Data The Fed Minggu Ini Akan Berimbas Pada Gerak Harga Emas Di Akhir Bulan

1011652_510825662324802_1622272299_nPada sesi perdagangan pasar di hari Senin (27/ 04/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas dan perak terlihat mengalami gerak kenaikan. Gerak harga kedua logam tersebut diperdagangkan dengan angka yang lebih tinggi setelah mengalami penurunan tajam pada sesi perdagangan pasar di akhir pekan lalu. Gerak harga emas sempat bangkit dari titik terendah dalam tiga pekan ditopang oleh adanya gerak perlemahan nilai apresiasi mata uang USD.  Perlemahan nilai apresiasi mata uang USD tersebut adalah karena akibat dari data ekonomi yang dirilis ternyata di bawah dari perkiraan para pelaku pasar. Gerak harga emas berbalik naik dari posisi terendah akibat dari penguatan nilai apresiasi mata uang USD, sedang berjuang untuk mencari momentum setelah data menunjukkan klaim baru untuk tunjangan pengangguran naik pada minggu lalu.

Gerak harga emas spot dan emas berjangka dilaporkan ditutup melemah tajam selama sesi perdagangan akhir pekan lalu, bersama dengan indeks mata uang USD yang juga tengah anjlok dan bertahan diibawah level 96.91 pada sesi pasar hari Jum’at (24/ 04/ 2015). Pertumbuhan ekonomi Amerika di sektor manufaktur telah dilaporkan turun lebih banyak dari yang diharapkan oleh para pelaku pasar pada April, sementara penjualan rumah mencatatkan angka penurunan terbesar dalam lebih dari 1,5 tahun pada Maret. Dilaporkan bahwa gerak harga emas turun sekitar 1,3 % pada sesi perdagangan lalu. Angka penurunan tersebut merupakan yang terbesar secara harian sejak 6 Maret 2015. Dilansir dari Reuters, pada hari Jumat (24/ 04/ 2015) lalu, bahwa gerak harga emas di pasar spot naik 0,8 % menjadi U$ 1.197,35 US/ ons, setelah menyentuh terendah sejak 1 April di kisaran $ 1.183,65 US/ ons. Gerak harga emas tertekan oleh penguatan nilai apresiasi mata uang USD yang lebih kuat setelah data penjualan kembali rumah di Amerika melonjak ke level tertinggi dalam 1,5 tahun pada Maret. Gerak harga emas hanya bergerak sedikit menguat pada kisaran $1,190 US menyusul hasil data Durable Goods Order Amerika pada sesi pasar hari Jum’at lalu (24/ 04/ 2015). Hasil laporan Durables Goods Order Amerika diluar dari penjualan alat transportasi telah dilaporkan dirilis turun sebanyak 0.2% selama periode Maret. Data dirilis lebih buruk dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya dan juag dari data sebelumnya pada 0.4% (F) dam -0.6% (P). Meski demikian, namun angka keuntungan yang telah dicapai hanya bertahan sejenak saja. Gerak harga emas dalam perdagangan di pasar kembali melemah ditengah spekulasi para pelaku pasar bahwa dalam pertemuan FOMC Minutes pada hari Kamis dini hari mendatang, The Fed akan kembali menegaskan seputar suku bunga bank sentral yang mungkin akan dinaikkan sebesar 25 Bps. Gerak harga emas berjangka Amerika untuk pengiriman Juni ditutup naik 0,6 % menjadi $ 1.194,3 US/ ons. Dilaporkan juga bahwa pada hari Senin (27/ 04/ 2015) ini dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) menjadi Rp 545 ribu/ gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam adalah senilai Rp 485 ribu/ gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada hari Senin (27/ 04/ 2015) ini, yaitu untuk emas pecahan 500 gram - Rp 252.800.000, pecahan 250 gram - Rp 126.500.000, pecahan 100 gram - Rp 50.650.000, pecahan 50 gram - Rp 25.350.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.700.000, pecahan 10 gram - Rp 5.110.000, pecahan 5 gram - Rp 2.580.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 557.000. Di sesi perdagangan pasar awal minggu ini, harga emas batangan di bursa Singapura dilaporkan telah diperdagangkan naik sekitar 0.4 % ke harga $1,183.60 US/ ons. Harga komoditas emas pada hari Jumat kemarin sempat jatuh ke kisaran harga $1,175.35 US/ ons yang merupakan harga termurah sejak 20 Maret silam. Perdagangan emas di bursa Shanghai juga mengalami penurunan harga ke posisi terendah dalam lima minggu ini. Juga telah dilaporkan bahwa gerak harga perak naik sekitar 0,8 % menjadi senilai $ 15,9 US/ ons, menutup sebagian angka kerugian yang sudah tercata setelah berada pada level terendah dalam satu bulan. Platinum dilaporkan juga telah naik tipis sekitar 0,4 % menjadi $ 1.134,25 US/ ons dan untuk paladium telah naik sekitar 2 % menjadi senilai $ 768,75 US/ ons. Dilaporkan juga bahwa aktivitas pabrik di China mengalami kontraksi pada laju tercepat dalam setahun pada April. Survey menunjukkan bahwa kondisi ekonomi masih memburuk. Dalam catatan dari Commerzbank menuliskan bahwa permintaan komoditas emas dari India diperkirakan akan kembali ke level tenang setelah aksi borong emas pada Festival Akshaya Tritiya. Gerak harga emas pada sepanjang bulan April ini memang tidak banyak beranjak setelah pada bulan Februari dan Maret mengalami penurunan yang tajam akibat sinyalemen akan langkah Federal Reserve untuk segera menaikkan suku bunga. Pada hari Selasa - Rabu besok, pihak The Fed akan kembali melakukan pertemuan rutin dimana salah satu agenda pembahasan adalah mengenai kebijakan suku bunga.

Saat ini, yang menjadi fokus perhatian para pelaku pasar adalah hasil dari pertemuan kebijakan Federal Reserve pada akhir bulan ini, karena para pelaku pasar mencari petunjuk kuat tentang waktu kenaikan suku bunga. “Kami memperkirakan kenaikan suku bunga pada Juni,” kata analis Macquarie Matthew Turner. Para pelaku pasar saat ini juga masih terus dengan seksama mengamati krisis utang Yunani berlangsung. Pada minggu ini para pelaku pasar juga telah terlihat tengah memusatkan perhatian mereka terhadap hasil awal pertumbuhan domestik bruto Amerika di kuartal pertama yang akan dirilis pada hari Rabu malam di minggu ini.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Yen Kian Terpuruk Pasca Pidato Yellen di Jackson Hole

Mengawali perdagangan awal pekan (Senin, 25/8), nilai tukar yen terpuruk cukup dalam terhadap dollar AS dan menyentuh level terlemahnya sejak Januari silam. Tergerusnya yen hari ini terutama setelah Pimpinan Federal

Berita 0 Comments

Yen Potensial Ke Rendahnya Sesi: Pernyataan Kuroda

Yen mencoba untuk menguji rendahnya sesi di 93.33, turun dari tingginya sesi di angka 93.73. Kandidat NoJ, Kuroda, masih berbicara dengan parlemen Jepang menjelang pemilihan pada 11 Maret, yang mengatakan

Berita 0 Comments

Segala Sektor Ekonomi Global Rentan Imbas China, Apresiasi USD Dominan Selain Terhadap Jepang

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Selasa kemarin bahwa, Greenback bergerak menguat naik nilai apresiasinya menuju ke level tertinggi terhadap mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image