 17369,48. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga Nikkei Futures telah sempat diperdagangkan di kisaran level harga 17380.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan tengah melanjutkan gerak melemah pada sesi perdagangan pasar di hari Senin ini, setelah negara-negara kubu non-OPEC tidak jelas komitmennya pada usaha OPEC untuk membatasi produksi minyak dalam rangka menaikkan harganya di pasaran -sikap yang menunjukkan mereka ingin OPEC untuk memecahkan perbedaan yang pertama. Pejabat dan ahli perminyakan dari negara-negara anggota OPEC dan non-OPEC termasuk Azerbaijan, Brazil, Kazakhstan, Mexico, Oman dan Russia bertemu dalam rangka konsultasi di Wina JUmat dan Sabtu pekan lalu dan setuju untuk bertemu sekali lagi sebelum pertemuan reguler resmi OPEC 30 November mendatang di tempat sama.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember turun 36 sen, atau 0,7 persen. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI untuk pengiriman Desember diperdagangkan di kisaran level harga $48,34 US/ barel, setelah ditutup turun $1,02 pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu.

Pihak Russia berharap bisa menaikkan produksinya hingga 0,7 persen tahun depan dan selanjutnya 0,9 % di tahun depan, demikian isi dari draf anggaran pemerintah pusat Russia. Produksi minyak mentah terlihat pada rekor tinggi 548 juta ton pada 2017 dan 553 juta ton di 2018 dan 2019, naik dari sekitar 544 juta ton tahun ini, isi dokumen menunjukkan.

Walau ada rencana kenaikan produksi Rusia, namun pertemuan di Wina akhir pekan lalu seolah menutupi fakta ini. Hal tersebut terasumsikan, karena pihak OPEC dan non-OPEC dalam pernyataan bersamanya pada akhir pertemuan menyatakan ada “perkembangan positif” menyongsong kesepakatan pembatasan produksi di pertemuan 30 November mendatang.

About author

You might also like

Umum

GreenbacK Sedang Koreksi, Taking Profit Terjadi Di Minyak

Air Jordan 12 Wolf Grey/White/Black-Wolf GreyAir Jordan 12 Ovo For SaleAir Jordan 12 Ovo White And Gold Release Datejordan 7 olympic for saleAir Jordan 12 Ovo For SaleAir Jordan 12

Berita 0 Comments

Bursa Wall Street Menguat, Minyak Terkoreksi Di Awal Sesi

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD, telah bergerak naik tipis pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah

CFD News 0 Comments

Gerak Nilai Harga Minyak Sempat Rally, Laju Ekonomi China Masih Lesu

Gerak nilai apresiasi mata uang Eurogroup, yaitu mata uang Euro, dilaporkan bergerak berbalik melemah terhadap Greenback. Kondisi tersebut terjadi, setelah secara mengejutkan laju inflasi di Jerman bergerak melambat pada bulan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image