ECB Kemungkinan Akan Keluarkan Kebijakan, Nikkei Beranjak Menguat

11183434_834618946612137_888498380575393209_nTelah dilaporkan bahwa Francois Villeroy de Galhau, akan melakukan kebijakan akibat kondisi yang terjadi sat ini. Dalam sebuah wawancara, Gubernur dari Bank of France (BoF) tersebut, telah mengatakan bahwasannya pihak berwenang dari European Central Bank (ECB) akan bertindak akibat rendahnya gerak nilai harga komoditas minyak.

Rendahnya gerak nilai harga dari komoditas minyak telah terus menekan inflasi di zona Eropa. Kondisi tersebut yang menyebabkan gerak angka sehingga angka inflasi tidak kunjung meningkat. Francois Villeroy de Galhau juga menambahkan bahwa, penurunan gerak nilai harga komoditas minyak dapat memberikan dampak dalam jangka panjang terhadap ekonomi di zona Eropa, dan memperlambat rata-rata angka kenaikan gaji.

Telah dilaporkan pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat minggu lalu bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak telah bergerak negatif. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat berakhir dengan level harga di kisaran angka 32.81, dengan level tertinggi harian 34.67, dan terendah 32.66.

Gerak nilai harga komoditas minyak sempat bergerak menguat mendekati level tertinggi dalam kurun waktu dua bulan. Hal tersebut terjadi, setelah hasil rilis data menunjukkan bahwa laju ekonomi Amerika tumbuh sekitar 1,0% di kuartal IV 2015.

Kenaikan pertumbuhan Amerika tersebut merupakan hasil revisi dari rilis awal sebesar 0,7%. Hal tersebut telah mematahkan perkiraan dari para pelaku pasar atas angka penurunan pertumbuhan ekonomi. Para pelaku pasar memperkirakan sebelumnya bahwa, angka penurunan pertumbuhan ekonomi Amerika akan menjadi sekitar 0,4%.

Gerak nilai harga komoditas minyak bergerak berbalik melemah. Meskipun demikian, namun gerak nilai harga komoditas emas hitam tersebut, tampaknya masih mampu mencatatkan angka penguatan mingguan.

Dilaporkan bahwa, perusahaan Baker Huges telah melaporkan jumlah rig yang beroperasi di Amerika berkurang sebanyak 13 rig pada pada pekan lalu, sehingga menjadi 400 rig. Pada waktu yang sama di tahun lalu, jumlah rig yang akhif sebanyak 986 rig.

Harapan dari para pelaku pasar global akan turunnya angka produksi minyak global telah menjadi pendorong atas kinerja minyak. Sentimen sentimen positif juga datang dari gangguan pada pipa saluran minyak di Iran dan Nigeria.

Dengan adanya gangguan atas pipa saluran minyak yang terjadi pada kedua negara tersebut, maka diperkirakan akan mampu mengurangi suplai lebih dari 800.000 barel di pasar minyak dunia setiap harinya. Kondisi tersebut, akan berlangsung setidaknya hingga kurun waktu dua pekan ke depan.

Jikalau penurunan gerak nilai harga minyak hanya bersifat sementara, maka dikatakan tidak akan cukup menjadi alasan untuk menambaj stimulus. Namun meki demikian, jika rendahnya gerak nilai harga energi berlangsung dalam waktu yang cukup lama, maka pihak berwenang ECB dikatakan akan bertindak. Bahkan jika diperlukan pihak ECB akan menambabah laju pembelian aset yang saat ini senilai €60 milyar.

Inflasi yang terjadi di zona euro di bulan Januari sebesar 0,4%, dan berpotensi turun ke bawah 0% dalam beberapa bulan kedepan. Angka tersebut menjadikan target ECB mejadi semakin jauh.

Target ECB yang ingin dicapai adalah sebesar 2%. Pada bulan Desember, pihak ECB telah menambah stimulus moneter. Langkah kebijakan yang diambil oleh pihak ECB adalah, dengan menurunkan suku bunga deposito menjadi -0,3%, dan memperpanjang quantitative easing sampai Maret 2017.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 Jepang telah kembali bergerak mengguat di awal sesi perdagangan pasar di pekan ini. Hal tersebut terjadi, setelah adanya pembukukan penguatan dua pekan beruntun pada minggu lalu.

Dilaporkan bhwa, gerak nilai harga Spot indeks saham Nikkei bergerak menguat 1,24% menjadi 16389.70. Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures telah diperdagangkan di kisaran level harga 16380, dengan level terendah harian 16295, dan tertinggi 16455.

Meski demikian, namun beberapa analis tengah memperkirakan penguatan bursa pekan ini tidak akan mulus. Hal tersebut terasumsikan, karena akibat adanya serentetan data ekonomi penting dari berbagai negara yang akan dirilis.

Dilaporkan bahwa data penjualan ritel Jepang bulan Januari telah mengecewakan. Untuk pertama kalinya sejak tahun 2012, pernjualan ritel Jepang menurun dalam kurun waktu tiga bulan beruntun. Laporan untuk bulan Januari sendiri (year-on-year) telah menunjukkan bahwa angka penurunan sebesar 0,1%, setelah anjlok masing-masing 1,1% dua bulan sebelumnya.

Produksi industri menjadi data positif dari Jepang hari ini, data tersebut menunjukkan kenaikan 3,7% di bulan Januari, dari bulan Desember yang turun 1,7%. Kenaikan tersebut juga lebih baik dari perkiraan para pelaku pasar, yakni sebesar 3,2%. Namun jika dilihat periode tahunan, sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar yaitu angka produksi industri masih turun sekitar 3,8%.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Harga Emas LLG Anjlok $16.35, Aksi Jual di Semua Pasar

Pada hari Kamis kemarin, investor melakukan penjualan emas, dimana terjadi penguatan dolar AS setelah pengumuman pembatasan pinjaman federal. Harga emas di awal pembukaan sempat naik sedikit ke tertinggi di $1,686.10,

Komoditas 0 Comments

Gerak Positif Harga Emas Mulai Ada, Meski Di Kisaran Rendah

Pada sesi perdagangan Asia di hari Selasa (05/ 05/ 2015) ini, gerak harga emas dan perak dilaporkan merangkak naik dengan diperdagangkan lebih tinggi setelah mengalami gerak penurunan di sesi sebelumnya,

Forex News 0 Comments

Aussie Waspadai Kondisi Perekonomian Australia

Aussie melemah setelah publikasi data penjualan ritel dan neraca perdagangan Australia isyaratkan masih rapuhnya momentum pertumbuhan ekonomi negeri Kangguru tersebut. Penjualan ritel Australia hanya mencatatkan kenaikan 0,2% untuk bulan Februari;

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image