Data FOMC Dirilis, Emas dan Euro Rawan Tekanan

11002660_798553926885306_4302883385075938291_nGerak harga emas telah terkoreksi cukup tajam dan menutup rentang harga gap yang sebelumnya telah terjadi pada waktu awal pekan lalu, setelah menyimak rilis hasil pertemuan FOMC Minutes semalam yang menegaskan bahwa kenaikan awal suku bunga Amerika mungkin akan dilakukan pada Juni. Gerak harga emas tidak banyak beubah pada sesi perdagangan pasar hari Rabu, karena para pelaku pasar dalam kondisi siaga menunggu sentimen dari pergerakan nilai tukar mata uang USD. Mengutip The Bullion Desk, hari Kamis (09/ 04/ 2015) ini, gerak harga emas di pasar spot berada di kisaran $ 1.209 US/ ons hingga $ 1.210 US/ ons. Harga tersebut tidak banyak berubah dibanding dengan penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Menyusul rilis laporan FOMC tersebut, juga dilaporkan bahwa indeks USD langsung bergerak lebih tinggi, bangkit dari sesi terendah hariannya pada 97.29 dan ditutup naik sebanyak 14 poin atau 0.14% berakhir pada level 98.10, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 98.23.

Para pelaku pasar masih dalam keadaan waspada, menunggu gerak dari nilai apresiasi mata uang USD pada awal masuk sesi pasar hari kemarin. Analis FastMarkets, William Adams menjelaskan, para pelaku pasar sedang menanti gerak dari USD. “Sebagian besar dari pelaku pasar memilih berhati-hati dalam melakukan transaksi pada hari ini,” demikian penjelasannya. Ada dua kemungkinan yang bisa terjadi terkait dengan gerak nilai apresiasi mata uang USD dikaitkan dengan pengumuman hasil pertemuan The Fed yang telah dilakukan pada bulan Maret lalu. Kemungkinan pertama adalah bahwa mata uang USD akan menguat jika para pelaku pasar cenderung mengartikan sinyal yang diberikan oleh Federal Reserve menunjukkan jika dalam waktu dekat ini akan melakukan pengetatan kebijakan moneter dengan menaikkan tingkat suku bunga. Kemudian ada kemungkinan yang ke dua, yaitu bahwa mata uang USD akan mengalami gerak melemah apabila para pelaku pasar mengartikan sinyal yang diberikan oleh The Fed menunjukkan bilamana tingkat suku bunga tidak akan naik pada tahun ini. Pada sesi perdagangan pasar hari Rabu pagi, dilaporkan bahwa gerak harga emas beringsut turun seiring penguatan mata uang USD dan kenaikan saham global. Selama ini, ketidakpastian tentang waktu kenaikan suku bunga Amerika telah membuat gerak harga emas tidak jauh dari posisi tertinggi dalam tujuh minggu terakhir yaitu berada di kisaran $ 1.200 US/ ons. Pada hari Rabu (08/ 04/ 2015), dilaporkan bahwa gerak harga emas turun sekitar 0,5 % hingga nilainya menjadi $ 1.208,55 US/ ons. Sedangkan untuk gerak harga emas pengiriman Juni juga telah turun sebesar 0,7 % sehingga menjadi $ 1.210,60 US/ ons. Para pejabat FOMC tampaknya cukup optimis melihat perkembangan tenaga kerja domestik dan hambatan yang terjadi di awal tahun sebagai kondisi sementara. Notula rapat pertemuan bulan Maret menunjukkan bila beberapa pejabat FOMC memilih bulan Juni untuk menaikkan suku bunga, sementara lainnya mencemaskan tingkat inflasi yang rendah. Diberitakan pada hari Kamis (09/ 04/ 2015) ini dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, bahwa harga emas yang dijual oleh PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) bergerak turun sebesar Rp 1.000 sehingga harga beli menjadi Rp 550 ribu/ gram. Sedangkan untuk harga pembelian kembali emas Antam juga telah turun senilai Rp 1.000 sehingga menjadi Rp 490 ribu/ gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 255.300.000, pecahan 250 gram - Rp 127.750.000, pecahan 100 gram - Rp 51.150.000, pecahan 50 gram - Rp 25.600.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.825.000, pecahan 10 gram - Rp 5.160.000, pecahan 5 gram - Rp 2.605.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 550.000. Juga telah dilansir laporan pada hari Kamis (09/ 04/ 2015) ini bahwa harga perak Antam untuk pembelian kembali adalah senilai Rp 6.000/ gram. Berikut adalah harga perak yang dijual oleh Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp. 5.200.000, dan untuk pecahan 250 gram - Rp 2.800.000, dimana harga masih belum termasuk PPN 10%. Hasil FOMC meting minutes telah menghapus gain Euro dari sesi sebelumnya dan kini membatasi gerak apresiasi mata uang EUR/ USD di bawah level 1.08. Mata uang Euro turun lebih dari 0,1% dan menyentuh level terendah 5-hari $1.0777 US. Para pejabat FOMC cukup optimis melihat perkembangan tenaga kerja domestik dan hambatan yang terjadi di awal tahun sebagai kondisi sementara. Notula rapat pertemuan bulan Maret menunjukkan beberapa pejabat FOMC memilih bulan Juni untuk menaikkan suku bunga, sementara lainnya mencemaskan tingkat inflasi yang rendah. Sebelum minutes FOMC dirilis, Euro menguat terhadap Dollar mengabaikan data ekonomi zona Euro yang mengecewakan. Laporan penjualan ritel zona eropa dan pesanan produksi pabrik Jerman di bulan Februari masih menurun, mengecewakan ekspektasi pasar. Apresiasi mata uang EURUSD fluktuatif paska FOMC, pada dini hari tadi dan bergerak lebih rendah 0,27% di level $1.0786 US, menjauhi level tertinggi harian $1.0887 US. Sedikit membahas tentang negeri ginseng, setelah membuat kejutan di pasar keuangan pada bulan lalu dengan memangkas suku bunga, Bank of Korea (BOK) pada hari Kamis (09/ 04/ 2015) ini mengambil langkah sesuai dengan ekspetasi pasar dengan mempertahankan suku bunga. Pada rapat kebijakan moneter hari ini BOK mempertahankan suku bunga acuan sebesar 1,75% setelah memangkas 25 basis poin rapat kebijakan sebelumnya, mengikuti 30 bank sentral global lainnya. 16 ekonom yang disurvei Bloomberg telah memperkirakan BOK akan mempertahankan suku bunga, sementara survei terpisah memperkirakan bank sentral Korea Selatan tersebut akan mempertahankan suku bunga hingga akhir Maret 2016. BOK telah memangkas suku bunga sebanyak 3 kali sejak Agustus tahun lalu, namun ekonomi Korsel meunjukkan sedikit peningkatan. Inflasi tumbuh 0,4% di bulan Maret dari tahun sebelumnya, menjadi yang terendah sejak Juli 1999. Sementara ekspor menunjukkan penurunan setiap bulan sepanjang tahun ini, dan laju pertumbuhan ekonomi di kuartal ke-empat tahun lalu menjadi yang terendah sejak tahun 2009. Selain mempertahankan suku bunga hari ini, Bank of Korea juga menurunkan target pertumbuhan ekonomi dan inflasinya untuk 2015. Otoritas menilai dinamika ekonomi di dalam dan luar negeri belum mendukung perekonomian dan inflasi ideal. Bank Sentral Korea Selatan beranggapan kondisi ekonomi belum akan membaik di 2015 karena laju ekspor masih rendah dan tingkat permintaan domestik sedang lemah. Penetapan suku bunga acuan di level 1,75% beberapa saat lalu juga menunjukkan kalau bank sentral tidak mau terburu-buru memperlonggar kebijakannya pasca pemangkasan suku bunga bulan lalu. Bank of Korea memperkirakan nilai gross domestic product sebesar 3,1% untuk 2015 atau lebih rendah dari prediksi sebelumnya yang sebesar 3,4%. Pada tahun lalu, perekonomian negeri ginseng tumbuh 3,3%. Bank sentral juga memperkirakan indikator inflasi yaitu consumer prices hanya naik 0,9% atau lebih rendah dibandingkan inflasi tahun lalu yang mencapai 1,9%. Otoritas mengklaim indikator ekonomi nasional berangsur membaik, tetapi kinerjanya belum cukup mampu mengangkat sentimen di sektor riil. Laju ekspor tetap lemah seiring dengan menyusutnya permintaan dari luar negeri. Sementara di saat yang sama, penurunan harga minyak turut berujung pada anjloknya harga produk kimia asal Korea. Nilai ekspor bulan Maret turun 4,2% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus menandai penurunan terbesarnya dalam dua tahun terakhir. Adapun harga konsumen hanya naik 0,4% meski pemerintah sudah menyuntik stimulus.

