Emas Dan Minyak Masih Dalam Bayangan USD

10462515_293497884157725_8549784081553402379_nPada sesi perdagangan hari Senin (08/ 09/ 2014) kemarin, emas ditutup dengan kerugian cukup tajam setelah indeks USD diperdagangkan menguat tajam mencappai level tertinggi sejak 11 Juli. Menguatnya kekhawatiran pasar menjelang referendum kemerdekaan Skotlandia sejak akhir pekan telah mendorong mata uang GBP anjlok lebih dari 200 poin dan menguatkan mata uang USD. Selain itu, baru saja dirilis bahwa harga rata-rata perumahan Inggris dirilis naik sebesar 9.7% dibandingkan Agustus tahun lalu, lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya yang masing-masing berada pada 9.9% (F) dan 10.2% (P). Dibandingkan dengan data rilis bulan lalu, bulan sebelumnya harga rata-rata perumahan Inggris naik sebesar 0.1%, lebih rendah dari perkiraan dan data sebelumnya yang masing-masing berada pada 0.2% (F) dan 1.2% (P). Data rilis terbaru ini menjadikan sentiment terhadap mata uang GBP menjadi negatif. Apresiasi mata uang GBP/USD melemah 0,15% di level harga 1,6080.

Harga emas berjangka kontrak Desember menyelesaikan sesi perdagangan Senin (08/ 09/ 2014) kemarin dengan kerugian sebesar $13.00 US atau 1.04% berakhir pada $1,254.30 US/ troy ons di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Dari pasar Spot dilaporkan, harga emas ditutup anjlok sebesar $13.00 US atau 1.02% berakhir pada $1,256.30 US, setelah sebelumnya sempt diperdagangkan hingga setinggi $1,271.70 US dan rendahnya di $1,251.25 US. Harga minyak WTI dan minyak London yang diperdagangkan anjlok juga telah memberikan signal bearish pada pasar emas ditengah ancaman melemahnya tekanan inflasi. Brent Oil diperdagangkan anjlok pada kisaran $100.86 US/ barel naik tipis dari sesi terendah kemarin dan diperdagangkan pada level terendah sejak 13 Juni. Harga emas diperkirakan masih akan terus bertahan dibawah level $1,300.00 US/ troy ons. Sejauh ini, setelah emas anjlok dibawah level $1,300 US, emas sepertinya hanya akan mampu bertahan pada kisaran $1,290.00 US/ troy ons. Harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,264.30 US - $1,249.40 US.

Memasuki sesi perdagangan hari ini, pasar emas diperkirakan masih akan melemah menyusul menguatnya indeks USD mendekati level 85.00. Para pelaku pasar hanya akan terfokus pada berita seputar referendum Skotlandia pada pekan depan yang akan terus memberikan sentiment negatif pada Sterling Inggris. Para pelak pasar emas juga hanya akan terfokus pada sedikit data dipasar Eropa yakni data Neraca Perdagangan Inggris (15.30 GMT+7) dan BOE Carney Press Conference (15.30 GMT+7). Sementara dipasar AS pasar akan sepi dari jadwal data ekonomi.

About author

You might also like

Transisi Menuju Awal Bulan, Rally USD Mulai Terkoreksi

Indeks USD dilaporkan menutup sesi perdagangan Senin kemarin dengan keuntungan sebesar 1 pips atau 0.01% berakhir pada 85.66, setelah sebelumnya indeks USD sempat diperdagangkan hingga setinggi 85.89 dan serendah 85.47.

Forex News 0 Comments

Euro Bergerak Positif

Mata uang euro menuju penguatan mingguan ketiga terhadap mata uang yen dan USD seiring pelaku pasar kurangi spekulasi untuk pelonggaran tambahan dari Bank Sentral Eropa menjelang data inflasi hari ini.

CFD News 0 Comments

Terorisme Berimbas Pada Pasar, Loonie Terkoreksi Greenback

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD tampak masih diperdagangkan naik sekitar 0,08% di kisaran level $1.3424 pada awal sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Hal tersebut terjadi,

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image