Dampak FOMC Meeting Minutes Koreksi Apresiasi USD Terhadap Major

Apresiasi mata uang USD anjlok lebih dari 1% tehadap mata uang euro. Perlemahan nilai jual USD terjadi setelah FOMC Meeting Minutes terjadi semalam. Pertemuan kebijakan Federal Reserve terakhir telah meredam ekspektasi pengurangan stimulus The Fed pada bulan September. Rebound mata uang euro juga terbantu oleh bantahan European Central Bank atas pernyataan Joerg Asmussen pada hari sebelumnya. Joerg Asmussen pada hari Selasa lalu telah mengatakan jika panduan suku bunga ECB akan dipertahankan pada rekor terendah untuk jangka waktu lebih dari 12 bulan. Pernyataan inilah yang sempat menenggelamkan apresiasi mata uang euro ke level terendah sejak bulan April. “Petunjuk dari Bank Sentral Eropa atas suku bunga yang bertahan di rekor terendah akan diperpanjang melampaui 12 bulan, dan bank belum bisa memperuntukan langkah-langkah lainnya untuk menopang zona euro. Meninggalkan kebijakan tradisional yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk tingkat suku bunga di masa depan, ECB mengatakan pada Kamis lalu bahwa mereka akan mempertahankan suku bunga di level saat ini untuk “periode yang panjang”, demikian kata Joerg Asmussen, pembuat kebijakan zona eropa pada hari Selasa. “Semua keputusan pada Kamis lalu diambil dengan suara bulat,” kata Asmussen dalam wawancara dengan Reuters Insider TV. Dan sewaktu ditanya apakah dia akan mengesampingkan pengumuman ECB tentang LTRO, Asmussen mengatakan bahwa dia tidak akan mengesampingkan hal tersebut, kami memiliki berbagai macam instrumen yang tidak standar yang dapat digunakan jika dan ketika itu diperlukan. Kami saat ini mengendarai dengan benar dengan kecepatan yang tepat. Kami tidak memiliki kaki pada rem dan tidak juga pada pedal gas. Data ini diberikan seperti apa yang kita lihat pada saat ini”, tambahnya.

Saat ditanya apakah maksud dari periode yang panjang, seperti yang dikatakan oleh Asmussen, Presiden ECB Mario Draghi mengatakan, bahwa dalam konfrensi persnya dia tidak menyebut untuk waktu enam bulan, dan bukan juga 12 bulan, waktunya akan melewati batasan tersebut. ECB mendiskusikan masalah pemangkasan suku bunga tetapi pada akhirnya memutuskan untuk meninggalkan suku bunga tidak berubah. Ben Bernanke, kepala The Fed, berpidato dihadapan National Bureau of Economic Research. Bernanke mengatakan Federal Reserve tidak akan terburu-buru menaikkan tingkat suku bunga jangka pendek, bahkan jika tingkat pengangguran mendekati batas bank sentral sebesar 6.5%. Tingkat pengangguran di Amerika sebesar 7.5%, dan tidak pernah dibawah 7% sejak bulan November 2008. Bernanke menekankan The Fed benar-benar memperhatikan rendahnya tingkat inflasi saat ini. Jika inflasi tidak bergerak mendekati target 2% maka kebijakan akan tetap akomodatif. Pernyataan tersebut berarti tetap ada kemungkinan The Fed akan menambah atau mengurangi stimulus tergantung dari perkembangan ekonomi Amerika. Bernanke juga tetap mempertahankan pernyataannya sebelumnya yang mengatakan kemungkinan akan mengurangi program pembelian obligasi sebesar $85 miliar per bulan akhir tahun ini dan berakhir pertengahan tahun depan. Akibat pernyataan tersebut, USD melemah terhadap mata uang utama, indeks dollar anjlok 1.46% menjadi 83.450.  Setelah notulen rapat terakhir FOMC Meeting Menutes dirilis, keadaan menunjukkan banyak anggota menginginkan kepastian yang lebih terhadap pasar tenaga kerja sebelum menarik stimulus moneter. Mata uang euro beranjak dari level terendah yang belum terjadi sejak Awal April, bahkan euro mampu menembus level $13.000, menjadi level tertinggi untuk minggu ini. Mata uang negeri Inggris, poundsterling, juga tak mau kalah. Stephen Gallo, kepala strategi forex Eropa pada BMO Financial Group, mengatakan bahwa meskipun fluktuasi intraday agak mempengaruhi EUR/ USD, pasar perlu diingatkan jika ketegangan telah terlihat di sejumlah indikator kawasan zona eropa dan tekanan turun pada cross euro masih bisa terjaga. Mata uang sterling juga telah berhasil menembus level 15.000 USD, lepas dari level terendah selama 3 tahun terakhir pada hari Selasa lalu. Mata uang yen juga menguat tajam dengan diperdagangkan dibawah level 100.00 yen per USD. Mata uang yen menguat setelah Bank of Japan menahan diri untuk tidak melonggarkan kebijakan moneternya lebih lanjut. BOJ kembali mempertahankan komitmen peningkatan monetary base sebesar 60 hingga 70 trilliun yen per tahun.

Ini sesuai prediksi dan tidak berubah dari pertemuan sebelumnya pada 11 Juni silam. Monetary base merupakan instrumen kebijakan BoJ yang mulai diterapkan sejak awal bulan April. BoJ sepertinya ingin melihat terlebih dahulu hasil pemilu parlemen Jepang pada 21 Juli mendatang dan dampak dari kebijakan moneter longgar agresif yang telah dijalankan sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. USD/ JPY kini diperdagangkan 98.67, menjauhi level tinggi harian 99.63. Pihak BoJ menaikan penilaiannya terhadap perekonomian negara Jepang sambil juga utarakan perekonomian mulai pulih secara moderat. Ini pertama kali sejak Januari 2011, bahwa BoJ menggunakan kata “pulih” dalam menggambarkan kondisi ekonomi Jepang. Meski demikian, Kiuchi, tetap mengajukan keberatan terhadap hasil pertemuan seraya menegaskan keinginannya untuk membuat target inflasi 2% lebih fleksibel. BoJ telah menetapkan target inflasi 2% dapat dicapai dalam dua tahun.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Di Tengah Kurangnya Minat terhadap Safe Haven Yen Makin Anjlok

Pada perdagangan hari ini nilai tukar yen Jepang terpantau makin lesu terhadap dollar AS dan kembali mencapai posisi paling rendah dalam lebih dari lima tahun belakangan. Yen makin anjlok karena

Diperdagangkan Dalam Kisaran Sempit, Emas Rawan Tekanan

Gerak harga emas berada pada kisaran rentang sempit. Hal ini terjadi adalah dikarenakan oleh sepinya transaksi perdagangan. Sebagian besar pelaku pasar lebih memilih untuk berkonsentrasi di pasar saham. Harga emas

Apresiasi Pasar Bergejolak Jelang FOMC

Mata uang USD menyentuh level terendah 6-bulan terhadap mata uang euro seiring merosotnya imbal hasil treasury menjelang rilis FOMC bulan Juli. Mata uang euro menguat tajam terhadap dolar selama sesi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image