Data Negatif Amerika Perkuat Gerak Emas

Data Negatif Amerika Perkuat Gerak Emas

11696_3849381332391_2013197477_nPada sesi pasar Asia di hari Kamis (16/ 10/ 2014) ini, gerak harga emas telah diperdagangkan lebih rendah. Harga emas dilaporkan telah membukukan kenaikan di sesi sebelumnya akibat melemahnya data ekonomi Amerika yang dirilis malam tadi. Harga emas terus-menerus mengalami gerak reli sejak bulan Agustus lalu. Nilai perdagangannya pun juga terus berlipat ganda dalam rentang waktu 100 hari terakhir. Selama sesi perdagangan pasar pada hari Rabu (15/ 10/ 2014) kemarin, gerak harga emas diperdagangkan menguat tajam setelah indeks USD mengalami koreksi. Indeks USD melemah anjlok pada level terendah sejak 23 September dan aksi sell-oof oleh para pelaku pasar mendominasi di pasar saham Amerika. Kondisi ini terjadi menyusul banyaknya data ekonomi Amerika yang telah dirilis dengan hasil yang sangat mengecewakan dan mempengaruhi sentiment pasar. Selain itu juga adanya beberapa hasil laporan keuangan dari dari beberapa perusahaan menunjukkan hasil yang juga tidak terlalu baik. Harga emas mengalami kenaikan 2,4% pada minggu lalu, kenaikan mingguan terbesar sejak Juni.

Aliran safe-haven pada pasar emas meningkat tajam selama sesi perdagangan hari Rabu (15/ 10/ 2014) kemarin dengan keuntungan tajam bertahan diatas level $1,240.00 US. Gerak harga emas menguat setelah aksi sell-off di pasar saham eropa dan juga di pasar Amerika meningkat setelah dilaporkannya data ekonomi Amerika yang dirilis dengan hasil sangat buruk dan meningkatnya kekhawatiran para pelaku pasar atas kondisi ekonomi Amerika dan kondisi ekonomi di zona eropa. “Kami melihat banyak investor kembali berminat untuk mengoleksi emas. Angka-angka ekonomi terus mengalami pelemahan, selain itu, beberapa indeks acuan saham di bursa Amerika juga terus merosot,” demikian pendapat dari George Gero, analis Logam Mulia RBC Capital Markets LLC. Yield obligasi 10tahun Yunani yang kembali meningkat diatas level 7% telah membawa spekulasi para pelaku pasar bahwa Yunani mungkin memerlukan bailout ke-3. Dilaporkan bahwa harga emas berjangka kontrak Desember di Divisi Comex New York Mercantile Exchange telah menyelesaikan sesi perdagangan hari Rabu (15/ 10/ 2014) kemarin dengan menorehkan hasil keuntungan sebesar $10.50 US atau 0.90% berakhir pada $1,244.80 US/ troy ons. Harga spot emas ditutup naik sebesar $8.90 US atau 0.72% berakhir pada $1,41.30 US, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,249.55 US dan serendah $1,221.70 US. Dalam data yang dirilis semalam menunjukkan bahwa Producer Price Index Amerika catatkan kenaikan hanya sebesar 1.6%. Data tersebut dirilis lebih kecil dari perkiraan para pelaku pasar dan data rilis sebelumnya pada 1.8% (F) dan. 1.8% (P). Retail Sales Amerika dilaporkan telah mencatatkan penurunan sebesar 0.3%. Lagi - lagi, data dirilis tersebut juga ternyata lebih buruk dari perkiraan para pelaku pasar dan data rilis sebelumnya pada -0.1% (F) dan 0.6%(P). Aktifitas manufaktur di wilayah New York berdasarkan laporan dari The Fed menyatakan bahwa index manufaktur di wilayah ini telah mengalami penurunan yang disesuaikan secara musiman, menjadi 6.2. Situasi tersebut membuat para pelaku pasar kembali memburu aset-aset yang disebut sebagai aset penyelamat seperti emas. Dilaporkan dengan mengacu pada laporan situs resmi logam mulia, bahwa setelah sempat turun pada perdagangan kemarin, harga jual emas PT. Aneka Tambang, Tbk. (Antam) kembali naik sebesar Rp 4.000/ gram menjadi Rp 529 ribu/ gram pada perdagangan hari Kamis (16/ 10/ 2014) ini. Demikian juga dengan harga buyback emas Antam yang juga naik sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 476 ribu/ gram. Bertambahnya minat para pelaku pasar untuk membeli emas tersebut terjadi setelah melihat situasi perkembangan ekonomi dunia belakangan ini. Akibatnya, harga emas juga kembali mengalami kenaikan. Berikut ini merupakan daftar harga emas yang dijual Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 244.800.000, pecahan 250 gram - Rp 122.500.000, pecahan 100 gram - Rp 49.050.000, pecahan 50 gram - Rp 24.550.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.300.000, pecahan 10 gram - Rp 4.950.000, pecahan 5 gram - Rp 2.500.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 529.000. Mengingat tingginya animo masyarakat, transaksi pembelian emas batangan yang datang langsung ke Antam dibatasi hingga maksimal 150 nomor antrean per hari. Juga telah dilaporkan sebelumnya bahwa laporan Beige Book yang dirilis oleh Federal Reserve menyatakan bahwa bank sentral melihat perekonomian bergerak dengan kecepatan yang moderat, dengan belanja konsumen mendapatkan kecepatan yang lebih tinggi. Rincian lainnya dari laporan tersebut menunjukkan riteler New York optimis dengan laporan pariwisata dan sebagian besar wilayah menunjukkan bahwa pertumbuhan real estate yang lebih baik. Serta, kondisi perbankan dan pekerjaan yang sedang diperluas. Namun, pengusaha terus melaporkan kesulitan dalam menemukan tenaga kerja yang terampil.

