Euro dan Emas Tengah Dalam Kondisi Kelam, Amerika Mulai Berbenah

7a9y01e8959Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (12/ 06/ 2015) ini, telah dilaporkan bahwa gerak harga emas masih bergerak dalam kondisi harga mengalami pelemahan. Gerak pelemahan harga emas ini terjadi, karena dipicu oleh adanya pembicaraan mengenai kewajiban utang negara Yunani yang tengah dalam jalan buntu, dan para pelaku pasar masih berhati-hati dalam berspekulasi serta masih terus fokus menyoroti dampak risiko atas ketidakpastian di zona Eropa.

Saat ketika sesi perdagangan pasar Amerika memasuki pertengahan sesi, dilaporkan bahwa gerak harga emas kemudian kembali positif dan meningkat, dan akhirnya menyelesaikan sesi perdagangan dengan mencatakan angka kerugian kurang dari 0.5%. Kondisi ini terpicu oleh adanya laporan bahwa pihak IMF telah menunda pertemuan setelah kegagalan pembicaraan lanjutan untuk menyepakati bailout Yunani. Dilaporkan dari zona Eropa, bahwa pihak IMF sudah meninggalkan kota Brussels, dikarenakan pihak negara Yunani masih belum bisa untuk bersepakat terhadap kebijakan yang diajukan para kreditur. Salah satu anggota dewan ECB, yaitu Jens Weidman, telah mengungkapkan bahwa resiko “default” negara Yunani dari hari ke hari akan terus meningkat.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (11/ 06/ 2015), gerak harga emas dan perak dilaporkan masih melanjutkan penurunan ketika ekonomi Amerika tengah mengalami pemulihan. Pelemahan gerak harga emas pada sesi perdagangan pasar Amerika semalam dipicu oleh rilis data ritel dan klaim pengangguran Amerika yang terpantau membaik. Jumlah klaim pengangguran bertambah sebanyak 2,000 menjadi 279,000 pekan lalu, menurut Departemen Tenaga Kerja Amerika hari Kamis. Hasil klaim untuk pekan sebelumnya direvisi untuk menunjukkan 1,000 klaim lebih banyak dari yang sebelumnya dilaporkan. Ini merupakan pekan ke-14 berturut-turut hasil data klaim pengangguran masih bertahan di bawah level 300,000, yang mana biasanya diasosiasikan dengan trend penguatan pasar tenaga kerja. Laporan rilis data klaim pengangguran disesuaikan secara musiman menjadi 279.000 pada minggu yang berakhir 6 Juni. Para pelaku pasar telah memperkirakan bahwa klaim pengangguran Amerika akan mengalami kenaikan menjadi 277.000. Jumlah klaim baru pengangguran di Amerika dilaporkan naik sedikit lebih banyak dari ekspektasi para pelaku pasar di pekan lalu. Meski demikian yang terjadi, namun masih berada dalam area yang konsisten dengan penguatan pasar tenaga kerja. Analis dari Depnaker Amerika mengatakan bahwa tidak ditemukan ada hal yang aneh pada laporan data tingkat negara bagian. Laporan klaim rata-rata empat mingguan, yang dianggap lebih jelas menggambarkan trend pasar tenaga kerja, bertambah sebanyak 3,750 menjadi 278,750 pekan lalu. Pada pekan lalu, pemerintah Amerika telah melaporkan jumlah pekerjaan bertambah 280,000 di bulan Mei setelah naik sebanyak 221,000 di bulan April. Data klaim pengangguran hari ini menunjukkan jumlah orang yang masih menerima klaim setelah di pekan pertamanya bertambah sebanyak 61,000 menjadi 2.27 juta pekan lalu.

Dilaporkan juga mengenai rilis data ritel sales Amerika telah menguat di level 1.2% di bulan Mei, dari bulan sebelumnya di levle 0.2%. Tanda - tanda pulihnya ekonomi Amerika tampak dari hasil laporan resmi dari Biro Sensus yang menyatakan bahwa penjualan ritel Amerika mengalami kenaikan di bulan Mei, setelah tidak mengalami perubahan pada bulan April. Hasil survei telah memperkirakan bahwa penjualan ritel Amerika akan mengalami kenaikan sebesar 1.1% di bulan Mei. Dalam acuan hitung basis tahunan, penjualan ritel Amerika dilaporkan telah mengalami kenaikan sebesar 2.7% di bulan Mei setelah sebelumnya mengalami kenaikan sebesar 0.9% di bulan April. Pada penjualan ritel inti di wilayah Amerika telah alami kenaikan sebesar 1.0% di bulan Mei setelah naik sebesar 0.1% di bulan April.

