Euro Bergerak Menguat, Wall Street Terkoreksi

11046478_809233175817381_4104282769719689826_nTelah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Euro tengah memperpanjang gerak kenaikannya di sesi perdagangan pasar hari Kamis menjelang rapat European Central Bank (ECB). Rapat ECB tersebut, akan menghasilkan kebijakan moneter yang sedikit akomodatif.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi major currencies bergerak naik di peningkatan satu malam dan mencatat level puncak enam hari di $1.1833. Pada waktu yang sama, yield bund Jerman 10 tahun juga naik ke level tinggi tiga minggu di 0,50 %.

Kenaikan gerak nilai apresiasi mata uang Euro dan yield Jerman didorong oleh ekspektasi tinggi dimana ECB akan mencatatkan stimulus pembelian obligasi besar dan mengambil langkah terbesar menuju pembatalan pelonggaran kebijakan moneter. Keputusan kebijakan ECB dikeluarkan pada 1145 GMT.

Dilaporkan bahwa gerak nilai indeks USD turun 0,5 % di 93,567, merupakan yang terendah dalam enam hari. Gerak nilai apresiasi Greenback terhadap mata uang Yen, dilaporkan telah turun menjadi 0,2 % di 113,515 yen.

Gerak nilai apresiasi Greenback naik ke level puncak tiga bulan di 114,245 yen satu malam, seiring dengan yield Treasury naik ke level tinggi tujuh bulan di 2,475 %. Gerak nilai apresiasi mata uang USD pada akhirnya memangkas kenaikan karena yield Treasury kembali mundur dibalik penurunan saham Wall Street, dimana yield Treasury 10 tahun terakhir bertahan di 2.426 %.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Loonie sebelumnya turun satu % satu malam ke level rendah tiga bulan di C$1,2816 per dolar, dimana gerak nilai apresiasi Loonie terakhir dipertahankan pada C$1,2790 dolar. Hal tersebut terjadi, setelah Bank of Canada (BoC) mempertahankan suku bunga stabil, namun menyampaikan pernyataan dovish.

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Kiwi bertahan di $0,6890, setelah mencapai level rendah lima bulan di $0,6861 pada hari Rabu. Hal tersebut terjadi, ditengah kekhawatiran investor mengenai kecenderungan proteksionisme pemerintah yang baru.

Ekuitas Amerika turun di hari Rabu, karena laporan pendapatan perusahaan turun seiring dari ekspektasi inflari. Kekhawatiran dalam meningkatkan yield obligasi juga membebani sentimen pada saham.

Dilaporkan bahwa Dow Jones Industrial average turun 0,48 % menjadi 23.329,46, merupakan penurunan terbesar satu hari sejak 5 September. Indeks turun 200 poin di sesi rendah.

S&P 500 turun 0,47 % menjadi 2.557,15, dengan saham industri dan telekomunikasi memimpin penurunan. S&P memiliki hari terburuk sejak 5 September.

Nasdaq composite turun 0,5 % menjadi 6.563,89. Penjualan meluas, dengan masing-masing dari 11 sektor utama S&P di wilayah negatif. Boeing berkontribusi pada sebagian besar penurunan Dow.

Saham turun 2,8 % setelah dua bisnisnya menunjukkan penurunan pendapatan dibandingkan dengan 2016, sebagian besar karena hasil dari $329 juta akibat masalah produksi dari tanker pengisian bahan bakar pesawat KC-46. Chipotle Mexican Grill mengalami penurunan terbesar dari S&P, 14,6 % setelah hasil triwulan jatuh dari estimasi pendapatan yang mengecewakan dari AT&T mendorong saham pada pembawa nirkabel terbesar kedua di Amerika Serikat turun 3,9 %, membebani saham telekomunikasi lainnya seperti Verizon dan CenturyLink.

Produsen Chip Advance Micro Devices turun 13,5 % meskopun mengalahkan Street pada pendapatan dan penghasilan. Perusahaan tersebut menunjukkan penurunan pendapatan untuk triwulan terkini. Ekuitas baru saja menyentuh rekor terbaru seiring prospek dari reformasi pajak Amerika telah meningkat. Hasil pendapatan yang meningkat dan data ekonomi yang optimis juga telah mendorong nilai saham.

Harga minyak sebagian besar stabil di hari Rabu, tetap pada level tinggi empat minggu yang dicapai dalam satu heri setelah produsen teratas Arab Saudi mengungkapkan kemungkinannya untuk mengendalikan pasokan berlebih. Minyak mentah Brent naik 8 sen di $58,41 per barel, setelah menutup naik 96 sen atau 1,7 % di sesi sebelumnya.

Sementara itu, minyak mentah WTI Amerika diperdagangkan turun 4 sen di $52,43 per barel. Pada hari Rabu, Menteri Energi Arab Saudi Khalid al-Falih mengatakan bahwa fokus berlanjut pada penurunan cadangan minyak dalam negara-negara berkembang turun ke rata-rata lima tahun dan meningkatkan prospek batas perpanjangan produksi saat pimpinan OPEC berinisiatif untuk membatasi produksi mencapai batas akhir.

OPEC, bersamaa dengan sembilan produsen dari non-OPEC, telah menurunkan produksi minyak sekitar 1,8 juta bpd sejak Januari. Catatan kesepakatan ini ditetapkan akan berakhir pada Maret 2018, namun peserta perjanjian mempertimbangkan akan memperpanjangnya. Pada front fundamental, saham minyak mentah Amerika naik 519.000 barel di minggu sebelumnya, grup industri API mengatakan hari Selasa. Ini dibandingkan dengan proyeksi analis untuk penurunan di 2,6 juta bpd.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Penurunan Harga Bijih Besi Seret Aussie

Setelah membukukan penurunan mingguan pada pekan lalu, aussie kembali melemah terhadap dollar di awal pekan ini. Penurunan harga bijih besi yang merupakan komoditas ekspor utama Australia kembali menyeret mata uang

Fundamental 0 Comments

Mata Uang Yen Terdampak Gerak Nilai Harga Komoditas Minyak, Pasar Tengah Tunggu Rilis Data Amerika

Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan masih diperdagangkan di kisaran dekat level tinggi dalam kurun waktu sepekan terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis. Hal tersebut

Forex News 0 Comments

Hasil Rilis Data Positif Amerika Dalam 2 Minggu Terakhir, Para Pelaku Pasar Cenderung Spekulatif

Gerak nilai apresiasi mata uang Dollar Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, dilaporkan telah bergerak lebih rendah pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis pagi ini. Gerak nilai apresiasi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image