Euro Tunggu Data, Gerak Harga Minyak Berimbas Pada Emas

Dilaporkan bahwa mata uang USD sedikit menguat nilai apresiasinya pada sesi perdagangan pasar Asia hari Jumat (14/ 08/ 2015) ini. Hal tersebut terjadi karena PBOC (People Bank of China) tampaknya telah berhenti menggiring mata uang negaranya, Yuan, untuk lebih bergerak lebih rendah lagi pada saat in. Langkah China tersebut tentunya meredakan kecemasan bahwa pelemahan nilai apresiasi mata uang Yuan dapat menggagalkan rencana Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga Amerika.

Pada hari Jumat, People Bank of China menetapkan titik tengah mata uang Yuan di 6.3990/ USDS, sedikit lebih rendah dari level pada sesi perdagangan pasar hari Kamis kemarin. PBOC pada hari Kamis kemarin mengatakan bahwa tidak ada alasan untuk yuan jatuh lebih lanjut mengingat kuatnya fundamental ekonomi.

Dilaporkan bahwa mata uang USD diperdagangkan di kisaran 124.45 terhadap mata uang Jepang, Yen. Nilai tersebut naik tipis dari level penutupan sesi perdagangan pasar Amerika Utara dan memperpanjang pemulihannya dari level terendah pekan ini di level 124.21. Untuk pekan ini menguat sekitar 0.2%. Nilai apresiasi mata uang Euro sedikit melemah ke kisaran $1.114, turun tipis dari level penutupan jam perdagangan Amerika Utara. Namun, masih naik sekitar 1.6% untuk pekan ini, karena mata uang USd yang terpukul oleh spekulasi bahwa Amerika mungkin tidak menginginkan nilai apresiasi mata uang USD yang kuat jika China mendorong jatuh nilai apresiasi mata uang Yuan.

Mata uang Euro dilaporkan bergerak dalam rentang sempit nilai apresiasinya. Rentangan gerak nilai apresiasi mata uang Euro yang sempit tersebut dikarenakan menjelang dibukanya perdagangan sesi perdagangan pasar Eropa. Para pelaku pasar menanti rilis data produk domestik bruto dari (PDB) dari zonaEropa.

Telah dilaporkan bahwa Prancis, negara dengan perekonomian terbesar kedua di Eropa, beberapa saat lalu melaporkan PDB kuartal kedua yang stagnan 0%, dari kuartal pertama, lebih rendah dari estimasi ekonom sebesar 0,2%. Sementara PDB kuartal pertama direvisi menjadi 0,7% dari rilis awal sebesar 0,7%.

Berikutnya yang akan melaporkan rilis PDB adalah Jerman, negara dengan ekonomi terbesar di Eropa. Data PDB Jerman akan dirilis dan oleh para pelaku pasar diperkirakan akan naik 0,5% dari laporan PDB di kuartal pertama yaitu 0,3%. Sementara dari keseluruhan wilayah zona Eropa diperkirakan sebesar 0,4% sama dengan pertumbuhan kuartal pertama.

Selain itu parlemen negara Yunani yang mengadakan voting untuk implementasi program bailout hari ini juga menjadi fokus pasar. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD telah diperdagangkan di kisaran 1.1152, dengan rentang perdagangan 1.1137 - 1.1161.

Gerak harga minyak kembali jatuh pada sesi perdagangan pasar Asia hari Jumat (14/ 08/ 2015) ini, di bawah level $42 US/ barel. Level harga tersebut merupakan level harga yang tidak terlihat sejak Maret 2009. Kondisi ini terjadi karena meningkatnya cadangan minyak Amerika. Hal tersebut semakin meningkatkan kekhawatiran para pelaku pasar terhadap kondisi kelebihan suplai di pasar global dan merosotnya permintaan karena melambatnya perekonomian di kawasan Asia.

Gerak harga minyak sebelumnya menguat di awal perdagangan Asia setelah penurunan tajam kemarin dan tiba-tiba jatuh ke bawah level $42, setelah itu pulih sebentar dan jatuh lagi untuk hampir sepertiga dari level tertinggi mereka di tahun 2015 yang dicapai pada bulan Mei. Gerak harga minyak jeblok lebih dari 3% pada hari Kamis karena data menunjukkan kenaikan besar dalam cadangan minyak AS yang semakin memperkuat ketakutan atas semakin melimpahnya minyak global.

Minyak WTI saat ini diperdagangkan turun sebesar 0.6% di kisaran $41.98 per barel, berada di atas level terendah saat ini di $41.35. Sementara itu minyak Brent diperdagangkan di $49.22 per barel, bergerak datar dari level penutupan terakhir mereka dan masih berpeluang untuk mencapai level terendah mereka di tahun 2015 di $45.19.
Dari sisi permintaan, melambatnya ekonomi di China dan melemahnya mata uang mereka dapat menyebabkan turunnya konsumsi. Analis dari salah satu bank di Australia mengatakan bahwa harga minyak WTI turun tajam ke level terendah enam tahun di tengah meningkatnya kecemasan terhadap melambatnya ekonomi China. Dia menambahkan bahwa harga masih mungkin untuk melemah lebih lanjut.

