FOMC Dongkrak Greenback, Aussie Terpelanting

10985191_830440270363338_5066486742971725917_nGerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan bergerak merosot tajam pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu kemarin hingga menyentuh level terendah 11 pekan. Gerak penurunan nilai apresiasi Aussie tersebut, terlihat masih berlanjut di awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (19/ 05/ 2016) ini.

Hal tersebut terjadi, karena menjelang dirilisnya data tenaga kerja Australia. Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan telah sempat diperdagangkan di kisaran 0.7222. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie berpotensi melanjutkan penurunan jika mampu menembus kisaran level 0.7200.

Pihak berwenang dari Biro Statistik Australia akan melaporkan data tenaga kerja pada pukul 8.30 WIB, dengan tingkat pengangguran diperkirakan naik menjadi 5,8% di bulan April dari bulan sebelumnya. Sementara jumlah penambahan pekerja sebanyak 12.500, lebih rendah dari penambahan bulan Maret sebanyak 26.100.

Hasil rilis data tersebut berpotensi semakin menekan gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD jika dirilis sesuai ekspektasi atau lebih buruk. Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu kemarin, gerak nilai apresiasi mata uang Aussie tertekan terhadap Greenback, setelah notulensi rapat moneter Federal Reserve menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan Juni.

Gerak nilai harga saham di bursa saham Jepang, yaitu bursa saham Nikkei, dilaporkan bergerak menguat pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (19/ 05/ 2016) ini. Hal tersebut terjadi, karena terbantu oleh adanya pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen terhadap Greenback.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham spot Nikkei telah sempat bergerak menguat sekitar 0,71% sehingga menjadi 16762,05. Juga dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Nikkei Futures telah sempat diperdagangkan di kisaran 16740.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dan gerak nilai harga saham di bursa Nikkei cenderung memiliki korelasi negative. Oleh karena itu, sehingga pelemahan dari gerak nilai apresiasi mata uang Yen biasanya membuat gerak nilai harga saham di bursa Nikkei menguat. Saham-saham eksportir Jepang menjadi yang paling diuntungkan jika gerak nilai apresiasi mata uang Yen melemah.

Hasil notulensi rapat moneter Federal Reserve yang telah dirilis pada dini hari tadi, telah mendongkrak gerak nilai apresiasi mata uang USD. Dalam notulensi tersebut, The Fed membuka peluang kenaikan suku bunga di bulan Juni jika data-data ekonomi membaik. Mayoritas pembuat kebijakan The Fed merasa yakin jika inflasi akan naik mencapai target 2%.

Hal tersebut membuat gerak nilai apresiasi mata uang Yen diperdagangkan melemah di atas level 110. Angka tersebut lebih rendah, jika dibandingkan dengan level terendah pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu kemarin yaitu di kisaran level 108.72.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah terkoreksi, berbalik turun setelah gerak nilai apresiasi mata uang USD bergerak menguat tajam dan menghapuskan efek permintaan yang solid. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah sempat menyentuh level tinggi tahun 2016 yang baru saat para pelaku pasar fokus pada penurunan persediaan minyak hasil penyulingan di Amerika dan mengabaikan kejutan kenaikan suplai minyak mentah.

Laporan dari pihak Energy Information Administration (EIA) telah menunjukkan ada kenaikan 1,3 juta barel suplai minyak mentah Amerika pada pekan lalu. Meski demikian, namun persediaan bensin berkurang 2,5 juta barel. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah naik ke kisaran harga $49 US/ barel, karena merespon kuatnya permintaan.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah kemudian berbalik turun. Hal tersebut terjadi, setelah FOMC meeting minutes yang hawkish mengindikasikan bahwa The Fed siap menaikkan suku bunga pada bulan Juni jika data mendukung. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah terpaksa mengakhiri reli 2-sesinya pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah ditutup di level $47.89 US/ barel pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Angka tersebut lebih rendah sekitar $0.70 US/ barel jika dibandingkan harga penutupan di sesi perdagangan pasar sebelumnya. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah berpotensi bergerak menguat dengan level harga resisten terdekat berada di kisaran level harga 48.60 dan level support terdekat berada di kisaran harga 47.10.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Cadangan Minyak AS Bertambah

Ketidak-pastian akan berlanjutnya pemulihan ekonomi AS sepertinya berhasil menurunkan permintaan terhadap produk energi, khususnya minyak. Ini dapat terlihat dari cadangan minyak AS yang bertambah sebanyak 4,1 juta; ini merupakan penambahan cadangan minyak untuk lima

Insiden Brusells Berdampak, Wall Street Bergerak Mix dan Minyak Koreksi

Hasil laporan angka inflasi di Inggris, jika dilihat dari secara keseluruhan, tampak sekali bahwa telah berada di bawah target Bank of England (BoE), selama lebih dari 2 tahun. Sebagian besar

Forex News 0 Comments

Defisit Perdagangan Australia Lemahkan Aussie

Aussie melemah setelah memburuknya kinerja perdagangan Australia menggerogoti optimisme investor terhadap outlook perekonomian negeri kangguru tersebut. Defisit neraca perdagangan Australia mencapai A$1,9 miliar untuk bulan Mei; lebih buruk dari estimasi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image