China Berupaya Berbenah, Aussie Dianggap Terlalu Kuat

0_china_10152999_567681066709603_1818365414619373904_nGerak nilai apresiasi mata unag negara Australia, atau lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan bergerak melemah terhadap 15 major currencies. Kondisi tersebut terjadi, setelah Wall Street Journal merilis laporan tentang pernyataan dari anddota dewan Reserve Bank of Australia (RBA). Gerak nilai apresiasi Aussie dilaporkan telah bergerak turun sebesar 0.7% menjadi $0.7100, bergerak melemah 1% terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen menjadi sekitar 80.24.

Wall Street Journal telah merilis laporan yang menyampaikan apabila anggota dewan RBA, John Edwards, mengatakan bahwa gerak nilai apresiasi Aussie terlalu kuat. John Edward telah menjadi anggota dewan RBA sejak Juli 2011.

Dalam laporan Wall Street Journal tersebut, disampaikan bahwa John Edwards telah mengatakan bahwa Aussie telah menemukan dasarnya, dan saya rasa saya akan mengatakan bahwa level saat ini terlalu tinggi. John Edward juga mengatakan bahwa akan lebih nyaman ketika gerak nilai apresiasi Aussie bergerak di kisaran 0.65, meskipun dia tidak yakin penurunan ke tingkat itu tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat.

Dilaporkan mengenai perkembangan Gerak nilai harga saham di China. Dilaporkan bahwa, kendati bergerak melemah pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat, namun gerak nilai harga saham China masih berada di jalur menuju kenaikan mingguan tertajam dalam 2-bulan. Kondisi tersebut terjadi, pasca pemerintah China mengisyaratkan akan menambah dukungan untuk perekonomian melalui peningkatan belanja dan langkah-langkah baru untuk mendorong pinjaman bank.

Gerak nilai harga indeks saham Shanghai Composite dilaporkan terpantau melemah sekitar 0,5%. Gerak pelemahan nilai harga indeks saham Shanghai Composite tersebut, telah memangkas angka kenaikan di pekan ini menjadi sekitar 3%.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga saham di sektor perbankan telah memimpin gerak penurunan. Gerak nilai harga saham di sektor teknologi memberikan kontribusi terbaiknya dalam gerak nilai harga indeks saham Shanghai Composite.

Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga indeks saham Hang Seng China Enterprises di Hong Kong bergerak melemah. Gerak nilai harga indeks saham Hang Seng China Enterprises di Hong Kong tergelincir sekitar 0,6%. Kondisi gerak pelemahan nilai harga indeks saham Hang Seng China Enterprises telah, mengikis hasil dari gerak penguatan rally di pekan ini menjadi sekitar 8%.

Para pembuat kebijakan di China dan pihak berwenang People’s Bank of China (PBoC) telah berusaha mempercepat langkah-langkah untuk menopang kondisi perekonomian. Hal tersebut dilakukan, setelah hasil rilis data pekan ini menunjukkan bahwa adanya penurunan nilai ekspor dan kenaikan angka inflasi.

Selain meluncurkan langkah-langkah yang bertujuan mendorong pinjaman, serta menyusul adanya lonjakan pinjaman baru dalam Yuan pada bulan lalu, pihak berwenang dari PBoC juga melonggarkan pembatasan untuk biaya deposito dan pinjaman perbankan. Sementara kabinet tengah membahas wacana penurunan batas rasio minimum yang harus disishkan perbankan untuk kredit macet.

Gerak nilai harga komoditas minyak tampak masih pertahankan gerak penguatan yang terjadi sejak kemarin. Kondisi tersebut terjadi, setelah Iran dan Saudi Arabia mengesampingkan perbedaan kebijakan politik terkait konflik Suriah dan berpartisipasi dalam meja perundingan dengan Russia, Irak dan Qatar untuk mendiskusikan potensi kesepakatan pembekuan produksi.

Para negara produsen minyak kemungkinan masih akan melanjutkan negosiasi pemangkasan output dengan harapan dapat mendongkrak harga lebih lanjut. Negara Irak menyatakan bahwa pembicaraan negosiasi masih berlanjut diantara negara OPEC dan non-OPEC untuk membatasi output.

Bagaimanapun penguatan gerak nilai harga komoditas minyak masih terbatas. Hal tersebut adalah karena seiring kenaikan stok cadangan minyak sebesar 2.1 juta barrel di pekan lalu ke level 504.1 juta barrel. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi mingguan. Stok cadangan bahan bakar minyak, termasuk heating oil, diesel juga mengalami kenaikan.

Kekacauan gerak nilai harga komoditas minyak telah menghantam perusahaan sektor energi yang harus mengurangi investasi dan tenaga kerja. Bahkan negara yang kaya seperti Saudi Arabia yang bergantung pada revenue Minyak, kini mengalami rekor defisit ke kisaran $98 milyar tahun lalu, atau setara 15% dari GDP.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Mendekati FOMC Meeting Minutes, USD Masih Tetap Kuat

Mata uang USD menguat terhadap mata uang Yen di perdagangan sesi Asia hari ini, menjelang dimulainya rapat kebijakan moneter oleh Federal Open Market Committee. Selain itu perkembangan situasi geopolitik di

Komoditas 0 Comments

FOMC Dongkrak Greenback, Aussie Terpelanting

Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan bergerak merosot tajam pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu kemarin hingga menyentuh level terendah 11 pekan. Gerak penurunan nilai apresiasi Aussie

Emas Tertekan Kembali Di Awal Minggu

Pada sesi pasar sesi Asia pagi, pasar emas dibuka dengan kondisi gap down. Indeks USD dibuka rally mendekati level tertinggi baru pada 87.00. Indeks USD diperdagangkan naik 102 poin atau

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image