Draghi Batasi Kebijakan Suku Bunga Negatif, Pasar Asia Terimbas Dampak

0a0aaa001233760Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, tetap mempertahankan gerak penguatannya di sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat ini. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Euro telah sempat bergerak di kisaran 1., dengan level support berada di 1.1190 dan level resisten di 1.1280.

Hal tersebut terjadi, setelah adanya langkah pelonggaran agresif European Central Bank (ECB). Meski demikian, namun pihak berwenang dari ECB mengatakan bahwa, mereka tidak akan miliki ruang untuk memangkas suku bunga kembali, walaupun masih ada pilihan stimulus lainnya.

Gerak nilai harga di pasar bergerak liar semalam, setelah pemipin ECB Mario Draghi mengatakan akan membatasi kebijakan suku bunga negatif. Pesan yang terkesan kacau dari pihak ECB tersebut, telah mengirim imbal hasil obligasi Eropa jadi bergerak melonjak dan meredakan reli yang baru lahir di sentimen aset beresiko. Kondisi tersebut telah membuat gerak nilai harga di pasar saham Asia bergerak menuju pada kerugian.

Telah dilaporkan bahwa, Jumlah masyarakat Amerika yang mengajukan aplikasi untuk memperoleh tunjangan pengangguran baru, turun ke level terendah 5-bulan. Kondisi tersebut mencerminkan bahwa tingkat PHK Amerika yang tetap rendah. Hal tersebut berpotensi untuk menjadi bahan pertimbangan bagi Federal Reserve untuk menentukan langkah kebijakan selanjutnya dalam pertemuan 15-16 Maret mendatang.

Pada hari Kamis Departemen Tenaga Kerja Amerika merilis laporan, yang menyampaikan bahwa klaim awal pengangguran berkurang sebanyak 18.000 dalam pekan pertama bulan Maret menjadi 259.000. Hasil laporan tersebut telah mematahkan estimasi penurunan menjadi 275.000.

Sementara rata-rata klaim baru dalam 4-minggu, yang dinilai lebih sesuai untuk menggambarkan tren pasar pekerjaan, juga mencatat penurunan sebanyak 2.500 menjadi 267.500. Data ini berpotensi mendatangkan sentimen positif bagi gerak nilai apresiasi Greenback, menjelang pertemuan kebijakan The Fed pada pekan depan.

Meskipun sejumlah hasil survey mengindikasikan harapan kenaikan suku bunga Amerika telah berkurang dan dengan adanya gejolak pasar keuangan di awal 2016, data-data ekonomi yang positif bisa menghidupkan kembali peluang bagi The Fed. Peluang tersebut adalah, bahwa pihak berwenang The Fed setidaknya berpeluang untuk menaikkan suku bunga sebanyak satu kali pada tahun ini.

Gerak nilai harga di bursa saham Jepang dilaporkan bergerak turun pada akhir pecan. Hal tersebut terjadi, setelah keputusan European Central Bank (ECB) untuk meningkatkan stimulus mengecewakan para pelaku pasar.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 dilaporkan telah bergerak melemah, turun sebesar 1.25%, atau 200 poin menjadi 16520. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei memiliki support di kisaran level harga 16300 dan level resisten di kisaran nilai harga 16700.

Gerak nilai harga di bursa saham Eropa pada sesi perdagangan pasar semalam terkoreksi turun setelah langkah ECB disampaikan. Telah dilaporkan bahwa pihak ECB berkeputusan untuk menekan biaya pinjaman ke rekor terendah, memperluas pembelian aset dan menawarkan subsidi pinjaman ke para pemberi pinjaman gagal untuk menopang kenaikan equitas.

Analis di Mitsibishi UFJ Morgan Stanley Securities telah mengatakan bahwa, pihak ECB dapat menawarkan semua yang bisa mereka lakukan. Mereka saat ini sudah membuktikan bagaimanapun kebijakan moneter akan memiliki dampak yang terbatas terhadap pasar. Kita perlu menciptakan permintaan kebijakan fiskal, dan reformasi struktural.

Gerak nilai harga komoditas minyak dilaporkan tengah menuju gerak kenaikan mingguan terpanjang sejak bulan Mei. Hal tersebut terjadi di tengah tanda-tanda meningkatnya permintaan bensin di Amerika dan penurunan produksi komoditas minyak mentah.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak WTI hanya sedikit berubah saat ini. Meski demikian, namun berada di jalur untuk kenaikan mingguan keempat. Gerak nilai harga komoditas minyak WTI untuk bulan April dilaporkan telah bergerak di $38.10 US/ barel, naik 26 sen. Kontrak turun sebesar 45 sen menjadi $37.84 pada hari Kamis. Level support terdekat berada di $37.34 dan level resisten di $38.61.

Konsumsi bensin dalam empat pekan terakhir berada di level tertinggi sejak September, sementara itu output minyak mentah masih di dekat level setidaknya sejak November 2015, berdasarkan data yang ditunjukkan oleh pemerintah pada hari Rabu. Cadangan minyak masih di level tertinggi sejak 1930. Indeks volatilitas harga pada hari Kamis di dekat level terendah dalam dua bulan.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Harga Emas Sempat Menggeliat, Faktor Data dan Kondisi Pasar Masih Menekan

Gerak harga emas tampak lemah pada perdagangan hari Jumat (03/ 10/ 2014) ini di sesi pasar Asia, dikarenakan salah satu faktor. Faktor negatif tersebut adalah karena para pelaku pasar fokus

Forex News 0 Comments

Gerak Nilai Apresiasi Mata Uang Jepang Menguat, Rusia dan OPEC Berpeluang Kerja Sama

Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dilaporkan bergerak menguat terhadap mata uang USD. Hal tersebut terjadi, pasca laporan hasil pertemuan Federal Reserve dan laporan penurunan penjualan

CFD News 0 Comments

Kebijakan Pajak China Dongkrak Otomotif, USD Masih Pertahankan Keperkasaannya

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari Jumat (06/ 11/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang USD masih tetap mempertahankan gerak penguatannya. Para pelaku pasar tampak masih menunggu untuk

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image