Euro Menguat Jelang Data Inflasi Jerman

Euro Menguat Jelang Data Inflasi Jerman

euro-eur-money-forexEuro menguat terhadap dollar pada perdagangan sesi Asia hari ini jelang dirilisnya data inflasi Jerman. Mata uang 18 negara tersebut pada perdagangan kemarin menguat setelah spekulasi European Central Bank akan menambah stimulus moneter pasca Reuters mengutip sumber dari ECB yang menyatakan bank sentral tidak akan memberikan stimulus tambahan jika outlook risiko deflasi tidak berubah.

Presiden ECB, Mario Draghi, mengatakan jika outlook inflasi jangka menengah memburuk, maka dikhawatirkan akan mempengaruhi inflasi aktual akibat investor, perusahaan, maupaun konsumen akan menahan diri untuk melakukan belanja sebagai antisipasi kemungkinan menurunannya harga.

Inflasi Jerman yang merupakan negara dengan ekonomi terbesar di Eropa tersebut diperkirakan stagnan 0% dari bulan Juli yang naik 0,3%. Sementara dari bulan Agustus 2013, inflasi Jerman diperkirakan tumbuh 0,8%. Selain itu Spanyol diperkirakan masih akan mengalami deflasi pada bulan ini. Indeks harga konsumen Spanyol diperkirakan -0,2% dari Agustus 2013, setelah bulan sebelumnya juga mengalami deflasi sebesat -0,3%.
EURUSD saat ini diperdagangkan pada kisaran 1.3213 menjauhi level terendah harian 1.3187.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Waspada Atas Harga Logam Menguat Mendekati Akhir Q3

Harga emas diperdagangkan menguat tajam mencapai level tertinggi pada 1,399.95 USD selangkah mencapai level 1,400.00 USD tertinggi sejak 7 Juni lalu. Data Penjualan rumah baru di Amerika yang secara tak

Fundamental 0 Comments

USD Berjaya Bulan Lalu

Pada sesi pasar hari Senin (3/ 11/ 2014) ini, dilaporka bahwa apresiasi mata uang USD kembali menguat terhadap mata uang yen di awal pekan bulan November. Penguatan ini memperpanjang rally

Fundamental 0 Comments

Kondisi Global Beri Tekanan Pada Emas

Pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (21/ 11/ 2014) ini, gerak harga emas telah dilaporkan mengalami kenaikan pada sesi Asia dengan diperdagangkan lebih tinggi ketika pasar masih melihat dukungan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image