Data Ekonomi Jepang Dirilis Mix, Ada Peluang Kerjasama Di Sektor Besi Baja Antara China dan Jepang

0a0a_0aa_0002_12751_0a0aaa01_0021175_06785550_nTelah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang negara Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, atau Sterling, tengah mengalami gerak koreksi bearish. Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling tampak tertekan, bergerak melemah cukup signifikan terhadap Greenback pada sesi perdagangan pasar hari Kamis. Gerak nilai apresiasi Cable tengah berada dekat ke level harga terendah dalam kurun waktu tujuh bulan.

Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD pada sesi perdagangan pasar hari Kamis, dilaporkan telah ditutup dengan berakhir di kisaran level harga 1.5101. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD pada sesi perdagangan pasar hari Kamis, telah mencapai gerak level tertinggi harga harian di kisaran 1.5130, dan terendah di kisaran 1.5066.

Gerak penurunan nilai apresiasi Cable tersebut terjadi pada sesi perdagangan pasar hari Kamis, karena kondisi pasar yang cenderung sepi. Sepinya kondisi sentiment maupun aksi jual beli pasar tersebut terjadi, karena akibat dari liburnya pasar Amerika yang tengah merayakan hari Thanksgiving. Hal tersebut telah memberikan indikasi bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Sterling masih dibayangi oleh sentimen negatif, terutama akibat mundurnya ekspektasi kenaikan suku bunga di Inggris.

Pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling tersebut, sangat berpeluang besar untuk bisa berlanjut apabila laporan data produk domestik bruto (PDB) Inggris dirilis lebih rendah dari ekspektasi para pelaku pasar. Office for National Statistic (ONS) hari ini akan merilis data PDB kuartal ketiga estimasi kedua yang diperkirakan oleh para pelaku pasar akan tumbuh sebesar 0,5% atau sama dengan estimasi pertama.

Andy Haldane, kepala ekonom Bank of England (BoE), pada kesempatan sebelumnya di awal pekan ini, telah mengatakan laju pertumbuhan ekonomi dan inflasi kemungkinan melambat. Dalam laporan inflasi kuartalan, pihak berwenag BOE juga telah memberikan indikasi, untuk tidak tergesa-gesa dalam mengambil langkah kebijakan menaikkan tingkat suku bunga. Kondisi tersebut yang membuat gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling terus bergerak melemah terhadap Greenback.

Pada sesi perdagangan pasar Asia hari Jumat ini, dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi major currencies bergerak cenderung di rentang harga sempit dan menetap di range saat sesi perdagangan pasar sebelumnya. Kecenderungan gerak nilai apresiasi dari, baik mata uang USD, mata uang Eurogroup, yaitu mata uang Euro dan juga mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, untuk bergerak di dalam wilayah yang familiar pada sesi perdaganga pasar Asia di hari Jumat pagi ini, karena akibat dari kondisi Amerika. Kondisi Amerika tersebut adalah, dengan liburnya sesi perdagangan pasar Amerika, untuk hari libur Thanksgiving.

Gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, dilaporkan masih bertahan di atas kisaran $1.0600 dan tengah bergerak dikisaran $1,0.603. Gerak nilai apresiasi mata uang Euro tersebut, tampak masih dalam jangkauan level terendah 7 1/2 bulan di $1.0565 yang dicapai pada awal pekan ini. Apresiasi cross mata uang Euro terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, tampak telah bergerak di kisaran 130.00. Rentangan gerak nilai apresiasi cross kedua mata uang tersebut tidak jauh dari level terendah 7 bulan yaitu di kisaran level harga 129.77.

Prospek untuk langkah kebijakan pelonggaran lebih besar dari European Central Bank (ECB) pada pengkajian European Central Bank di pekan depan, telah membuat gerak nilai apresiasi mata uang Euro masih berada dalam tekanan.Para pelaku pasar berasumsi, bahwa gerak trend mata uang Euro yang cenderung lesu ini, kemungkinan masih akan dapat berlanjut pada sesi perdagangan pasar hari Jumat, ketika pasar Amerika masih ditutup karena libur merayakan hari Thanksgiving.

