Euro Anjlok Vs. Yen Ditengah Spekulasi Pelonggaran ECB

Euro Anjlok Vs. Yen Ditengah Spekulasi Pelonggaran ECB

Euro tergelincir dari level tertinggi dalam sebulan terhadap yen setelah presiden ECB, Mario Draghi menegaskan kembali kesediaannya untuk bertindak jika outlook untuk inflasi memburuk.

Mata uang Jepang menguat terhadap semua dari 16 mata uang utama seiring bursa saham China pimpin pelemahan di bursa saham Asia, mendorong permintaan untuk aset safe haven. Data yang akan di rilis pada hari ini dan tanggal 28 Februari di perkirakan akan menunjukkan kenaikan harga konsumen di zona Euro yang tetap kurang setengah dari target ECB di level 2 persen. Dollar Australia melemah setelah harga bijih besi menyentuh level terendah dalam sepekan dan di tengah laporan tentang pembatas pinjaman untuk property di China.

“Saya melihat penurunan di euro akan berikan ECB lebih banyak kemungkinan untuk pelonggaran,” kata Toshiya Yamauchi, analis senior di Ueda Harlow Ltd di Tokyo. “Kecuali ada pelonggaran tambahan, ifnlasi akan terus melambat.”

Euro turun sekitar 0.3% menjadi 140.48 per yen pada pukul 12.28 wib. Sebelumnya mencapai level 141.27 pada tanggal 21 Februari, level tertinggi sejak 24 Januari. Mata uang tunggal melemah sekitar 0.1% menjadi $1.3737. Dollar melemah sekitar 0.2% menjadi 102.31 per yen.

About author

You might also like

CFD News 0 Comments

Yen Menggeliat Nilai Apresiasinya, Bursa Saham Asia Mulai Koreksi

Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari Selasa ini masih melanjutkan gerak penguatan terhadap Greenback. Gerak penguatan nilai apresiasi mata

Berita 0 Comments

Greenback Terimbas Rilis Manufaktur Kemarin, Minyak dan Indeks Nikkei225 Tergelincir

Pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin, gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan bergerak rally. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang

Berita 0 Comments

USD Melemah Atas Major, Issue Obligasi Masih Dominan

Mata uang USD dalam perdagangan hari Senin (08/ 07/ 2013) kemarin kehilangan daya penguatannya. Apresiasi USD berbalik menurun setelah imbal obligasi Amerika naik setelah membaiknya perekonomian Amerika. Hal tersebut ditinjau dari

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image