Emas Dilirik Kembali Oleh Pasar, Zona Eropa Sebaiknya Juga Mulai Berbenah

Emas Dilirik Kembali Oleh Pasar, Zona Eropa Sebaiknya Juga Mulai Berbenah

1017044_10151768690173600_486733125_nPergerakan harga emas bergerak melonjak tajam pada sesi perdagangan pasar Amerika, setelah index Dow Future dalam sesi perdagangan berlangsung brgerak melemah tajam hampir seratus poin sehari setelah diberlakukannya federal shutdown Amerika. Dengan lumpuhnya kegiatan pemerintah federal Amerika telah mngakibatkan kerugian negara sebesar 300 juta USD per harinya. Kerugian ini telah dua hari terjadi tanpa adanya perubahan yang positif. Menurut pendapat dari mantan presiden European Central Bank, Jean-Claude Trichet, kepada CNBC, bahwa kegagalan penyelenggara negara Amerika untuk bersepakat menaikkan plafon hutang negara adalah ‘sesuatu yang absurd’. Selain itu, sikap kongres justru berisiko menurunkan kredibilitas ekonomi dari negara terbesar di dunia ini.

Selama sesi perdagangan kemarin, pemerintah masih terus mengadakan pembicaraan di dalam kongres. Meski demikian, namun sayang sampai dengan saat ini kebuntuan pembahasan masih terus terjadi. Dalam kurun waktu hingga pertengahan Oktober pemerintah Amerika diperkirakan akan mencapai kesepakan. Berdasarkan dari kasus federal shutdown 17 tahun lalu sebelumnya yang pernah terjadi, pemerintah Amerika selalu menyelesaikan shutdown kurang dari 20 hari. Dalam data ekonomi yang telah rilis, dilaporkan bahwa angka ADP Employment Amerika turun pada kisaran 166.000 orang, berada dibawah perkiraan dan angka sebelumnya masing-masing pada 180.000 (F) dan 176.000 (P). Hingga akhir pecan, seharusnya pasar akan terfokus pada data Non-Farm Payrolls Amerika. Akan tetapi rilis data mungkin akan tertunda setelah terjadinya federal shutdown Amerika hingga kemungkinan sampai pekan depan. Spekulasi pasar bahwa setelah federal shutdown pemerintah, The Fed mungkin akan menunda terlebih dahulu rencana pengurangan stimulus hingga ekonomi kembali stabil. Korelasi pasar kembali pada korelasi tradisional, dimana shutdown yang terjadi akan mendorong nilai mata uang negara melemah diiringi dengan penurunan tajam pasar saham dan meningkatnya nilai treasury. Komoditi emas telah mendapatkan kembali dukungannya sebagai aliran safe-heaven ditengah ketidakpastian ekonomi negara. Harga emas bertahan diatas kisaran level harga 1,300 USD/ ons setelah memperoleh keuntungan paling banyak dalam 2 minggu terakhir dengan keadaan para pelaku pasar menyesalkan penutupan aktifitas pemerintah Amerika dan pengaruhnya terhadap stimulus moneter dari Federal Reserve Amerika. “Pasar memperkirakan penutupan akan berlangsung sebentar saja dan akan memberikan pengaruh minimal terhadap ekonomi yang lebih luas dan tidak mengubah jadwal tapering dari The Fed.,” demikian menurut pendapat analisa dari kepala riset di Wing Fung Financial Group, Mark To, refiner dan trader metal berharga yang berbasis di Hongkong. Harga emas batangan turun sebesar 0,3% menjadi 1,312.56 USD/ ons dan diperdagangkan di kisaran level harga 1,314.09 USD. Untuk pergerakan harga naik sebesar 2,2% kemarin setelah rebound dari level terendah dalam delapan minggu dari level 1,277.15 USD. Harga emas kontrak bulan Desember diperdagangkan turun 0,5% menjadi 1,314.50 USD/ ons di Comex di New York setelah naik 2,7% kemarin dan turun 3,1% pada 1 Oktober. Antam menaikkan harga jual emasnya hingga Rp. 5000 yang mengakibatkan harga minted bars ukuran 1 gram di jual sebesar Rp. 535.000/ gram, dan untuk minted bars ukuran lain seperti ukuran 500 gram dijual ke posisi 495.600/gram menjadi Rp. 247.800.000, sedangkan minted bars ukuran 10 gram dijual 501.000/ gram menjadi Rp.5.010.000. Untuk harga buyback, Antam menaikkan sampai dengan Rp. 8000 menjadi Rp. 478.000/ gram. Sudah 2 sampai dengan hari ini, ukuran minted bars 100 gram tidak dijual karena adanya keterbatasan stok. Akibat kebuntuan pembicaraan, serta saat Presiden Barack Obama menolak bernegosiasi dalam pertemuan dengan pemimpin puncak kongres, menjadikan kerugian negara sebesar 300 juta USD per hari menjadi berkepanjangan sampai dengan dua hari. Sikap Obama yang tidak ingin bertemu kongres, membuat para pelaku pasar memilih untuk membeli emas. Menurut pendapat dari mantan presiden ECB, Jean-Claude Trichet, kepada CNBC, mengatakan bahwa dia berharap solusi kebuntuan ini segera tercapai. Hal ini sangat penting tidak hanya bagi negara Amerika saja, namun juga bagi perekonomian global dunia. Terlepas dari kondisi politik yang terjadi di Washington, Trichet masih tidak memahami, mengapa pihak-pihak yang berseteru tersebut bahkan sampai mau mempertaruhkan nasib negaranya demi kepentingan masing-masing.