Pergerakan nilai harga di perdagangan pasar saham Asia, dilaporkan tengah bergerak variatif pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, seiring sebagian para pelaku pasar masih mempertimbangkan potensi stimulus lebih lanjut dari kebijakan pihak berwenang ECB.

Selain itu faktor lain yang turut dipertimbangkan oleh para pelaku pasar adalah tentang perkembangan kondisi geopolitik. Kondisi geopolitik tersebut mengacu pada kondisi berlanjutnya ketegangan antara Rusia dan Turki, akibat dari jatuhnya sebuah pesawat tempur Rusia pada hari Selasa lalu. Keadaan tersebut masih membatasi sentimen dari para pelaku pasar.

Gerak nilai harga saham di bursa saham Jepang, dilaporkan tengah bergerak fluktuatif antara menguat dan melemah. Gerak nilai harga saham operator penerbangan dilaporkan terkoreksi turun. Juga telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga saham produsen baja dan besi begerak reli. Gerak nilai harga indeks saham Jepang, yaitu indeks Nikkei 225, dilaporkan telah gagal mempertahankan kinerja positif di awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat ini, dan harus berbalik melemah 0,35%. Kondisi tersebut terjadi, setelah rilis data ekonomi yang mixed.

Gerak reli dari nilai harga saham produsen baja dan besi Jepang terjadi, di tengah tanda-tanda bahwa negara China akan meningkatkan upayanya untuk mendukung industri logam dalam negeri. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Jepang, yaitu indeks saham Nikkei225 menguat sebesar 0.15% atau 30 poin menjadi 19970 pada pagi hari, memperpanjang penguatan dari level tertinggi tiga bulan.

Dilaporkan bahwa hasil rilis data harga konsumen inti di Jepang, telah turun untuk bulan ke-3 berturut-turut. Data harga konsumen inti yang tidak termasuk makanan segar turun 0.1% dari setahun yang lalu, hasil tersebut sesuai dengan estimasi dari para pelaku pasar. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa masih terjadi kerapuhan ekonomi. Laporan belanja rumah tangga negara Jepang juga telah dilaporkan turun. Laporan belanja rumah tangga negara Jepang dilaporkan merosot pada kecepatan tahunan 2,4% di bulan Oktober.

Data pemerintah Jepang dilaporkan, telah menunjukkan bahwa tingkat pengangguran Jepang turun menjadi 3,1% di bulan Oktober. Angka tersebut adalah merupakan level terendah sejak Juli 1995, dan telah menepis estimasi dari para pelaku pasar, yang telah memperkirakan bahwa, tingkat pengangguran di Jepang akan mencapai angka penurunan sekitar 3,4%.

Juichi Wako, seorang analis senior di Nomura Holdings Inc di Tokyo, mengatakan bahwa di tengah kelesuan sentimen para pelaku pasar hari ini, tampaknya akan di dukung oleh perdagangan berjangka. Para pelaku pasar akan memantau apakah gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 akan mampu dan sanggup menembus level psikologis di 20,000 atau tidak. “Kita mungkin tidak miliki banyak katalis untuk mendorong indeks lebih tinggi”, demikian tutur Juichi Wako, analis senior di Nomura Holdings Inc di Tokyo.

Gerak nilai harga saham Sumitomo Metal Mining Co dilaporkan bergerak naik sebesar 2.3% setelah harga tembaga naik sebanyak 4.2%. Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga saham Koei Steel Ltd. Bergerak menguat, dengan naik sekitar 2%.

Sektor otomotif diperdagangkan mixed gerak nilai harga sahamnya, dengan gerak nilai harga saham Nissan dan Mitsubishi Motors beranjak lebih tinggi. Sebaliknya gerak nilai harga saham Honda, Mazda, dan Toyota tengah tergelincir.

Menilik perkembangan ekonomi di Korea Selatan, dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Kospi (KSOPI) juga tengah kehilangan beberapa momentum. Oleh karena kondisi tersebut, maka indeks saham Kospi terpaksa harus memangkas gain menjadi hanya 0,05% di tengah kinerja bervariasi gerak nilai harga saham-saham blue-chips.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga saham dari Samsung Electronics, SK Hynix, Kepco, dan Hyundai Motor, tampak masih bertahan di zona hijau. Untuk gerak niloai harga saham produsen baja Posco, dilaporkan telah kehilangan sebagian besar keuntungan di awal pembukaan sesi perdagnga pasar dan diperdagangkan flat.

