China Tambah Nilai Belanja Fiskal, Bursa Amerika Kemarin Tertekan

0a1y01e8949yi0oMata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, dilaporkan sempat melemah gerak nilai apresiasinya di bawah level psikologis 1.0700 di sesi perdagangan pasar hari Kamis kemarin. Gerak pelemahan nilai apresiasi mata uang Euro tersebut terjadi, tidak lama setelah Presiden ECB, Mario Draghi, memberikan komentar mengenai apresiasi mata uang Euro sejak bulan Mei sebagai alasan utama memburuknya outlook inflasi.

Dalam testimony Mario Draghi yang sudah dipersiapkan sebelumnya didepan parlemen Eropa, gerak nilai apresiasi mata uang Euro bergejolak. Kondisi tersebut terjadi, setelah sebelumnya merespon angka nonfarm payrolls Amerika yang positif yang membuka peluang kenaikan suku bunga acuan The Fed di bulan mendatang.

Bagaimanapun penurunan gerak nilai apresiasi mata uang Euro tidak berlangsung lama, mata uang tunggal tersebut berhasil rebound lagi gerak nilai apresiasinya atas USD dan menjauhi level rendah 1.0674. Gerak rebound mata uang Uni Eropa tersebut terjadi, karena akibat kecemasan para pelaku pasar berkenaan dengan kebijakan berkaitan dengan suku bunga yang akan diluncurkan oleh pihak berwenang The Fed.

Kekhawatiran para pelaku pasar tersebut muncul, seiring dengan komentar janet Yellen yang relatif dovish. Dengan kondisi tersebut, para pelaku pasar berasumsi bahwa, keputusan The Fed bisa berisiko lain dari ekspektasi, untuk mengambil keputusan dengan menunda kenaikan suku bunga pada bulan depan. Pejabat The Fed lainnya, yaitu Evans juga berkomentar dovish dengan menyatakan bahwa inflasi perlu naik terlebih dahulu sebelum dapat menaikkan suku bunga.

Kondisi dimana bursa saham Amerika mengalami saat terburuk dalam lebih dari satu bulan telah terjadi pada saat sesi perdagangan pasar di hari Kamis kemarin. Kondisi tersebut terjadi, karena rendahnya gerak nilai harga komoditas sehingga berkontribusi dalam membebani saham di sektor energi dan material.

Faktor pendukung tertekannya bursa saham Amerika pada sesi perdagangan pasar hari Kamis kemarin, juga oleh karena adanya komentar-komentar yang dilontarkan para pejabat pembuat kebijakan Federal Reserve. Komentar para pejabat The Fed tersebut berkenaan dengan penyataan yang mengisyaratkan bakal ada kebijakan kenaikan suku bunga pada bulan depan.

Penurunan gerak nilai harga indeks S&P 500 dan indeks saham Dow Jones Industrial Average bergerak cepat di tengah sesi perdagangan pasar kemarin setelah dua indeks turun ke bawah level rata-rata pergerakan 200 hari.

Indeks S&P 500 dilaporkan telah ditutup turun gerak nilai harganya untuk sesi perdagangan pasar hari Kamis, sebesar 1.4% dengan ditutup di kisaran level harga 2,045.97. Penutupan gerak nilai harga pada sesi perdagangan pasar hari Kamis tersebut, berakhir di wilayah negatif untuk tahun ini untuk pertama kalinya sejak 22 Oktober. Terakhir kali indeks S&P Terkoreksi kuat untuk turun ke zona merah untuk perdagangan harian hari ini pada tanggal 27 Oktober.

Indeks Nasdaq Composite juga dilaporkan telah turun gerak nilai harganya, lebih dari 1% untuk berakhir sedikit di atas level 5,000. Gerak nilai harga saham Netflix terlempar jatuh hampir sekitar 3.5%.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks Dow Jones Industrial Average juga telah turun lebih dari 250 poin, untuk ditutup di 17,448.07 dengan saham Goldman Sachs berkontribusi terhadap sebagian besar penurunan indeks.

Indeks blue chip berada di pekan terburuk dari 10 pekan terakhir. Semua gerak nilai harga indeks saham utama terkoreksi melemah, sejauh ini telah turun lebih dari 2% di pekan ini. Nilai harga saham energi diperdagangkan turun sekitar 2% sebagai penurunan terbesar di indeks saham S&P, yang sudah bergerak turun untuk ke enam kalinya dalam tujuh sesi.

Di hari Kamis kemarin, pasar disuguhi beberapa pidato dari pejabat The Fed, yang termasuk dari pemimpinnnya yaitu Janet Yellen. Janet Yellen memberikan sebuah pidato di sebuah konfrensi di Washington D.C, di tengah para pelaku pasar yang terus mencari petunjuk untuk waktu kenaikan suku bunga Amerika.