Disinggung mengenai kondisi pemulihan di zona eropa, Trichet menyarankan supaya lembaga pemerintah Uni Eropa dan setiap negara kompak melakukan reformasi struktural. Reformasi struktural tidak hanya untuk perluasan kesempatan kerja, akan tetapi juga demi ketersediaan barang dan jasa bagi warga. Tanpa adanya reformasi menyeluruh, zona eropa tidak akan mencapai cita-cita pasar ekonomi yang bersatu sebagaimana menjadi fondasi pembentukan kawasan mata uang tunggal. “Masih banyak sekali yang harus dilakukan oleh semua pihak,” ujar Trichet. Dia tidak melihat adanya kemungkinan bagi perekonomian zona Euro untuk kembali normal dalam waktu dekat. Ia juga tidak berharap pasar tenaga kerja pulih secara tiba-tiba karena negara-negara maju juga memiliki permasalahannya masing-masing. “Munculnya kebijakan-kebijakan non-konvensional dari bank sentral negara maju memperlihatkan bahwa semua negara mempunyai masalah serupa,” tambah Trichet. Jepang, Amerika, Inggris dan zona Euro akan menjadi tulang punggung pemulihan ekonomi global. Keempat institusi pemerintahan harus mampu memperbaiki rapor fundamental nya sehingga kebijakan bank sentral bisa tepat sasaran. Harga logam perak diperdagangkan dalam rentangan harga naik dan turun setidaknya sebesar 0,5%, dan pada sebelumnya harga diperdagangkan sedikit berubah pada 21,7305 USD/ ons. Platinum naik 0,2% menjadi 1,391.38 USD/ ons dan paladium naik 0,1% menjadi 719,38 USD/ ons. Mengenai bullion untuk penyerahan segera, harga jatuh sebanyak 0.3% menjadi 1,312.56 USD/ ons dan di perdagangkan di 1,314.09 USD di pasar Singapore.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Gerak Nilai Apresiasi Greenback Berkonsolidasi, Minyak Merangkak Terpicu Pidato Abdullah al-Badri

Dilaporkan pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (10/ 11/ 2015) ini bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD tengah mengalami gerak konsolidasi sejak sesi perdagangan pasar Amerika pada hari

Berita 0 Comments

Yen Melemah Akibat Isu Pelonggaran Topang Dollar

Hingga sesi siang di perdagangan hari Selasa (3/6) nilai tukar yen ditransaksikan lemah di atas kisaran 102 terhadap dollar AS seiring meningkatnya permintaan greenback terkait munculnya isu rencana pelonggaran moneter

Forex News 0 Comments

Sterling Terkoreksi Kuat Jelang Hasil Referendum, Para Pelaku Pasar Nantikan Hasil Inggris Akan Ke Mana

Dilaporkan bahwa, sejak awal sesi perdagangan pasar di hari Jumat (24/ 06/ 22016) ini, gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, terkoreksi kuat oleh major currencies. Keadaan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image