Bursa Wall Street Menguat, Minyak Terkoreksi Di Awal Sesi

0_usa_10152999_567681066709603_1818365415629373903_nTelah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD, telah bergerak naik tipis pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah sempat diperdagangkan di kisaran level 12437.

Tampak bahwa reaksi para pelaku pasar terhadap proses dimulainya tahap perpisahan negara Inggris dari Uni Eropa tidak membawa pelemahan pada gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling. Perdana Menteri Inggris Theresa May telah memulai masa pemisahan diri negara Inggris dari Uni Eropa yang akan memakan waktu dua tahun pada Rabu kemarin. Theresa May telah mengirim surat pemberitahuan ke markas Uni Eropa di Brussels, Belgia, bahwa negaranya bermaksud mengakhiri hubungan yang terjalin selama lebih dari 44 tahun.

Theresa May telah menarik Pasal 50 pada hari Rabu siang hari waktu Brussels, Belgia, saat duta besar Inggris untuk Uni Eropa, Sir Tim Barrow, menyerahkan surat “pemberitahuan penarikan diri” ini kepada Donald Tusk, Presiden Dewan Uni Eropa. Negara Inggris ingin menjalin hubungannya dengan dunia internasional dengan tatanan baru pasca-perpisahan dengan Uni Eropa. “Ini momen bersejarah dimana tidak ada peluang kembali lagi,” demikian yang disampaikan oleh Theresa May.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa saham Wall Street, Amerika, telah ditutup menguat pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat dini hari (31/ 03/ 2017). Hal tersebut terjadi, karena adanya rilis data ekonomi Amerika yang positif.

Produk Domestik Bruto (PDB) Amerika dilaporkan telah meningkat pada tingkat tahunan sebesar 2,1 % di kuartal keempat 2016, di atas konsensus pasar 2,0 %. Hal tersebut telah mengacu estimasi ketiga yang yang dirilis Departemen Perdagangan, pada hari Kamis (30/ 03/ 2017) kemarin. Telah dilaporkan bahwa sebelumnya, pada kuartal ketiga 2016, PDB riil meningkat sekitar 3,5 %.

Hasil rilis data ekonomi Amerika lainnya padasesi perdagangan pasar Amerika di hari Kamis (30/ 03/ 2017) adalah dari Departemen Tenaga Kerja Amerika. Departemen Tenaga Kerja Amerika telah melaporkan bahwa, pada catatan akhir pekan yang berakhir pada tanggal 25 Maret, angka pendahuluan klaim pengangguran awal mencapai 258.000.

Angka hasil laporan klaim pengangguran awal tersebut, telah turun sekitar 3.000 jiwa dari sebelumnya yaitu sebesar 261.000 jiwa. Sementara rata-rata pergerakan empat minggu mencapai 254.250, meningkat 7.750 dari hasil laporan di pekan sebelumnya yang berada di angka 246.500 jiwa.

Gerak nilai harga Indeks saham Dow Jones Industrial Average (DJIA) dilaporkan telah pula bergerak menguat naik. Gerak nilai harga Indeks saham DJIA sempat menguat sebesar 69,17 poin atau sekitar 0,33 % menjadi 20.728,49 poin.
Gerak nilai harga Indeks saham Nasdaq dilaporkan telah mampu mencatatkan rekor penutupan baru. Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq naik sebesar 16,80 poin atau sekitar 0,28 % menjadi 5.914,34 poin.

Pencapaian perolehan dari gerak nilai harga Indeks saham Nasdaq tersebut telah menembus rekor penutupan tertinggi baru. Hal tersebut terjadi, karena adanya revisi data pertumbuhan ekonomi lebih baik dari perkiraan.
Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga indeks saham S&P 500 turut pula bergerak menguat. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 telah bertambah sebesar 6,93 poin atau sekitar 0,29 % menjadi 2.368,06 poin.

Adanya aksi beli saham oleh para pelaku pasar pada hari Kamis (30/ 03/ 2017) terjadi, adalah juga karena didorong oleh adanya kenaikan dari gerak nilai harga komoditas minyak mentah. Hal tersebut terjadi, karena laporan produsen minyak mentah utama dunia kemungkinan memperpanjang kesepakatan pemotongan produksi yang akan berakhir Juni.

Para pelaku pasar juga tampaknya masih terus memantau dampak dari pernyataan para pejabat dari Federal Reserve. Loretta Mester, Presiden The Fed Cleveland, memperkirakan pertumbuhan PDB di atas 2,0 % pada 2017, dan ada kemungkinan inflasi 2,0 % pada tahun depan atau berikutnya.

Loretta Mester juga memperkirakan bahwa pihak dari The Fed akan menaikkan suku bunga lagi tahun ini. Meski demikian, namun Loretta Mester tidak menjelaskan berapa kali kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed tersebut akan dilakukan.
Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah terkoreksi melemah turun pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah bergerak melemah ke kisaran level harga $50.08 US/ barel. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar yang melakukan aksi provit taking setelah gerak nilai harga komoditas minyak mentah naik dalam kurun waktu selama tiga hari beruntun, dibalik ekspektasi bahwa pengurangan produksi yang dipimpin oleh OPEC yang awalnya akan berakhir di semester pertama tahun ini akan diperpanjang waktunya.

Meskipun gerak nilai harga komoditas minyak mentah telah terkoreksi melemah turun, namun gerak nilai harga komoditas minyak mentah masih lebih tinggi 4% dari awal permulaan gerak reli selama tiga hari terakhir di hari Selasa. Para pelaku pasar saat ini lebih cenderung mengambil sentimen bahwa kesepakatan pengurangan produksi oleh Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) dan non OPEC seperti Rusia akan menopang gerak nilai harga komoditas minyak mentah menjadi lebih tinggi.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Data CPI akan Tentukan Prospek Aussie Dollar

Dari sekian banyak laporan ekonomi yang akan memotori pergerakan di pasar uang, data consumer price index atau CPI Australia dianggap sebagai indikator yang paling berpengaruh terhadap prospek nilai tukar Dollar

Berita 0 Comments

Major Bereaksi, Menggeliat Setelah FOMC Meeting Minutes

USD apresiasinya bergerak menguat terhadap mata uang yen, setelah dirilisnya laporan dari pertemuan kebijakan the Fed’s bulan Maret. Pergerakan harga dalam perdagangan semalam adalah dikarenakan reaksi pasar terhadap komentar dari

Komoditas 0 Comments

Komoditas Logam Mengalami Koreksi Bearish, Langkah The Fed Disanksikan Pasar

Perdagangan pasar komoditi emas kembali diperdagangkan melemah selama sesi perdagangan akhir pekan. Pasar mengalami kerugian tajam yang hampir menghapus keuntungan selama sesi perdagangan Rabu (18/ 09/ 2013) setelah pertemuan FOMC

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image