Gerak harga emas sempat mencetak level tertinggi sejak 17 Februari di posisi $ 1.224,10 US/ ons, karena didukung oleh melemahnya apresiasi mata uang USD setelah dirilinya data nonfarm payrolls Amerika yang telah memicu ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve bisa menunda pengetatan kebijakan moneter di tahun ini. Pelaku pasar sendiri melihat bahwa data ekonomi terakhir mengenai tenaga kerja di Amerika belum bisa mendukung kebijakan pengetatan moneter. Pada akhir pekan lalu, Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika telah melaporkan bahwa pertambahan jumlah tenaga kerja yang mendapat bayaran pada sektor di luar pertanian hanya meningkat sebanyak 126 ribu tenaga kerja saja. Jauh di bawah perkiraan awal para pelaku pasar yaitu sebanyak 247 ribu tenaga kerja. Memasuki sesi perdagagan hari Kamis (09/ 04/ 2015) ini, gerak harga emas diperkirakan berpotensi untuk melanjutkan penurunan menyimak hasil FOMC semalam. Hari ini para pelaku pasar akan kembali fokus pada data Klaim Pengangguran Amerika nanti malam. The Fed mengungkapkan bahwa sektor tenaga kerja telah stabil dan menunjukkan adanya perbaikan. Namun meski demikian, beberapa faktor yang lebih buruk dan dianggap resiko adalah faktor ekonomi eksternal dan gerak harga minyak mentah dunia. The Fed juga menyampaikan bawha mata uang USD sejauh ini mungkin akan terus menguat karena terdorong faktor luar negeri, terlebih krisis Yunani.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

USD Masih Akan Dominasi Apresiasi Atas Major Currencies

Mata uang USD masih mendominasi tekanannya baik terhadap major currencies maupun komoditas. Telah dilaporkan bahwa mata uang USD bergerka menguat pada sesi dua pasar amerika, setelah data PMI Manufaktur Amerika

Aussie Paling Banyak Mereaksi Greenback, Minyak Terus Bergerak Menguat

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Dollar Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, bergerak menguat menuju angka kenaikan terbesar dalam kurun waktu empat pekan. Hal tersebut terjadi, setelah

CFD News 0 Comments

Kuroda Ditunggu Pasar Saat USD Koreksi, Minyak dan Samsung Dukung Kospi

Dilaporkan pada sesi perdagangan pasar hari Rabu (07/ 10/ 2015) ini bahwa, pihak berwenang di Bank of Japan (BoJ) masih mempertahankan setimulusnya di tengah berkembangnya spekulasi di kalangan para pelaku

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image