Dilaporkan bahwa gerak harga emas untuk pengiriman Agustus di divisi New York Mercantile Exchange, telah bergerak turun 0.08% ke level $1,182.30 US/ troy ons. Gerak harga ini masih melanjutkan pergerakan harga yang terjadi dari tadi malam sampai penutupan pasar dini hari tadi. Gerak harga emas menyelesaikan sesi perdagangan pasar di hari Kamis (11/ 06/ 2015), dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $3.50 US atau 0.30% dengan harga berakhir pada level $1,181.500 US/ troy ons. Gerak harga emas sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,1,87.825 US dan serendah $1,175.575 US. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka kerugian sebesar $18.70 US atau 1.50%. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (12/ 06/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) di harga Rp 553.000, turun sebesar Rp 2.000 dari harga di hari sebelumnya yaitu Rp 555.000/gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam di hari Jumat (12/ 06/ 2015) ini, dilaporkan turun sebesar Rp 3.000, sehingga menjadi senilai Rp 497.000, turun dari hari sebelumnya yaitu Rp 500.000/gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (12/ 06/ 2015) ini, yaitu untuk harga emas pecahan 500 gram - Rp 256.800.000, pecahan 250 gram - Rp 128.500.000, pecahan 100 gram - Rp 51.450.000, pecahan 50 gram - Rp 25.750.000, pecahan 25 gram - Rp 12.900.000, pecahan 10 gram - Rp 5.190.000, pecahan 5 gram - Rp 2.620.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 553.000. Mengenai pergerakan harga perak berjangka untuk pengiriman Juli, juga telah dilaporkan bahwa gerak harga mengalami penurunan dengan diperdagangkan lebih rendah 0.29% di level $15.912 / troy ons. Sejak pagi hari ini, pergerakan harga perak berjangka telah bergerak dengan menyentuh level $15.775 US untuk sesi terendah harian dan level $16.013 US untuk sesi tertinggi harian. Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (12/ 06/ 2015) ini, gerak harga perak berjangka dilaporkan telah bergerak naik 0.22% di level 15.995, dan untuk gerak harga tembaga juga telah bergerak naik sekitar 0.13% di level $ 2.674/ pon.

Mengulas mengenai pergerakan harga emas, beberapa fakta menarik mengenai komoditas emas bisa menjadi pertimbangan bagi para pelaku pasar saat ini. Sejak bulan Juni 2011, gerak harga emas mengalami penurunan 38%. Gerak harga emas terendah tertembus dan terus bergerak semakin hari semakin rendah, begitu juga gerak harga termahalnya yang semakin menurun dari waktu ke waktu. Dengan demikian, meskipun komoditas emas masih menjadi salah satu jenis investasi yang menarik, namun perlu dicermati prospek ke depannya. Pertanyaan para pelaku pasar saat ini mengenai komoditas emas yang perlu direnungkan adalah, apakah masi cukup meyakinkan bahwa komoditas emas di tahun ini masih bisa memiliki nilai investasi yang baik, atau bahkan apakah komoditas emas masih akan memiliki nilai investasi jangka panjang yang baik juga. Gerak harga emas sendiri masih terperangkap dalam tren pasar menurun setelah pemulihan ekonomi Amerika menunjukkan sinyal positif dalam mengakhiri krisis dan membuat pasar saham bangkit kembali, permintaan emas sebagai aset pengaman investasi mengalami kemerosotan sesudahnya. Pada bulan Mei kemarin saja, tercatat angka pembelian dari US Mint atas koin emas American Eagle menduduki posisi terendah dalam catatan transaksi bulanan selama delapan tahun terakhir ini. Bahkan penjualan di Perth Mint juga mencatat angka terendah sejak 2012. Sebaliknya, pasar saham dunia menunjukkan kedigdayaannya dengan naik sepanjang 2015 dimana bursa saham Amerika mencapai rekor dan bursa China juga telah mencatatkan angka kenaikan sebesar dua kalilipat dalam 12 bulan terakhir ini.

