Bursa Wall Street Terkapar, Kebijakan BoJ Kembali Dongkrak Yen

5a9efb04892116cd4425d1cb3976f185Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan telah bergerak menguat terhadap Greenback pada pembukaan sesi perdagangan pasar Asia. Hal tersebut terjadi, setelah pihak berwenang dari Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk tetap mempertahankan kebijakan moneternya, yaitu mempertahankan suku bunga negatif.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY telah sempat diperdagangkan di kisaran level 104.87 setelah pengumuan tersebut, setelah sebelumnya di posisi 105.21 sebelum pengumuman. Keputusan pihak berwenang dari BoJ diumumkan saat bursa saham Jepang memasuki istirahat setelah sesi I.

Dilaporkan bahwa, pada akhir sesi I, indeks saham Nikkei ditutup melemah 1,10% ke level 15.744,80; Indeks futures Nikkei di Chicago turun 1,97% di kisaran level 15.650 sementara indeks futures Osaka turun 1,32% ke level 15.690. Penguatan Gerak nilai apresiasi mata uang Yen terjadi kendati penetapan bunga negatif semula ditujukan untuk memperlemah gerak nilai apresiasi mata uang Yen.

Sebelum pengumuman BoJ, juru bicara pemerintah mengatakan pergerakan yen diawasi ketat, dan apresiasi yen saat ini hanalah aksi spekulatif dan terlalu cepat. Sebagian besar pasar Asia diperdagangkan melemah seiring sikap para pelaku pasar merespons keputusan The Fed yang mempertahankan bunga di 0,5%.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling berpeluang terkoreksi anjlok sebanyak 11% terhadap major currencies, jika Inggris memilih untuk meninggalkan Uni Eropa pada tanggal 23 Juni nanti, demikian menurut analis Goldman Sachs pada hari Rabu. Jika “Brexit” terjadi, yang ditakutkan akan melukai perekonomian Eropa, maka gerak nilai apresiasi mata uang Euro juga akan melemah sebesar 4%, menurut analis Goldman.

Proyeksi terkini dari Goldman lebih ringan dari proyeksi sebelumnya pada awal Februari yaitu pelemahan sebesar 15-20%. Polling terkini membeirkan sinyal yang mix mengenai hasil voting pada referendum. Jika trader akan melepas mata uang Sterling dan Euro akibat Brexit, mereka akan memborong mata uang safe-haven, demikian menurut Goldman Sachs.

Goldman memperkirakan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Yen akan terapresiasi sebesar 14% terhadap Major currencies. Diperkirakan juga bahwa gerak nilai apresiasi mata uang franc Swiss akan menguat sebanyak 3% dan krona Norwegia menguat sebesar 3%.

Gerak nilai harga di bursa saham Wall Street dilaporkan telah gagal mempertahankan gerak penguatannya, dengan ditutup negatif pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, setelah pertemuan Federal Reserve dan konferensi pers Ketua Janet Yellen, dengan sebagian besar pelemahan dipicu oleh kekhawatiran bahwa keretakan Uni Eropa akan merusak perekonomian global yang sudah lemah.

The Fed memutuskan untuk menunda kenaikan suku bunga dan menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi, namun masih mengharapkan 2 kenaikan suku bunga di tahun ini. Sementara Ketua The Fed, Janet Yellen, dalam sebuah konferensi pers setelah merilis keputusan kebijakan mengatakan bahwa, jika risiko ‘Brexit’ menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keputusan hari Rabu.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga di indeks saham Dow Jones Industrial Average telah tergelincir sekitar 0,20%. Gerak nilai harga di Indeks saham Dow Jones Industrial Average telah ditutup pada 17640.17, dengan dipimpin oleh penurunan gerak nilai harga saham perusahaan Intel sekitar 1,65%.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga di indeks saham S&P 500 telah juga ditutup turun sekitar 0,18% di kisaran level harga 2071.50, dengan sektor utilitas memimpin pelemahan 6 sektor lainnya.

Gerak nilai harga di indeks saham Nasdaq Composite juga dilaporkan telah berakhir dengan kondisi melemah sekitar 0,18% lebih rendah. Gerak nilai harga di indeks saham Nasdaq Composite dilaporkan telah ditutup dengan berada di kisaran level harga 4834.93.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak berjangka berakhir lebih rendah pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Kondisi tersebut terjadi, karena ditekan oleh kekhawatiran para pelaku pasar terhadap permintaan energi global setelah mengecewakannya data ekonomi Amerika, dan juga karena menjelang refrendum Inggris yang dijadwalkan pekan depan. Penurunan moderat dalam pasokan minyak mentah Amerika serta keputusan Federal Reserve yang mempertahankan suku bunganya gagal berikan dukungan terhadap gerak nilai harga komoditas minyak.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak WTI telah turun ke kisaran level harga $ 48 US. Gerak nilai harga komoditas minyak WTI West Texas Intermediate dilaporkan melemah sekitar 48 sen atau 1% dengan tercatat di kisaran harga $48.01 US/ barel di New York Mercantile Exchange, menandi penurunan untuk lima sesi beruntun.

Meski demikian, namun tetap berhasil memangkas kerugiannya dan terlihat bergerak sedikit lebih tinggi. Hal tersebut terjadi, setelah Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa pasokan minyak mentah Amerika telah turun.
Pihak berwenang dari Energy Information Administration (EIA) melaporkan bahwa pasokan minyak mentah Amerika telah turun sebanyak 900.000 barel untuk pekan yang berakhir 10 Juni.

Hal tersebut kontradiksi dengan kenaikan 1.2 juta barel seperti yang dilaporkan oleh American Petroleum Institute (API) pada akhir perdagangan pasar di hari Selasa. Meski demikian, namun pasokan minyak mentah Amerika masih di bawah perkiraan untuk penurunan 1.4 juta barel yang diperkirakan oleh analis yang disurvei oleh S&P Global Platts.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

FOMC Pengaruhi USD, Para Pelaku Pasar Pertimbangkan Lirik Pasar Lain

Pada sesi perdagangan hari ini, dilaporkan bahwa indeks USD kembali diperdagangkan melemah. Hal ini menandai kerugian dalam empat sesi perdagangan berturut-turut, setelah Federal Reserve menungkapkan bahwa kenaikan mata uang USD

Komoditas 0 Comments

USD Terkoreksi Tajam, Emas Berkilau Kembali

Pada perdagangan di sesi Asia hari ini (Jumat, 18/ 10/ 2013), harga emas baik spot LLG tampak sedikit terkoreksi setelah kemarin naik tajam. Harga logam mulia pada perdagangan kemarin melonjak

Fundamental 0 Comments

Index Utama Asia Menguat, Harga Minyak Pada Kisaran Tertinggi

Pergerakan index utama Asia menguat menjelang dirilisnya data manufacturing di beberapa negara. Tercatat bahwa MSCI Asias Pacific Index menguat 0,2%, S&P/ASX 200 Index menguat 0,7%, Topix Index menguat 0,4% dan