Data Kuatkan Spekulasi Kebijakan Tapering, USD Tekan Yen

Data Kuatkan Spekulasi Kebijakan Tapering, USD Tekan Yen

419526_411072608947528_255875050_nMata uang USD bergerak menguat ke level tertinggi terhadap mata uang yen dalam lebih dari 6 bulan. Hal ini terjadi seiring para pelaku pasar mempertimbangkan sinyal menguatnya perekonomian akan cukup bagi Federal Reserve untuk memangkas kebijakan stimulus yang selama ini menekan nilai tukar mata uang. Indeks USD menuju level penutupan tertinggi dalam lebih dari 2 bulan setelah laporan kemarin menunjukkan sektor manufaktur di luar dugaan berekspansi pada bulan November dengan laju paling cepat sejak April 2011.

Hasil survey sektor swasta besok juga diperkirakan menunjukkan perusahaan di Amerika menambah tingkat pekerjaan bulan lalu dengan jumlah terbanyak sejak bulan Juni. “Data Amerika akan menjadi penentu arah pergerakan USD. Data kemarin telah menguatkan spekulasi tapering dapat terjadi di bulan Desember,” ucap Yuji Kameoka, kepala strategis mata uang Daiwa Securities Co. di Tokyo. Hingga sesi siang di perdagangan hari Selasa (03/ 12/ 2013) nilai apresiasi mata uang negeri Jepang, yen, masih terjepit di kisaran terlemahnya dalam enam bulan terakhir terhadap USD di atas level harga 103 yen. Berlanjutnya pelemahan yen terutama setelah pernyataan Pimpinan Bank of Japan (BOJ) - Haruhiko Kuroda memicu lagi spekulasi terhadap keberlanjutan stimulus moneter di Jepang. Tergerusnya yen juga setelah USD mendapatkan momentum penguatan dari rilis data manufaktur PMI Amerika yang di survei ISM yang muncul lebih bagus dari prediksi pasar, yaitu 57.3 vs 55.2. Data tersebut mencerminkan akitivtas manufaktur di Amerika masih berekspansi dan mengindikasikan ekonomi AS nampak semakin sehat sehingga hal itu memperbesar peluang kebijakan tapering bakal dilakukan dalam waktu dekat.

Nilai kurs yen tercatat berkisar di area 103.24 setelah terjerumus hingga 103.37 terhadap USD. Sedangkan pada sesi kemarin, apresiasi mata uang USD/ JPY berakhir di level 102.94 dengan titik terlemahnya pada 103.13 terhadap USD. Selain itu aktivitas carry trades juga turut membebani nilai valuta lantaran sebagian pelaku pasar masih ada yang meminjam yen untuk di jadikan sebagai modal dalam membeli aset-aset yang bisa menghasilkan imbal hasil lebih besar.

About author

You might also like

Rilis Data Amerika Berimbas Pada Sterling dan Yen

Di awal sesi perdagangan Amerika kemarin, telah dirilis laporan data Durable Goods. Durable Goods Amerika dirilis dengan hasil yang cukup baik. Indeks USD diperdagangkan menguat ke level tertingginya sejak Juli

Berita 0 Comments

Minyak Tergencet Stock OPEC, Aussie Berangsur Tekan Greenback

Pergerakan nilai apresiasi mata unag Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, pada sesi perdagangan pasar Asia hari Selasa (13/ 10/ 2015) ini, tampak masih melanjutkan gerak dominasinya atas Greenback, atau

Berita 0 Comments

Yen Kembali Menguat, Shinzo Abe Kecewakan Pasar

Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dilaporkan telah bergerak menguat pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis. Hal tersebut terjadi, setelah meningkatnya sentimen risk

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image