Euro Menguat, Yen  Mengalami Koreksi

Euro Menguat, Yen Mengalami Koreksi

Kembali, USD melemah apresiasinya terhadap yen pada sesi pasar hari Jumat (12/04/2013) dengan tujuan untuk menembus area 100 yen yang membuktikan adanya koreksi untuk dollar US. USD berada di angka 99.58 di sesi perdagangan pasar Asia, turun dari 99.73 di akhir perdagangan Amerika. USD hari Kamis (11/04/2013) sempat bergerak naik ke level harga 99.94, bergerak mendekati area 100.00, sebuah level dimana harga diperkirakan akan menembus ke atas 100.00 untuk pertama kalinya sejak April 2009. Sebelum Bank of Japan mengumumkan akan melakukan tindakan agresif guna menghindari deflasi, USD berada di posisi 93.03 yen pada 3 April silam. Sejak saat itu, harga telah naik 7%, sehingga menimbulkan kewajaran untuk melakukan aksi ambil untung saat ini. Apabila ternyata USD mampu menembus level harga 100 yen dan mampu bertahan diatasnya dalam jangka waktu yang lebih lama dari perkiraan akan adanya aksi ambil untung, maka akan terindikasi bahwa kebijakan agresif Jepang ini mendapat dukungan dari komunitas internasional yang menghendaki yen melemah pula. Indikasi ini akan dipertegas dengan kenaikan yang terjadi di Indek Nikkei. Nikkei mengakhir perdagangan hari Kamis dengan mencatat kenaikan sebesar 2%, berbarengan dengan kenaikan yang terjadi di bursa Eropa. Melemahnya apresiasi mata uang yen menjadi dorongan bagi pelaku pasar untuk melakukan spekulasi ambil untung di pasar.
Mata uang yen masih lemah dan mulai mencetak angka terlemahnya sebanyak sekitar 2% terhadap USD di pekan ini. Mata uang Jepang tersebut telah terpukul sejak BoJ mengumumkan pelonggaran kebijakan untuk mengalahkan deflasi di negara ekonomi terbesar tersebut. Dollar US telah diperdagangkan di angka 92.89 sebelum rilis pengumuman dari BoJ dilakukan. Kabar dari BoJ akan menjadi fokus hari ini, dengan data Tertiary Index yang akan dirilis nanti. Lebih jauh, gubernur BoJ akan memberikan pidato mengenai Kebijakan Moneter di Tokyo. Sebagian pihak melihat peluang adanya aksi ambil untung begitu USD menyentuh level harga 100 Yen. Mata uang yen juga berpeluang melakukan koreksi dalam jangka waktu dekat ini, meski dalam jangka panjang yen masih menapaki jalur tren pelemahannya.Mata uang yen ini sebelumnya sempat ditutup flat di angka 99.79, diperdagangkan setingginya di 99.93 di pasar spot namun kembali gagal untuk menyentuh angka 100.00. Level psikologis tersebut terlihat menjadi batasan kuat yang harus ditembus dalam beberapa sesi terakhir, dengan banyak kalangan yang fokus pada apa yang akan disampaikan oleh Kuroda dari BoJ yang mungkin akan menjadi katalis positif untuk yen. Gregory McKenna dari GlobalFX berpendapat, bahwa terdapat beberapa pihak yang menanti harga mencapai 100.00 - banyak alasan dan katalis selama beberapa pekan terakhir dan penguatan USD telah membawa yen ke 99.94. Jadi diyakini ada yang membatasi pergerakan yen saat ini. Jumlah klaim pengangguran di Amerika mengalami penurunan sebesar 42.000 menjadi 346.000, dari 388.000 pada laporan sebelunya (direvisi naik dari 385.000). Dibawah ekspektasi pasar untuk penurunan sebesar 365.000, yang turut mendukung dolar bergerak lebih tinggi.

Mata uang euro diperdagangkan melemah terhadap sterling dan menguat terhadap yen. Apresiasi cross mata uang EUR/ JPY masih terus bergerak menguat selama sesi pasar Amerika, yang akhirnya tercatat pergerakan naik sebanyak 40 pips di level harga 130.79. Di akhir sesi, cross - pair mata uang tersebut mencatat tinggi barunya di level harga 131.12, sebelum meluncur turun dalam beberapa jam terakhir hari itu. EUR/ GBP diperdagangkan lebih rendah sebesar 0.11% menjadi 0.8516. Sebaliknya, EUR/JPY diperdagangkan lebih tinggi sebesar 0.13% menjadi 130.59. Selama sesi perdagangan hari Kamis, euro diperdagangkan lebih tinggi sebesar 0.24% menjadi 1.3102, mencapai titik terendah hariannya pada 1.3044 dan titik tertingginya pada 1.3139.Dampak positif mulai terlihat dikawasan Eropa, setelah adanya pernyataan bahwa Cyprus telah menyetujui untuk menjual 400 juta euro cadangan emas untuk membiayai paket bailout Uni Eropa. Didukung dengan outlook yang mulai stabil pada S&P, yang turut mendukung euro bergerak lebih tinggi.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Yen Bergerak Rebound, Euro Menguat Jelang ECB

Mata uang Jepang, yen, bergerak menguat terhadap sebagian besar mata uang utama. Hal ini terjadi setelah pejabat Bank of Japan, Takehiro Sato, pada hari ini mengatakan bahwa harga beresiko untuk

Komoditas 0 Comments

Kospi Masih Tampak Perkasa, Gerak Nilai Harga Minyak Menggeliat

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD telah terapresiasi oleh major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu. Hal tersebut terjadi, seiring ekspektasi para pelaku pasar atas

Forex News 0 Comments

Sterling Kokoh Merespon Data Manufaktur

Sterling menguat terhadap dollar setelah data menunjukkan aktivitas manufaktur Inggris lebih baik dari perkiraan, sebaliknya aktivitas manufaktur AS lebih buruk dari perkiraan. Markit melaporkan indeks aktivitas maufaktur Inggris turun menjadi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image