Memasuki sesi perdagangan hari ini, pasar emas diperkirakan akan akan diperdagangkan dengan volatilitas yang cukup besar mengingat bahwa ada data klaim pengangguran Amerika yang akan dirilis selama sesi perdagangan pasar Amerika nanti malam. Para pelaku pasar sebaiknya memperhatikan pergerakkan indeks USD sebagai acuan korelasi tradisional terhadap pergerakkan gerak harga emas. Level harga resistance pada indeks USD hari ini berada pada level 86.00. Para pelaku pasar akan kembali melihat perkembangan seputar pertemuan FOMC pada akhir Oktober mendatang, untuk menentukan trend lanjutan, setelah terjadinya gerak rebound yang terjadi pada dua minggu ini. Pada sesi perdagangan hari ini, harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran harga $1,251.30 - $1,34.70. Harga emas tetap berpotensi untuk mengejar level support kuatnya yaitu pada level harga $1,180 yang merupakan level harga terendah yang telah tercatat sejak tahun lalu. Apabila ternyata gerakan harga mampu menembus level supports kisaran harga $1,180.00 maka besar kemungkinan harga emas berpotensi untuk melanjutkan penurunan hingga target jangka panjang yaitu pada kisaran harga $926.70. Keuntungan yang telah tercatatkan pada perdagangan di pasar emas dalam dua minggu terkahir merupakan level koreksi dari trend bearish yang terjadi sejak tiga bulan. Keuntungan ini diperkirakan oleh para pelaku pasar akan bisa mencapai level $1,242.10 US.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Sterling Sempat Tertekan, Yellen Harapkan Kenaikan Suku Bunga Bertahap

Gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan telah sempat berada dalam tekanan di sesi perdagangan pasar di awal pecan. Hal tersebut terjadi, karena dipicu oleh hasil

CFD News 0 Comments

Yen Tertekan Greenback, Kospi Terdongkrak Naik

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD telah bergerak menguat terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen pada awal sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Gerak nilai apresiasi

USD Dominasi Kembali Pasar, Major Terkendala Dilema Kendala Masing – Masing

Indeks USD kemarin menguat ke level 82.93, sebelum data dirilis indeks USD berada dikisaran 82.78. Departemen Tenaga Kerja Amerika kemarin baru saja merilis jobless claim. Data tersebut dilaporkan bahwa penagngguran

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image