Dia juga mengucapkan bahwa harga minyak yang mencapai level terendah enam tahun mungkin belum cukup tempatkan pedal rem pada pertumbuhan suplai minyak AS. Para produsen minyak shale Amerika secara aktif memangkas biaya dan beberapa produsen lainnya terlihat masih mendapatkan keuntungan tipis selama harga tidak tembus di bawah $30 US/ barel.

Melirik kondisi ekonomi politik negara Indonesia. Pelemahan nilai apresiasi yang terjadi beberapa hari belakangan ini, diakui pemerintah Indonesia sebagai akibat dari faktor eksternal khususnya karena depresiasi mata uang China, Yuan. Untuk mengatasi goncangan temporer terhadap nilai tukar, pemerintah dan Bank Indonesia (BI) sebagai otoritas akan memfokuskan kebijakan untuk menjaga nilai tukar sesuai nilai fundamentalnya. Saat ini, mata uang Rupiah (IDR) dinilai undervalued, karena tidak mencerminkan nilai fundamentalnya.

“Kebijakan jangka pendek yang akan diambil oleh otoritas terkait, difokuskan pada kebijakan untuk menjaga nilai tukar sesuai dengan nilai fundamentalnya,” ungkap Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro saat konferensi pers Forum Koordinasi Stabilitas Sistem Keuangan (FKSSK) di Aula Djuanda I, Kementerian Keuangan, Jakarta pada Kamis (13/08).

Menurut Bambang, BI telah berusaha untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah, dengan selalu menjaga pasar. “BI telah dan akan terus berada di pasar untuk melakukan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah. BI bersama pemerintah juga akan hadir di pasar untuk menjaga stabilitas pasar SBN,” pungkas Menkeu.

Gerak harga emas diperdagangkan melemah anjlok selama sesi perdagangan hari Kamis (13/ 08/ 2015) kemarin. Gerak harga emas kemarin telah mencatatkan angka kerugian untuk pertama kalinya setelah bergerak rally naik dalam lima sesi perdagangan berturut-turut. Gerak harga emas tertekan turun, menyusul dirilisnya data Penjualan Ritel Amerika mendorong mata uang USD kembali menguat. Kondisi lain yang mempengaruhi adalah karena lemahnya gerak harga minyak mentah dunia mencapai level terendah sejak 6 tahun terakhir.

Gerak harga emas diperdagangkan lebih rendah sejak awal sesi perdagangan Asia hari Kamis kemarin, terkoreksi setelah mencatatkan keuntungan tajam dalam lima sesi perdagangan berturut-turut. Pada awal sesi kemarin, PBOC kembali melakukan devaluasi mata uangnya namun nampaknya hal tersebut mulai direspon datar oleh banyak pelaku pasar dan cenderung stagnan.

Dilaporkan bahwa gerak harga emas spot telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar hari Kamis, dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $10.80 US atau 0.96% dengan gerak harga berakhir pada level $1,114.200 US/ troy ons. Gerak harga emas sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,126.633 dan serendah $1,113.520. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas spot cenderung diperdgangkan flat, hanya mencatatkan kerugian sebesar $1.70 US atau 0.16%. Sementara gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange kontrak Desember dilaporkan telah pula menyelesaikan sesi perdagangan Kamis kemarin dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $8.00 US atau 0.7% berakhir pada level $1,115.60 US/ ons. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas kontrak Desember mencatatkan kerugian sebesar $1.0 US atau 0.09%.

Para pelaku pasar perlu mewaspadai pelemahan gerak harga minyak ini seketika bisa menjadi fokus pasar ketika para pelaku pasar mulai bosan dengan aksi devaluasi mata uang China, Yuan. Dengan melemahnya gerak harga minyak, maka gerak harga emas mungkin akan menjadi pasar yang paling mudah tergoyangkan, Pasalnya gerak harga emas akan kehilangan aliran safe-haven karena lemahnya inflasi global.

About author

You might also like

Umum 0 Comments

Gerak Harga Emas Menggeliat, Suku Bunga Amerika Diharapkan Naik

Gerak harga emas dilaporkan pada sesi pasar Asia di hari Kamis (16/ 04/ 2015) ini, bergerak positif, dan berhasil memangkas angka kerugian yang telah diderita oleh komoditas emas selama ini.

Berita 0 Comments

Tentukan Arah USD, Pernyataan Yellen Ditunggu Di Sesi Pasar Amerika

Dilaporkan bahwa pada perdagangan pasar di hari Jumat (17/ 10/ 2014) pagi tadi, mata uang USD sedang bergerak menunju arah pelemahan mingguan terhadap sebagian besar major currencies. Hal ini terjadi

Fundamental 0 Comments

Pasar Amerika dan Kanada Libur, Yen dan Emas Tampak Merangkak

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu(11/ 11/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, terhadap Greenback, dilaporkan kembali berhasil menekan balik. Gerak nilai

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image