Emas Semakin Terhempas Setelah Data Rilis Amerika Positif

Emas Semakin Terhempas Setelah Data Rilis Amerika Positif

Perdagangan emas di sesi pasar Amerika pada Selasa ( 25/ 06/ 2013) kemarin, diawali dengan kenaikan harga emas. Meski demikian, namun kemudian diikuti dengan aksi jual lanjutan, menyusul data ekonomi Amerika yang positif sehingga meningkatkan ekspektasi pasar bahwa The Fed akan mulai memperlunak kebijakan ekonomi moneternya yang bertolak pada upaya merangsang perekonomian, sehingga membuat USD menguat atas mata uang lainnya dan menjatuhkan Obligasi pemerintah. Harga emas berakhir turun untuk pengiriman bulan Agustus sebesar 2 USD, atau 0.1%, ke 1,275.10 USD per ons. Harga emas sempat naik ke 1,289 USD per ons, namun kembali tertekan setelah data ekonomi negara Amerika yang membuat mata uang USD jadi menguat kembali.

Data ekonomi Amerika atas penjualan stok hunian mengalami kenaikan yang cepat dalam lima tahun terkini sehingga membuat emas melemah. Disisi lain juga terjadi kenaikan kepercayaan konsumen untuk bulan Juni, dimana indek kepercayaan konsumen mengalami kenaikan. Data perumahan yang dirilis S&P/Case-Shiller kemarin menunjukkan harga rumah di Amerika naik sekitar 2.5%, dan menjadi kenaikan bulanan terbesar yang pernah terjadi. Indeks composite 20 kota menunjukkan harga rumah naik di 19 dari 20 kota, San Fransisco membukukan kenaikan terbesar sebesar 23.9%, sementara New York membukukan kenaikan terkecil sebesar 3.2%. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya pada periode yang sama harga rumah naik 12.1%. Penjualan rumah baru juga mengalami peningkatan sebesar 2.1%, atau sebanyak 476.000 unit, menjadi tingkat tertinggi dalam lima tahun terakhir. Data kemarin dilaporkan, bahwa durable-goods order dan core durable-goods order juga mengalami peningkatan, masing-masing sebesar 3.6% dan 0.7%, lebih baik dari yang diperkirakan sebesar 3.0% dan 0.0%. Selain itu tingkat kepercayaan konsumen juga melonjak melebihi perkiraan sebesar 75.2 menjadi 81.4, yang merupakan level tertinggi dalam 7 tahun terakhir.Sementara itu, kepemilikan emas kembali menurun dengan kenaikan yield Obligasi, yang lebih memungkinkan The Fed untuk memberikan likuiditas yang lebih sedikit dalam bulan-bulan yang akan datang. Data kenaikan lapangan kerja disisi lainnya akan membuat suku bunga bank sentral naik.

Setelah pernyataan Gubernur Federal Reserve pada minggu lalu, menunjukkan keadaan bahwa saat ini sulit bagi emas untuk tetap mempertahankan harganya di level premium. Dalam pidatonya, Bernanke menyatakan siap sedia memperlunak arus moneter yang masuk dalam perekonomian negara Amerika setidaknya sampai akhir tahun ini. Akibat pernyataan ini, membuat yield Obligasi Amerika naik sehingga meluruhkan daya tarik emas dan membuat mata uang USD menguat kembali. Pasar juga mengkhawatirkan akan kondisi kredit di Cina sebagai negara perekonomian kedua terbesar dunia. Masalah kredit di Cina membuat pasar khawatir akan menggangu perekonomian Cina yang akan berimbas pada perekonomian global. Kondisi ini juga memicu kenaikan yield Obligasi Amerika dan meningkatkan ketidak pastian akan perekonomian Amerika sehingga memicu aksi jual secara besar-besaran dalam beberapa hari ini. Dalam beberapa hari kedepan, diperkirakan perdagangan akan berlangsung lebih sepi, dengan demikian harga emas masih akan sulit untuk stabil dengan ketiadaannya sentiment yang cukup segar.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Kondisi Global Dukung Geliat Emas

Gerak harga emas kembali diperdagangkan menguat diawal sesi perdagangan hari Selasa (21/ 10/ 2014) ini, setelah kekhawatiran seputar ekonomi zona eropa kembali meningkat. Meskipun demikian keuntungan yang tercatatkan dalam perdagangan

Berita 0 Comments

Kurs Sterling Hari Ini, Cari Kesempatan Rebound

Mata uang Poundsterling Inggris pada hari ini (Jum’at, 17 Januari 2014, 04:27:17 GMT) secara umum terpantau melemah terhadap mata uang utama Yen Jepang. Pair GBPJPY dibuka pada 170.60 di awal

Forex News 0 Comments

Yen Melemah ke Level Terendah dalam 2 Minggu

Mata uang yen Jepang mengalami penurunan yang signifikan (6/3). Mata uang Jepang ini melemah ke posisi paling rendah dalam dua minggu terhadap dollar AS. Turunnya minat terhadap mata uang safe

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image