Data Rilis Amerika Tekan Emas, Aussie Terprosok Akibat Laporan Neraca

10462515_293497884157725_8549784081553402379_nPada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (04/ 06/ 2015) ini, gerak harga emas dan perak dilaporkan telah diperdagangkan lebih rendah dengan melanjutkan penurunan gerak harga di sesi sebelumnya. Hal ini adalah dipicu oleh permintaan mata uang USD yang mengalami peningkatan. Permintaan mata uang emas meningkat, karena para pelaku pasar merespons positif atas mata uang USD, akibat rilis data Amerika yang ternyata bagus pada sesi perdagangan pasar Amerika semalam. Gerak harga emas terlihat melanjutkan penurunan sejak sesi perdagangan pasar sebelumnya, setelah dirilisnya serangkaian laporan ekonomi Amerika tadi malam. Pada laporan ekonomi Amerika tersebut telah mampu mendorong positif mata uang USD untuk mengalami penguatan sehingga dapat menekan harga emas berjangka dan akhirnya tercatat mengalami penurunan mengingat pergerakan keduanya cenderung berlawan satu sama lain.

Laporan data ekonomi Amerika telah diawali dengan rilis laporan ADP Non-Farm Payrolls Amerika. Laporan tersebut menyebutkan bahwa jumlah lapangan pekerjaan Amerika telah bertambah sebanyak 201K di bulan Mei, dari sebelumnya naik sebanyak 165K di bulan April. Laporan tenaga kerja Amerika tersebut telah sempat menekan gerak harga emas dan mengaalami pelemahan. Selang 15 menit kemudian terdapat tekanan fundamental lain yang mendorong harga emas berjangka kembali melemah dan jatuh. Laporan resmi yang dirilis oleh Biro Analis Ekonomi menyebutkan bahwa defisit neraca perdagangan Amerika yang disesuaikan secara musiman dilaporkan telah menyempit, menjadi -40.9B di bulan April, dari -50.6B di bulan Maret. Pada laporan resmi lainnya yang dirilis oleh Institute for Supply Management menyatakan bahawa PMI Non-Manufaktur Amerika yang disesuaikan secara musiman juga telah mengalami penurunan, menjadi 55.7 di bulan Mei, dari 57.8 di bulan April. Ekspor Amerika dilaporkan beringsut 1% menjadi $189.91 miliar US pada bulan April, sementara impor turun 3,3% menjadi $230.78 miliar US. Dilaporkan pula bahwa hasil rilis data ADP NFP telah naik 201,000 pada bulan Mei. Tekanan lain yang juga telah berperan dalam menekan gerak harga emas berjangka di sesi sebelumnya adalah adalah berupa adanya laporan resmi dari Federal Reserve yang telah mengatakan bahwa ekonomi Amerika telah mengalami ekspansi selama dua bulan lalu. Meski sektor manufaktur di beberapa wilayah terlihat terpukul akibat penguatan mata uang USD dan penurunan investasi energi. Berdasarkan hasil Beige Book yang dirilis dini hari tadi, terdapat sebanyak 4 wilayah dari 12 daerah dilaporkan bahwa pertumbuhan tengah melaju “moderate”, dan tiga wilayah lainnya telah mengalami ekspansi dengan laju pertumbuhan yang “modest” pada periode bulan April hingga Mei 2015. Akan tetapi, di wilayah Dallas pertumbuhan memperlihatkan beragam hasil namun cenderung menurun.

Gerak harga emas berjangka di divisi Comex, New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Agustus dilaporkan telah diperdagangkan lebih rendah dengan mencatat penurunan sebesar 0.06% di level $1.184.20 US/ troy ons. Sejak sesi pasar Asia di pagi ini, gerak harga emas telah bergerak menyentuh level $1.181.90 US untuk sesi terendah harian dan level $1.186.30 US untuk sesi tertinggi harian. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (04/ 06/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) di angka Rp 551.000, turun sebanyak Rp 2.000 dari harga di hari kemarin yaitu Rp 553.000/gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam juga turun senilai Rp 2.000 sehingga menjadi Rp 447.000, turun dari hari sebelumnya yaitu Rp 499.000/gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (04/ 06/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram - Rp 255.800.000, pecahan 250 gram - Rp 128.000.000, pecahan 100 gram - Rp 51.250.000, pecahan 50 gram - Rp 25.650.000, pecahan 25 gram - Rp 12.850.000, pecahan 10 gram - Rp 5.170.000, pecahan 5 gram - Rp 2.610.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 551.000. Gerak harga perak berjangka pengiriman Juli telah diperdagangkan lebih rendah 0.07% di level $16.468 US/ troy ons. Pergerakan harga perak sejak pagi ini terlihat bergerak menyentuh level $16.380 US untuk sesi terendah harian dan level $16.505 US untuk sesi tertinggi harian.

