China Dapatkan Investor, FOMC Jadi Perhatian Pasar

Untitled-1Gerak harga emas dilaporkan telah ditutup menetap pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (18/ 08/ 2015) pada hari Rabu dini hari tadi. Gerak harga emas telah mencatatkan keuntungan tipis di perdagangan emas spot setelah sempat diperdagangkan naik hingga level tertinggi hariannya pada $1,121.040. Gerak harga emas berangsur turun setelah indeks USD berbalik menguat di sesi perdagangan pasar Amerika semalam meski data perumahan dirilis dengan hasil yang tidak terlalu baik. Nilai apresiasi USD diperkirakan akan tetap kuat hingga menjelang pertemuan FOMC Minutes Amerika pada pagi dini hari nanti.

Dilaporkan bahwa gerak harga emas spot telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Selasa (18/ 08/ 2015), dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar 10 sen US atau 0.01% dengan gerak harga berakhir pada level $1,117.000 US/ troy ons. Gerak harga emas spot sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,121.040 dan serendah $1,109.601. Dalam pergerakan harga di kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas spot telah mencatatkan angka keuntungan sebesar $19.9 US atau 1.82%.

Gerak harga emas berjangka kontrak Desember di Divisi Comex New York Mercantile Exchange dilaporkan juga telah menyelesaikan sesi perdagangan Selasa (18/ 08/ 2015) dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $1.5 US atau 0.10% dengan gerak harga berakhir pada level $1,116.900 US/ ons. Dalam pergerakan harga di kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas berjangka kontrak Desember telah mencatatkan angka kerugian sebesar $18.6 US atau 1.70%.

Pada sesi perdagangan pasar hari Rabu (19/ 08/ 2015) ini, gerak harga emas batangan logam mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) dilaporkan berada di kikisaran Rp. 548.000/ gram. Harga buyback emas batangan logam mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) dilaporkan berada pada kisaran harga 478.000/ gram. Berikut merupakan daftar harga emas Antam untuk sesi perdagangan pasar hari Rabu (19/ 08/ 2015) ini, antara lain adalah: untuk pecahan 500 gram - Rp 254.300.000, pecahan 250 gram - Rp 127.250.000, pecahan 100 gram - Rp 50.950.000, pecahan 50 gram - Rp 25.500.000, pecahan 25 gram - Rp 12.775.000, pecahan 10 gram - Rp 5.140.000, pecahan 5 gram - Rp 2.595.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 548.000.

Gerak harga minyak dilaporkan bergerak secara flat di awal sesi perdagangan pasar Asia hari Rabu (19/ 08/ 2015) ini. Hal ini terjadi setelah gerakl rebound di sesi sebelumnya. Setelah pelemahan selama tiga sesi beruntun, gerak harga minyak mendekati level $43 US/ barel menyambut laporan penurunan suplai minyak Amerika pada pekan lalu. Laporan tersebut adalah berdasarkan pada data asosiasi industri minyak dan gas Amerika. American Petroleum Institute (API), setelah pasar ditutup, melaporkan suplai minyak di Amerika tengah berkurang 2,3 juta barel selama sepekan lalu. Kondisi ini jauh lebih besar dari hasil survei Reuters yang mengestimasi penurunan sebesar 800 ribu barel.

Gerak harga minyak mentah dilaporkan telah berada di kisaran $42.85 Us/ barel setelah sempat menyentuh level tertinggi harian $42.89 di awal sesi perdagangan pasar hari Rabu (19/ 08/ 2015) ini. Pada sesi perdagangan pasar hari Rabu (19/ 08/ 2015) ini para pelaku pasar menantikan konfirmasi dari lembaga pemerintah Amerika nanti malam. Gerak harga minyak mentah berpotensi menguji ke atas level $43 US/ barel jika data resmi dari pemerintah Amerika sejalan dengan data dari API. Energy Information Administration (EIA) diperkirakani akan merilis laporannya dengan kondisi adanya penurunan suplai minyak sebesar 600 ribu barel untuk pekan lalu melanjutkan penurunan 1,7 juta barel pada periode sebelumnya.

Dari Jepang dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang Yen Jepang masih tetap mempertahankan posisinya di kisaran level 124.38. Kondisi ini tetap dipertahankan, meskipun defisit perdagangan Negara Jepang melebar pada bulan lalu seiring perlambatan ekspor. Telah dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD/ JPY masih tampak flat di kisaran level 124.36.

Pelemahan nilai apresiasi mata uang Yen masih mampu mempertahankan kenaikan tingkat ekspor meski dengan laju yang lebih lambat. Laju ekspor dari Jepang melambat dari kenaikan 9,5% di bulan Juni menjadi kenaikan 7,6% pada bulan lalu dan tapi masih mampu membukukan kenaikan selama 11-bulan beruntun. Tingkat impor melebar dari penurunan 3,2% di bulan Juli dari penurunan 2,9% pada bulan sebelumnya.

Defisit perdagangan Jepang untuk bulan lalu dilaporkan melebar menjadi 268 miliar Yen dibandingkan setahun yang lalu, lima kali lipat lebih lebar dibandingkan ekspektasi defisit 56,7 miliar Yen dan defisit 69 miliar Yen di bulan Juni. Data perdagangan yang terbaru ini menandai defisit perdagangan bulanan selama empat bulan beruntun dan selisih tingkat impor dan ekspor yang paling besar sejak bulan Februari.

