Emas dan Minyak Masih Tertekan, Para Pelaku Pasar Masih Khawatirkan Kebijakan The Fed

Emas dan Minyak Masih Tertekan, Para Pelaku Pasar Masih Khawatirkan Kebijakan The Fed

10570438_754492561275444_52461181166959978982_nPerdagangan pasar emas kembali diperdagangkan melemah selama sesi perdagangan hari Selasa (09/ 09/ 2014) kemarin. Harga emas diperdagangkan melemah setelah harga minyak mentah dunia terus melemah dan mencatatkan level terendah sejak setahun terkahir. Indeks USD yang kembali mencatatkan level tertinggi baru juga memberikan tekanan yang cukup besar pada pasar emas. Para pelaku pasar juga masih merasa khawatir ditengah spakulasi The Fed yang akan memperketat kebijakan moneternya lebih cepat dari yang diharapkan.Ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga lebih awal daripada kemudian pada tahun 2015 mendorong kuat mata uang USD dan membuat harga emas jatuh ke level terendah. Sebuah laporan penelitian dari Federal Reserve Bank of San Francisco pada hari Senin menyatakan bahwa para pelaku pasar mengharapkan The Fed dapat mempertahankan kebijakan moneternya ditengah spekulasi Bank Sentral Amerika yang hendak mempercepat stimulus lebih cepat dari yang diharapkan.

Harga emas berjangka kontrak Desember menyelesaikan sesi perdagangan hari Selasa (09/ 09/ 2014) kemarin dengan kerugian sebesar $5.80 US atau 0.5% berakhir pada $1,248.50 US/ troy ons di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Harga emas spot naik tipis hanya 30 sen atau 0.02% berakhir pada $1,256.60 US, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga harga mencapai $1,257.95 US dan rendahnya di harga $1,247.30 US. Menguatnya mata uang yang telah mencatatkan level tertinggi baru pada 85.47 selama sesi perdagangan kemarin, telah mendorong gerak harga emas kembali melemah mencapai level terendahnya pada $1,247.30 US. Minimnya data selama sesi perdagangan kemarin membuat emas hanya terfokus pada penguatan mata uang USD dan kembali pada korelasi tradisional. Emas juga tertekan harganya oleh karena melemahnya harga minyak mentah London pada level terendah sejak setahun terakhir. Brent Crude diperdagangkan melemah dibawal level $100 US/ barrel, ditutup turun sebesar $1.04 US atau sekitar 1% berakhir pada level $99.16 US. Hari ini (Rabu, 10/ 09/ 2014) dilaporkan bahwa harga minyak mentah berjangka Amerika bergerak menguat tipis. Penguatan tipis ini karena menjelang rilis data pasokan persediaan minyak mentah. Dengan adanya rilis data tersebut pasar berharap bahwa harga akan mencapai gerakan yang lebih tinggi kembali dari sesi sebelumnya. Harga minyak mentah berjangka untuk pengiriman pada bulan Oktober naik 9 sen, atau 0,1%, dan menetap di $92.75 US/ barel di New York Mercantile Exchange. Minyak Brent crude di London ICE Futures untuk Oktober turun $1,04 US, atau 1% di level $99.16 US/ barel. Saham minyak mentah komersial Amerika berdasarkan dari survei Platts, diharapkan turun 1 juta barel selama seminggu berakhir. Harga berjangka setelah memangkas harga minyak mentah perkiraan untuk tahun 2015, produksi Amerika tahun depan akan menjadi yang tertinggi dalam 45 tahun. Pengamatan energi jangka pendek, berdasarkan analisa EIA, harga minyak berjangka diperdagangkan di New York mengakhiri rata-rata $98.28 US/ barel, dibandingkan dengan sebelumnya prediksi EIA di bulan Juli, $100.45 US. Harga minyak Brent tahun ini diharapkan rata-rata turun di kisaran $106 US/ barel, dari $108.11 US/ barel. Harapan untuk tahun 2015 harga diturunkan pada kisaran $103 US dari $105 US. Emas diperkirakan pasar masih akan terus bertahan dibawah level $1,300.00 US/ troy ons. Setelah harga emas anjlok dibawah level $1,300 US, sampai sejauh ini emas sepertinya hanya akan mampu bertahan naik hingga pada kisaran level harga $1,290.00 US/ troy ons. Dilaporkan juga bahwa harga perak untuk pengiriman di bulan Desember diperdagangkan naik 0,94% di level harga $19,098 US/ troy ons dan tembaga berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,07% di level harga $3,105 US/ pon.

Pada sesi perdagangan hari ini, pasar emas mungkin akan diperdagangkan pada volatlitas yang lebih besar mengingat pasar Amerika akan kembali dipenuhi oleh beberapa data ekonomi meski bukan data yang sebenarnya ditunggu oleh para pelaku pasar secara luas. Laporan data Wholesales Inventories Amerika akan menjadi satu-satunya data yang akan mewarnai pasar Amerika. Hari ini harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran level harga $1,268.30 US - $1,247.00 US.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Keputusan FOMC Pertahankan Suku Bunga, Kebijakan BoJ Limbungkan Nikkei

Telah dilaporkan bahwa pada hari Rabu, pihak Federal Reserve memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan jangka pendek. Dilaporkan bahwa suku bunga acuan jangka pendek The Fed tidak berubah yaitu

Forex News 0 Comments

Memburuknya Data Sektor Konstruksi Picu Lesu Aussie

Pada perdagangan hari ini mata uang aussie terpantau mengalami pergerakan yang cenderung melemah terhadap dollar AS (26/2). Aussie terpukul mundur seiring dengan lesunya bursa-bursa saham di kawasan Asia pagi ini.

Berita 0 Comments

Pasar Antisipasi Pidato Gubernur The Fed Ben S. Bernanke

Para pelaku pasar saat ini terfokus pada rilis nonfarm payrolls sebagai acuan sentiment pasar, terutama menjelang pidato dari Gubernur The Fed, Ben S. Bernanke, yang akan akan menyampaikan pandangannya tentang

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image