Diperdagangkan Dalam Kisaran Sempit, Emas Rawan Tekanan

Diperdagangkan Dalam Kisaran Sempit, Emas Rawan Tekanan

11696_3849381332391_2013197477_nGerak harga emas berada pada kisaran rentang sempit. Hal ini terjadi adalah dikarenakan oleh sepinya transaksi perdagangan. Sebagian besar pelaku pasar lebih memilih untuk berkonsentrasi di pasar saham. Harga emas bergerak naik tipis di awal sesi pasar Asia. Gerak tipis ini terjadi, menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa yang akan membahas detail awal dari program pelonggaran kuantitatif sebesar 60 milyar euro. Mengutip dari The Bullion Desk, hari Kamis (05/ 03/ 2015), gerak harga harga emas untuk pengiriman April di Divisi Comex New York Mercantile Exchange hanya naik 40 sen menjadi $ 1.204,8 US/troy ons. Rentang kisaran harga pada perdagangan kemarin cukup sempit yaitu di kisaran harga $ 1.201,20 US/ ons hingga $ 1.208,40 US/ ons.

Kemarin gerak harga emas tercatat melemah, merosot ke bawah level harga $ 1.200 setelah negara India secara tak terduga menurunkan suku bunga acuan. India adalah merupakan negara dengan angka pembeli terbesar di dunia dalam kapasitas pembelian komoditas emas. Langkah tersebut terjadi dan dilakukan beberapa hari setelah negara China mengumumkan akan melakukan langkah-langkah pelonggaran dengan suku bunga acuan. Kedua negara tersebut adalah negara konsumen emas, dengan kapasitas pembelian emasnya mencakup 50% dari seluruh angkan transaksi emas dunia. David Govett , analis komoditas Marex Spectron, menjelaskan bahwa perdagangan di pasar komoditas emas saat ini memang sedang lesu karena banyak pelaku pasar memilih untuk memasukkan dananya di perdagangan pasar saham mengingat beberapa indeks terus mencetak rekor dalam beberapa hari terakhir kemarin. “Sebelum keluarnya data mengenai nonfarm payrolls oleh Departemen Tenaga Kerja Amerika, kemungkinan transaksi emas akan kecil dan harganya pun tak banyak berubah,” jelasnya. Para pelaku pasar di saat - saat ini memang tengah mencari sentimen baru dalam melakukan transaksi. Beberapa pelaku pasar melihat bahwa saat ini belum ada sentimen yang terlalu kuat sehingga menjadikan gerak harga emas tak banyak berubah. Analis komoditas Dennis Gartman mengungkapkan, dalam konferensi pialang komoditas yang berlangsung pada minggu lalu, tak banyak orang yang tertarik untuk membicarakan harga emas. “Seolah-olah perdagangan emas tidak ada,” tuturnya. Padahal dalam konferensi sebelumnya, komoditas emas menjadi komoditas yang selalu dibahas panjang lebar. Sebelumnya, diskusi selalu mengenai nilai tukar mata uang USD yang kemudian akan berakhir pada perdagangan di gerak harga emas. Untuk komoditas perak dilaporkan bahwa, gerak harga perak untuk pengiriman Mei tetap di kisaran level $ 16.290 / ons. Untuk platinum pengiriman April, harga bergerak melemah turun sebesar $ 7 US menjadi $ 1.182,60 US/ ons. Telah pula dilaporkan dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tak bergerak dari level Rp 548 ribu/ gram pada hari Kamis (05/ 03/ 2015) ini. Sedangkan untuk harga pembelian kembali logam mulia Antam menjadi turun sebesar Rp 1.000 menjadi Rp 488 ribu/ gram. Berikut ini adalah daftar harga emas yang dijual oleh Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 254.300.000, pecahan 250 gram - Rp 127.250.000, pecahan 100 gram - Rp 50.950.000, pecahan 50 gram - Rp 25.500.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.775.000, pecahan 10 gram - Rp 5.140.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 548.000. Dilaporkan juga bahwa harga minyak mentah naik di awal sesi pasar Asia, mengabaikan data persediaan di Amerika dan fokus pada tanda-tanda peningkatan permintaan global. Di New York Mercantile Exchange, harga minyak mentah WTI untuk pengiriman April naik 0,24% menjadi $ 51,66/ barel. Harga minyak sempat turun pada sesi perdagangan pasar hari Rabu kemarin, setelah rilis data Amerika menunjukkan bahwa pasokan minyak nasional mencapai tingkat tertinggi yang pernah terjadi, kekhawatiran yang memberatkan bahwa penurunan lebih curam bisa terjadi dalam waktu dekat. American Energy Information Administration (EIA) mengatakan dalam laporan mingguannya bahwa cadangan minyak mentah naik sebesar 10,3 juta barel untuk pekan yang berakhir 26 Februari, menandai kenaikan mingguan terbesar sejak 2002.

Negara China, India dan zona eropa adalah kawasan yang menjadi perhatian utama para pedagang komoditas hari ini. Potensi penurunan inflasi di dua negara pembeli terbesar emas dan memburuknya kondisi ekonomi zona eropa bisa menjadi pendongkrak gerak harga emas. Di sisi lain harga minyak mentah masih tampak terbatas peningkatannya. Kekhawatiran akan berkurangnya permintaan dari zona eropa membuat para pelaku perdagangan masih ragu untuk terus menahan posisi beli. Karena itulah hari ini pertemuan ECB menjadi fokus utama perhatian para pelaku pasar pada sesi pasar hari ini. Perdagangan hari ini diperkirakan gerak harga emas akan diperdagangkan pada kisaran yang besar, dengan adanya juga rilis data klaim pengangguran di Amerika yang juga akan menjadi fokus para pelaku pasar selama sesi perdagangan Amerika nanti.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Emas Tampak Perkasa Minggu Lalu, Index USD Bisa Menguat Kembali

Telah dilaporkan bahwa dalam sepanjang minggu lalu, gerak harga harga emas di divisi Comex New York Exchange berhasil naik 2,31 % ke level $ 1.184,6 US/ ons. Gerak harga emas

Tekanan USD dan Daya Tarik Saham Amerika Rontokkan Emas

Gerak harga emas berjangka pada sesi pasar hari Selasa (31/ 03/ 215) ini, telah dilaporkan mengalami perlemahan. Gerak harga Emas merosot pada sesi kedua di awal sesi perdagangan pasar. Hal

USD Dikoreksi Kuat Pada Sesi Pasar Kemarin

Apresiasi mata uang EUR/ USD kemarin malam telah mengalami penguatan dan melejit ke level harga 1.3130. Euro ditutup naik terhadap dolar selama sesi perdagangan kemarin (Selasa, 30/04/ 2013), dimana harga

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image