Index USD semalam berangsur menguat saat sesi perdagangan pasar Amerika berlangsung. Penguatan nilai indeks USD terjadi sejak sebelum data perumahan dirilis, dan terus bertahan pada level yang cukup tinggi hingga data ternyata dirilis dengan hasil yang mengecewakan.

Dilaporkan bahwa data Building Permits Amerika dirilis turun sebanyak 16.3% selama periode Juli menjadi 1.119M. Hasil data dirilis dengan penurunan yang lebih besar dari perkiraan dan data sebelumnya pada -8.00 (F) dan +7.00% (P). Sementara Housing Starts Amerika dirilis naik hanya sebesar 0.2% menjadi 1.206M, lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya pada 12.3% (P).

Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (19/ 08/ 2015) pagi ini, Nilai USD dilaporkan telah kembali bergerak melemah pada kisaran 96.90. Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari selasa semalam, indeks USD ditutup naik sebanyak 21 poin atau 0.22% berakhir pada level 97.03.

Dilaporkan mengenai perkembangan perekonomian dari China bahwa, negeri tirai bambu tersebut telah berhasil menarik investasi langsung asing (FDI) sebanyak 471 milyar Yuan dalam 7 bulan pertama tahun 2015. Nilai investasi ini telah naik sebanyak 7.9% dari setahun lalu, demikian menurut apa yang telah disampaikan oleh Menteri Perdagangan pada hari Rabu.

FDI masuk di bulan Juli naik sebanyak 5.2% dari setahun sebelumnya menjadi 50.6 milyar yuan, tambahnya. FDI merupakan ukuran penting terhadap minat investasi asing di China, namun merupakan kontributor kecil bagi aliran modal secara keseluruhan dibandingkan dengan sektor ekspor. FDI masuk ke China naik sebanyak 1.7% di tahun 2014, laju paling lambat sejak 2012, sementara jumlahnya mencapai rekor 119.6 milyar US.

Tahun lalu, China mencetak rekor tinggi FDI pada 119.6 milyar dollar, sementara outbound direct investment (ODI), yaitu perusahan domestik yang berekspansi ke luar negeri, naik sebanyak 14.1% menuju level tinggi baru pada 102.9 milyar US. Di bulan Juli, ODI oleh perusahaan non-keuangan turun sebanyak 18.6% dari setahun sebelumnya menjadi 7.5 milyar dollar, menurut data kementerian. ODI melejit sebanyak 20.8% dalam 7 bulan pertama tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya menjadi 63.5 milyar US.

Pemerintah telah mendorong perusahaan-perusahaan untuk berinvestasi di luar negeri untuk memperlambat kenaikan cadangan fisal dan membantu perusahaan lokal untuk menjadi lebih kompetitif secara internasional. Analis memperkrakan ODI akan segera menyamai bahkan melebihi FDI yang saat ini sedang berkurang, menandakan melambatnya perekonomian yang mungkin menyebabkan kenaikan aliran modal keluar seiring dunia usaha mencari pertumbuhan di tempat lain.

Para pelaku pasar pada sesi perdagangan pasar hari Rabu (19/ 08/ 2015) ini, akan terfokus pada pertemuan FOMC Minutes Amerika pada hari Kamis dini hari nanti. Di awal sesi perdagangan pasar Amerika, sebelum pertemuan FOMC berlangsung, data Inflasi Amerika akan jadi fokus para pelaku pasar. Apabila ternyata data dirilis dengan hasil yang cukup baik maka optimisme pasar akan kenaikan suku bunga pada September akan meningkat.

Meski pertemuan FOMC kali ini hanya bersifat ringkasan dari pertemuan The Fed di bulan sebelumnya, namun pergerakkan harga pasar nampaknya akan terjadi cukup signifikan. Kondisi ini sangat memungkinkan untuk terjadi, adalah karena kondisi pasar akan semakin dekat dengan diselenggarakannya jadwal pertemuan pada September. Pertemuan pada September mendatang oleh para pelaku pasar diperkirakan akan ada kebijakan Federal Reserve sehingga terjadi pemberlakuan kenaikan suku bunga pada awal tahun mendatang.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Aussie Kembali Ke Area Diatas 1.0420

Aussie saat ini memulihkan area harga pembukaan untuk pekan ini di angka 1.0421, melepas level rendah 4 pekan di angka 1.0383 yang terjadi di awal sesi AS. “Laporan antar bank

Berita 0 Comments

NFP Tidak Sesuai Harapan, USD Terkoreksi Kuat

Gerak mata uang USD anjlok ke dekat level terendah 2-tahun terhadap mata uang euro. Selain itu, mata uang USD juga melemah terhadap major lainnya. Hal ini terpicu pasca laporan pemerintah

Berita 0 Comments

Kondisi Pasar Emas Terpengaruh Fundamental Global, Kembali Dilirik Investor

Harga emas diperdagangkan hampir tidak berubah selama sesi perdagangan awal minggu. Sebagian bursa saham yang masih ditutup dalam memperingati hari Paskah telah mendorong pasar cenderung flat. Pada perdagangan hari ini

2 Comments

  1. subdomains
    August 19, 17:22 Reply

    info nya sangat berguna. jadi Emas masih mau naik lagi ya. thx

    trainingforexsimpro.com

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image