Di awal sesi perdagangan pasar saham di China juga bergerak negatif, dengan indeks Shanghai Composite merosot 0,7%. Kondisi tersebut terjadi, setelah hasil laporan rilis data menunjukkan perolehan keuntungan industri China merosot.

Dilaporkan bahwa perolehan keuntungan industri China merosot pada kecepatan tahunan 4,6% di bulan Oktober. Penurunan dari angka keuntungan industri China tersebut sebagian besar dipicu oleh kekhawatiran para pelaku pasar tentang kejatuhan ekonomi dari negara yang merupakan negara dengan keluasan ekonomi terbesar ke-2 di dunia.

Para regulator berwenang di China saat ini sedang mempertimbangkan permintaan dari sebuah kelompok industri logam untuk membatas aksi short selling besar-besaran, demikian yang telah dilaporkan oleh sumber informasi yang mengetahui hal tersebut.

Kondisi sentimen negatif di pasar China tersebut, juga telah mempengaruhi pergerakan nilai harga indeks saham Hongkong, yaitu indeks saham Hang Seng 33. Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Hang Seng 33, terpantau telah terkoreksi, dan bergerak turun sekitar 0,6%.

Gerak nilai harga minyak mentah dilaporkan terkoreksi, bergerak turun di sesi Asia pada hari Jumat. Kondisi ini terjadi karena para pelaku pasar masih meragukan adanya pengurangan produksi dari pertemuan OPEC pada awal depan.

Gerak nilai harga minyak mentah Amerikia untuk kontrak bulan Januari di New York Mercantile Exchange turun sebesar 0.94% di $42.62 per barel. Gerak nilai harga minyak pada sesi perdagang sebelumnya, dilaporkan bergerak melemah, turun dalam perdagangan yang lesu karena hari libur Thanksgiving pada hari Kamis. Keadaan ini terjadi di tengah ketidakpastian terhadap seberapa cepat suplai global dari minyak mentah akan berada di jalurnya untuk turun.

Pihak berwenang dari negara Arab Saudi pada awal pekan ini telah mengatakan bahwa, mereka bersiap untuk menggunakan semua langkah yang diperlukan untuk memastikan pasar minyak stabil. Produsen minyak terbesar di dunia tersebut juga menambahkan bahwa mereka siap untuk bekerja saham dengan produsen OPEC dan produsen non OPEC dalam upaya untuk menstabilkan pasar. Meskipun demikian, namun pada hari Rabu lalu, pihak berwenang dari Saudi Aramco, yang merupakan produsen minyak terbesar kerajaan, telah mengatakan bahwa mereka tidak akan memangkas produksi di tahun 2016, namun mereka akan memenuhi permintaan konsumen.

OPEC akan bertemu pada tanggal 4 Desember untuk mengkaji ulang strategi output mereka. Produksi minyak global saat ini sudah melampaui permintaan setelah booming produksi minyak shale AS dan juga setelah keputusan OPEC pada tahun lalu yang tidak mau mengurangi produksi dalam upaya mereka mempertahankan pasar.

.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Gerak Harga Emas Menggeliat, Zona Eropa Dipusingkan Yunani

Gerak harga emas berjangka dilaporkan bergerak naik ke level tertinggi dalam lebih dari seminggu terakhir. Penguatan gerak harga emas terjadi karena meningkatnya kekhawatiran dari para pelaku pasar atas negara Yunani

Fundamental 0 Comments

USD Sementara Masih Akan Terkoreksi Valuta Major

USD mengalami koreksi atas apresiasinya dari berbagai mata uang major. Secara fundamental, kondisi Amerika yang cenderung kondusif masih dilihat oleh pasar merupakan valuta aman. Meski demikian, valuta yang lain dengan

Berita 0 Comments

Nantikan Data Inflasi Kawasan Euro, Mata Uang Bergerak Tipis

Pada perdagangan di Asia hari ini mata uang euro terhadap dollar AS terpantau mengalami pergerakan yang masih terbatas (17/3). Mata uang ini terlihat secara umum mengalami konsolidasi terhadap dollar AS.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image