Angka permintaan komoditas emas memang masih menyedihkan saat ini, demikian yang diungkapkan oleh David Lennox, seorang analis dari Fat Prophets di Sydney. Kita bisa lihat tidak ada lagi hasil yang menggembirakan dari pasar fisik emas saat ini. Para spekulan telah terpukul beberapa tahun lalu dan kini mereka masih belum ingin tergesa-gesa kembali, demikian tambah David Lennox. Setelah kebangkrutan Lehman, bank-bank sentral didunia secara tidak terduga ramai-ramai mengeluarkan kebijakan ransangannya. Akibatnya harga komoditas emas mengalami dorongan yang kuat hingga mencapai puncak tertingginya sepanjang masa pada September 2011 atas upaya untuk menahan laju inflasi. Pada saat laju konsumsi mengalami stabilitas, gerak harga emas mulai terkoreksi, merosot pada 2013 dan 2014. Gerak harga emas sudah tidak banyak berubah ditengah masa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga. Suku bunga yang tinggi memupuskan daya pikat komoditas emas batangan. Terlebih aset ini tidak membayar bunga sebagaimana aset pesaing lainnya, seperti obligasi baru. Dengan adanya proyeksi akan kenaikan suku bunga pinjaman juga mendorong naiknya nilai apresiasi mata uang USD, yang tentunya menjadikan semakin memperkecil permintaan akan logam mulia seperti emas. Indek mata uang USD dengan mengacu pada laporan dari Bloomberg, yaitu secara nyata menggambarkan kenaikan nilai apresiasi mata uang USD di tahun ini sebesar 3.8 %. Persepsi para pelaku pasar umumnya adalah suku bunga yang tinggi akan langsung diterjemahkan dengan kenaikan nilai apresiasi mata uang USD, meskipun jika tidak berlaku demikian dimana suku bunga naik terkadang harga emas tetap memiliki potensi untuk menahan tekanan inflasi. Dengan demikian, stabilitas gerak harga emas saat ini diyakini merupakan momentum konsolidasi bagi harga emas ditengah kepastian sikap investor menunggu kebijakan lebih lanjut dari The Fed mengenai kenaikan suku bunga.Laporan FOMC di tanggal 15 Juni mendatang juga masih memungkinkan kenaikan suku bunga dapat saja terjadi di bulan Juni, namun semuanya masih menunggu momentum.

Mengenai komoditas minyak mentah, telah dilaporkan bahwa gerak harga minyak mentah pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (12/ 06/ 2015) pagi positif. Gerak harga minyak bergerak positif karena ditopang oleh tingkat produksi Amerika yang meningkat. Dilaporkan bahwa di New York Mercantile Exchange, minyak WTI untuk pengiriman Juli naik sekitar 0,30% menjadi $60.60 US/ barel. Laporan rilis di Intercontinental Exchange, minyak Brent untuk pengiriman Juli naik sekitar $ 0,59 US sen atau 0,90% menjadi $ 65.11 US/ barel. Dari laporan International Energy Agency (IEA), permintaan global untuk minyak meningkat 1,4 juta barel pada tahun 2015 ini, naik sekitar 300.000 barel/ hari, lebih cepat daripada perkiraan para pelaku pasar sebelumnya. Dan dari peningkatan tersebut bisa mendorong permintaan untuk 94 juta barel/ hari, di atas tahun lalu yang hanya 92.6 juta barel/ hari. Kenaikan permintaan atas bensin Amerika dan penjualan mobil yang lebih tinggi di China juga turut memacu proyeksi pertumbuhan. Lonjakan angka permintaan yang diharapkan dapat membantu catatan pasokan global. Pada bulan Mei lalu, OPEC menyediakan sampai 50.000 barel/ hari untuk stock produksi harian 31.33 juta, dan juga sebagai produsen di Arab Saudi, Irak dan Uni Emirat Arab terus memompa minyak untuk memproduksi secara bulanan. Output OPEC bulanan dilaporkan pasokan tertinggi sejak Agustus 2012.Akibatnya, OPEC memelihara output lebih dari 1 juta barel/ hari di atas target resmi pasokan untuk bulan ketiga berturut-turut. Sementara dari pasokan stok menurut administrasi informasi energi (EIA) terpantau turun di 6,8 juta barel/ hari. Ketidakseimbangan jangka pendek dalam industri penyulingan minyak global muncul untuk mendukung harga minyak - baik langsung atau tidak langsung dalam menghadapi overhang pasokan berlama-lama.