Wakil ketua The Fed dan presiden The Fed New York, William Dudley, juga memberikan petunjuk terhadap kenaikan suku bunga dan mengatakan bahwa tingkat pengetatan kebijakan seharusnya bertahap. Sebelumnya, presiden The Fed St. Louis, anggota FOMC nonvoting - juga berbicara tentang ekonomi, dengan mengatakan bahwa tujuan Federal Open Market Committee terhadap pengangguran dan inflasi telah tercapai.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (13/ 11/ 2015) ini, telah terkoreksi melemah. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah telah terkoreksi dan bergerak melemah, anjlok sekitar 3% ke level terendah dalam kurun waktu 2½-bulan pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis setelah pemerintah Amerika melaporkan kenaikan persediaan yang 4 kali di atas ekspektasi pasar.

Laporan Energy Information Administration (EIA) Amerika, telah menunjukkan bahwa stok minyak mentah meningkat 4,2 juta barrel pada pekan lalu, dibandingkan ekspektasi kenaikan 1 juta barrel dalam survey Reuters. Para pelaku pasar juga terpukul oleh proyeksi OPEC yang menyebutkan jika level output kartel saat ini akan mendorong pertumbuhan pasokan minyak sekitar 500.000 barrel/ hari pada tahun depan.

Dengan kondisi kian melambatnya pertumbuhan dari output pabrik di kawasan China, telah menjaga kekhawatiran tentang perlambatan gerak laju pertumbuhan dari negara dengan ekonomi terbesar ke-2 di dunia tersebut. Perlambatan pertumbuhan output pabrik-pabrik di China tersebut, yang mempersuram outlook permintaan energi.

Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi di China telah menyeret sektor komoditas secara keseluruhan, dengan produk seperti minyak mentah, tembaga, gas alam cair, batubara, dan bijih besi yang gerak nilai harganya bergerak melemah, merosot antara 20% sampai 30% pada tahun ini.

Belanja fiscal pemerintah China dilaporkan melejit hingga 4 kali lipat dari laju pertumbuhan pendapatan di bulan Oktober. Kondisi ini telah menunjukkan bahwa, determinasi pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini seiring perlambatan sektor manufaktur dan investasi properti menekan perekonomian.

Belanja fiskal melonjak 36.1% dari sethaun lalu menjadi 1.35 trilyun Yuan, atau setara $ 210 milyar US. Dilaporkan bahwa pendapatan fiskal naik 8.7% menjadi 1.44 trilyun Yuan, demikian menurut Menteri Keuangan China pada hari Kamis kemarin. Dalam 10 bulan pertama tahun ini, belanja fiskal telah naik sebanyak 18.1% dan pendapatan naik sebanyak 7.7%.

Negara China sedang tengah berusaha untuk menambah nilai belanja fiskalnya. Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah China, karena seiring pelonggaran moneter. Selain karena pelonggaran moneter, belanja fiskal ditambah oleh pemerintah China, karena kebijakan untuk menambah kapasitas bank-bank untuk memberikan pinjaman sulit untuk menstabilkan pertumbuhan di negara yang mesin pertumbuhannya mulai melambat.

Pendapatan pemerintah China berbanding terbalik, dimana pendapatan negara tersebut terus berkurang seiring perusahaan-perusahaan menghadapi kelebihan kapasitas, deflasi harga produsen dan pertumbuhan ekonomi tahunan paling lambat dalam kurun waktu seperempat abad.

Menurut Menteri Keuangan, dengan tekanan turun pada ekonomi dan pemangkasan pajak dan biaya struktural, pendapatan fiskal akan menghadapi kesulitan dalam 2 bulan kedepan. Seiring melambatnya gerak pertumbuhan pendapatan, belanja fiskal harus benar-benar dimanfaatkan agar bisa dipastikan bahwa semua belanja yang penting telah terselesaikan, demikian tambahnya.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Emas Diprediksi Akan Bearish, Fundamental Amerika Diwaspadai Pasar

Emas pada perdagangan hari ini (Senin, 08/04/2013), diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran harga $1,585.50 – $1,566.50. Pasar emas ditutup jauh lebih tinggi selama sesi perdagangan pada hari Jum’at (05/04/2013) setelah

Komoditas 0 Comments

Minyak Menguat Kembali Setelah Koreksi Minggu Lalu

Harga minyak mentah berjangka bergerak menguat kembali pada pergerakan pasar sesi Asia pada perdagangan hari Senin, setelah disesi sebelumnya minyak mengalami penurunan tajam. Minyak berjangka terkoreksi viagra usa jatuh di

Berita

Gerak Apresiasi Greenback Melandai, Inggris Cemaskan Warganya di Rusia

yeezy 500 Gerak nilai apresiasi Greenback dilaporkan bergerak melandai rendah di bawah level 90 seiring pasar Asia yang dibuka pada Senin pagi. Didorong oleh risk aversion, mata uang anti risiko

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image