Euro Mampu Tekan USD, Aussie Siap Koreksi

Euro Mampu Tekan USD, Aussie Siap Koreksi

16249_506996652707703_964692964_nApresiasi mata uang euro terhadap USD bergerak menguat sampai ke level puncak 2-tahun pada hari Kamis kemarin. Hal ini seiring kekhawatiran tentang prospek ekonomi dan kebijakan moneter Amerika meredam dampak dari data zona eropa yang lemah. Penurunan yield obligasi Amerika dan ekspektasi bahwa The Fed akan menunda tapering program stimulusnya hingga tahun depan terus membebani mata uang USD.

Laporan mengenai penurunan angka klaim awal pengangguran di Amerika menjadi 350.000 dinilai belum mencerminkan gambaran sebenarnya, mengingat masih terganggunya pemrosesan aplikasi di California akibat permasalahan komputer. “Sebagian orang menilai jika ekspektasi penundaan tapering Fed akan terus menekan Dollar, namun Saya melihat Dollar tidak memiliki arah yang jelas untuk saat ini. Sentimen perdagangan juga terlihat mengambang. Sampai 2 hari yang lalu, pasar terlihat menyukai resiko. Namun sekarang beberapa dari mereka mulai kembali menjauhi resiko,” kata Vassili Serebriakov, analis mata uang BNP Paribas di New York. Berbicara mengenai negara Australia, mata uang aussie menuju penurunan mingguan pertama dalam empat minggu terakhir setelah sempat menyentuh level tertinggi yang terakhir terjadi pada awal Juni. Sebelumnya, aussie terus menguat akibat spekulasi Federal Reserve akan menahan diri untuk mengurangi stimulus moneter hingga bulan Maret tahun depan. Data non-farm payrolls yang biasanya dijadikan indikator untuk melihat kapan Federal Reserve akan mengurangi stimulus juga dirilis lebih buruk dari perkiraan. Aussie juga mendapat dukungan dari notulen rapat RBA yang mengindikasikan tidak ada pemangkasan suku bunga lebih lanjut pada tahun ini. Selain itu ekonomi China yang tumbuh pada jalur tercepat di periode Juli sampai September, naik menjadi 7,8% juga menopang penguatan aussie, mengingat China merupakan mitra dagang terbesar Australia.

Aussie mulai melemah ketika indikator teknikal memberikan sinyal aussie bersiap untuk berbalik arah. Indikator RSI periode 14 hari menunjukkan angka 77 pada 18 Oktober yang lalu, level yang belum terjadi sejak Mei 2011. Selain itu kekhawatiran tentang tingkat likuiditas pasar uang di China masih terus menekan pergerakan aussie. Repo rate China naik hampir 1% pada hari Kamis setelah bank sentral China membiarkan arus dana keluar dari pasar uang untuk minggu kedua. Aussie hari ini diperdagangkan pada kisaran 0,9598 dengan level tertinggi harian 0,9622 dan terendah 0,9582.

About author

You might also like

RBA Pertahankan Langkah Kebijakan, Pasar Cermati Pertemuan Trump dan Abe

Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan telah bergerak menguat naik sebanyak 0.25% di kisaran level 0.7640. Hal tersebut terjadi, menyusul dirilisnya minutes pertemuan Resereve Bank of Australia (RBA).

Komoditas 0 Comments

FOMC Pertahankan Keputusan, Data PPI Korsel Jeblok Terimbas Minyak

Pada sesi perdagangan pasar hari Jumat (18/ 09/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD telah kembali pulih. Gerak nilai apresiasi mata uang USD telah kembali pulih

Aussie Terdongkrak Rilis Data China, Nikkei Melemah Akibat Gempa

Pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat, gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, bergerak menguat atas Greenback. Penguatan gerak nilai apresiasi Aussie terjadi, setelah adanya

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image