Nilai apresiasi mata uang Euro dilaporkan masih cenderung terus bergerak melemah pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (12/ 06/ 2015) ini, karena masih terjadinya kebuntuan lebih lanjut dalam pembicaraan hutang Yunani. Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD sempat bergerak dikisaran 1.1250, turun sekitar 0.5%, setelah adanya laporan yang mengatakan bahwa pembicaraan antara Yunani dan IMF terhenti. Pejabat dari International Monetery Fund (IMF) pada hari Kamis kemarin telah mengatakan bahwa mereka buru-buru mengakhiri negosiasi dengan Yunani di Brussels, di tengah tidak adanya kemajuan dalam negosiasi tersebut. Berbicara kepada wartawan di Washington, Gerry Rice, juru bicara IMF, mengatakan bahwa masih ada poin utama yang tertahan dalam pertimbangan dana pensiun, pajak dan keuangan. Pejabat IMF memiliki riwayat hentikan pembicaraan dengan Yunani jika mereka tidak puas dengan arah negosiasi. Alexis Tsipras, sang perdana menteri Yunani telah bertemu dengan Jean Claude Juncker, presiden Komisi Eropa, untuk sekitar 2 jam pada hari Kamis kemarin sebelum para anggota dari tim bailout Yunani meninggalkan Brussels. Tsipras mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis malam bahwa kedua belah pihak masih tetap jauh dalam sejumlah isu-isu yang kritis. Alexis Tsipras juga mengatakan bahwa pihaknya sedang bekerja untuk menjembatani perbedaan yang tersisa dan terutama perbedaan dalam masalah keuangan dan fiskal. Pemerintah Yunani bekerja untuk menjamin adanya sebuah perjanjian yang akan memastikan bahwa Yunani akan pulih dengan kohesi sosial dan utang publik yang layak.

Nilai apresiasi mata uang USD masih tetap mempertahankan gerak penguatannya pada awal perdagangan hari Jumat ini. Sebelumnya dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD bergerak lebih tinggi pada bukti terbaru bahwa perkembangan ekonomi Amerika telah mendapatkan momentum, sementara itu kemunduran dalam pembicaraan hutang Yunnai telah berikan tekanan lebih lanjut pada mata uang Euro. Telah dilaporkan bahwa indeks mata uang USD diperdagangkan dikisaran 95.00 pada pagi ini. Indeks mata uang USD bergerak pulih dari level terendah dalam sebulan di 94.32 yang dicapai pada hari Rabu lalu. Nilai apresiasi mata uang USD terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang yen, dilaporkan sempat berada di kisaran 123.45 yen, lebih baik dari level rendah pekan ini yaitu di 122.46.

Gerak bullish nilai apresiasi mata uang USD didukung oleh rilis data penjualan retail bulan Mei yang naik tajam, menambahkan sentimen positif dari data kerja yang optimis baru-baru ini yang menunjukkan bahwa ekonomi sedang berbenah setelah awal yang lesu pada tahun ini. Apabila kondisi momentum ini masih tetap berlanjut, maka pihak The Fed dapat mulai langkah untuk menaikkan nilai suku bunga pada akhir tahun ini, sebuah skenario yang masih banyak disukai oleh para pelaku pasar.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Aussie Anjlok Pada Awal Jumat

AussieĀ  anjlok pada awal sesi hari Jumat setelah dirilisnya penilaian yang pesimis teradap outlook ekonomi oleh Reserve Bank of Australia. Reserve Bank of Australia mengatakan bahwa outlook pertumbuhan ekonomi untuk

Forex News 0 Comments

Dollar Menguat Terhadap Serangkaian Mata Uang Utama

Dollar AS berada di dekat level tertinggi dalam tiga pekan terhadap serangkaian mata uang utama di tengah spekulasi bahwa pemulihan di negara dengan tingkat perekonomiannya yang terbesar di dunia mendapatkan

Berita 0 Comments

Fundamental Amerika Minggu Lalu Serta Prospeknya ke Depan Telah Tekan Major Currencies dan Komoditas Oposannya

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin (29/ 06/ 2015) pagi ini, gerak harga emas dilaporkan dibuka dalam kondisi harga gap naik. Kondisi gerak harga emas dibuka dengan gap

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image