Masuk kepada bahasan mengenai komoditas minyak, telah dilaporkan bahwa gerak harga minyak dunia kembali bertengger di bawah $ 60 US/ barel pada sesi perdagangan pasar Amerika di Rabu. Hal ini terjadi adalah karena para pelaku pasar khawatir bahwa Organisasi Negara Pengekspor Minyak, yang mengadakan pertemuan pekan ini, masih akan tetap mempertahankan target produksi dalam menghadapi pasokan minyak mentah dari Amerika dan kekhawatiran atas peningkatan produksi Iran. Data dari laporan pemerintah Amerika menunjukkan penurunan mingguan kelima berturut-turut pasokan minyak mentah, namun tingkat produksi sama sekali tidak mengalami pengurangan meskipun jumlah rig Amerika yang aktif di kilang pengeboran minyak Amerika mengalami penurunan. West Texas Intermediate mentah untuk pengiriman Juli di New York Mercantile Exchange, dilaporkan bergerak turun senilai $ 1,62 US atau 2,6% untuk menetap selanjutnya di level $ 59,64 US/ barel. Gerak harga telah mencapai level terendah mingguan sejak 28 Mei - hanya sehari setelah mencapai titik penutupan tertinggi tahun ini. Crude Brent untuk pengiriman Juli juga kehilangan sekitar $ 1,69 US atau 2,6% ke level $ 63,80 US/ barel di ICE Futures Exchange London.

Di perdagangan mata uang, dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang Aussie bergerak anjlok cukup tajam setelah data penjualan ritel dan neraca perdagangan dirilis pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (04/ 06/ 2015) ini. Mata uang negara Australia ini telah memulai sesi perdagangan pasar Asia dengan mendapatkan berita negatif yaitu bahwa neraca perdagangan untuk bulan April melebar hingga mencetak angka defisit sebesar 3.9 milyar dollar Aussie, dibandingkan dengan 2.250 milyar dollar Aussie pada catatan di tahun lalu. Angka penjualan ritel dirilis flat, jauh di bawah ekspektasi para pelaku pasar yaitu mencapai angka kenaikan sebesar 0.4%. Data defisit perdagangan Australia tersebut merupakan yang terburuk sejak Februari 2008. Menurut Australian Bureau of Statistics, telah menyatakan bahwa sebagian penurunan pada tingkat ekspor disebabkan oleh penurunan pada batu bara, ampas batu bara dan briket, turun sebanyak 859 juta dollar akibat penutupan sementara pelabuhan akibat kondisi cuaca yang buruk. Dari sisi impor Australia, menurut ABS kenaikan disebabkan oleh impor barang permesinan dan peralatan industri. Para pelaku pasar pada saat- saat ini tengah fokus dan menantikan konfirmasi kesepakatan antara pihak kreditur untuk pembayaran utang negara Yunani. Negara Yunani telah selangkah lebih dekat untuk bisa mencapai kesepakatan dengan pihak krediturnya pada hari Rabu kemarin, namun diskusi masih terus berlanjut. Tentunya hal ini berdampak langsung pada nilai apresiasi mata uang Euro.

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (04/ 06/ 2015) ini, pergerakan harga emas berjangka nantinya akan kembali di uji kembali atas reaksi dari para pelaku pasar saat akan dihadapkan dengan hasil laporan data klaim pengangguran Amerika. Apabila ternyata angka klaim pengangguran Amerika mengalami kenaikan, maka gerak harga emas berpotensi untuk kembali bergerak negatif dan melemah. Namun apabila angka klaim pengangguran Amerika ternyata mengalami penurunan, maka gerak harga emas berjangka berpotensi positif dan mengalami penguatan.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Yen Tampak Menguat, Pasar Respon Trump

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen tampak terus menguat pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis, dengan dibuka di level 115.40. Hal tersebut terjadi, pasca dirilisnya data niaga Jepang yang

Berita 0 Comments

Greenback Bertahan Menekan, Nasib Minyak Segera Ditentukan

Tampaknya gerak nilai apresiasi mata uang USD tetap masih mempertahankan gerak penguatannya terhadap major currencies. Kondisi tersebut terjadi, seiring pulihnya kondisi gerak nilai harga di pasar ekuitas yang memberikan sokongan

Forex News 0 Comments

USD Melemah Atas Major, Issue Obligasi Masih Dominan

Mata uang USD dalam perdagangan hari Senin (08/ 07/ 2013) kemarin kehilangan daya penguatannya. Apresiasi USD berbalik menurun setelah imbal obligasi Amerika naik setelah membaiknya perekonomian Amerika. Hal tersebut ditinjau dari

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image