FOMC Meeting Penutupan Semester I Tahun Ini Berpotensi Pertegas Arah Pasar Global ke Depan

10320407_644997535574280_6728359167296705100_nPada sesi perdagangan pasar Asia pagi ini, gerak harga emas spot LLG mengalami pergerakan yang masih terbatas, belum bergerak banyak dari posisi penutupan perdagangan tadi. Gerak harga emas spot LLG dan emas berjangka Comex dilaporkan bahwa pada pergerakan harga di sesi perdagangan pasar Amerika (17/ 06/ 2015) dini hari tadi, telah mengalami gerak penurunan harga di akhir sesi perdagangannya. Gerak harga emas dilaporkan sempat diperdagangkan pada posisi $ 1.180,75 US pada pagi tadi.

Gerak harga emas melemah saat kondisi pergerakan nilai apresiasi mata uang USD bergerak menguat malam tadi. Penguatan nilai apresiasi mata uang USD adalah karena adanya data rilis laporan ekonomi Amerika, yaitu laporan rilis Building Permits dan Housing Starts. Data rilis dari pemerintah Amerika mengenai Building Permits malam tadi menunjukkan kondisi yang positif. Building Permits Amerika naik sebanyak 11.8% menjadi 1.275M selama periode Juni. Rilis data ternyata hasilnya lebih tinggi dari perkiraan para pelaku pasar dan dari rilis data sebelumnya yaitu pada 1.100M (F) dan 1.140M (P). Mengenai data Housing Starts Amerika, ternyata turun sebanyak 11.1% menjadi 1.036M selama periode Juni. Laporan tersebut hasilnya lebih rendah dari perkiraan para pelaku pasar dan dari rilis data sebelumnya yaitu pada 1.100M (F) dan 1.165M (P). Para pelaku pasar memutuskan untuk melakukan aksi beli terhadap mata uang Amerika tersebut juga karena faktor menjelang akan adanya rilis hasil pertemuan The Fed pada Kamis dini hari. Para pelaku pasar tengah fokus menantikan pernyataan Janet Yellen selaku chairman The Fed. Diharapkan oleh para pelaku pasar bahwa pihak Federal Reserve akan memberikan kerangka waktu yang jelas mengenai kapan suku bunga acuan akan mulai dinaikkan. Selain itu, dilaporkan bahwa kondisi krisis Yunani yang kembali menghadang ternyata gagal untuk kembali mengungkit status komoditas emas sebagai safe haven.

Dilaporkan bahwa gerak harga emas spot LLG pada penutupan perdagangan dini hari tadi berada di $ 1.181,45 US/ troy ons. Gerak harga emas dilaporkan telah mengalami pelemahan sebesar 0,4 % dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level $ 1.186,50 US/ troy ons. Gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk kontrak Agustus dilaporkan ditutup turun sebesar $ 4,90 US di posisi $ 1,180,90 US/ ons. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (17/ 06/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) di harga Rp 553.000. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam di hari Rabu (17/ 06/ 2015) ini, dilaporkan senilai Rp 497.000. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (17/ 06/ 2015) ini, yaitu untuk harga emas pecahan 500 gram - Rp 256.800.000, pecahan 250 gram - Rp 128.500.000, pecahan 100 gram - Rp 51.450.000, pecahan 50 gram - Rp 25.750.000, pecahan 25 gram - Rp 12.900.000, pecahan 10 gram - Rp 5.190.000, pecahan 5 gram - Rp 2.620.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 553.000.

Diperkirakan bahwa pergerakan harga emas spot LLG pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (17/ 06/ 2015) ini, akan bergerak dengan kecenderungan sideways dan terbatas. Para pelaku pasar masi terfokus dan dalam posisi wait and see, karena masih menantikan hasil dari The Fed.Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (17/ 06/ 2015) ini, gerak harga emas berpotensi untuk bisa mencapai ke level resistance pada $ 1.190 US/ troy ons. Apabila ternyata gerak harga mampu menembus level tersebut, maka gerak harga emas akan berpotensi untuk melanjutkan gerak penguatannya lagi ke kisaran harga $ 1.200 US. Apabila ternyata yang terjadi sebaliknya, yaitu pergerakan harga emas bergerak melemah, maka gerak harga akan mencoba level support pada kisaran $ 1.175 US. Apabila ternyata gerak harga berhasil menembus level tersebut, maka gerak harga emas akan melanjutkan gerak pelemahan ke kisaran harga $ 1.170 US.

Pada penutupan sesi perdagangan pasar di hari Rabu (17/ 06/ 2015) dini hari tadi, dilaporkan bahwa gerak harga minyak mentah mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Gerak harga komoditas ini bergerak menguat naik setelah dikabarkan bahwa ada badai tropis akan menyerang kawasan pengeboran minyak mentah di Texas, Amerika.

Meskipun demikian kondisi over pasokan di tingkat global masih membuat gerak harga minyak mentah tidak mengalami kenaikan yang terlalu tajam. Badai tropis Bill menuju ke Texas dan Teluk Meksiko dan diharapkan akan membawa hujan deras dan angina kencang di kawasan yang merupakan daerah pengeboran minyak mentah utama di Amerika. Dikabarkan bahwa sampai saat ini, produksi minyak mentah di kawasan yang berkontribusi sebesar 20 % dari seluruh produksi minyak mentah Amerika tersebut masih belum terpengaruh. Saat ini fokus pasar adalah dampak dari badai tropis tersebut terhadap produksi di fasilitas penyulingan. Lebih dari 45 % kapasitas penyulingan minyak di Amerika berada di kawasan teluk.

Di akhir sesi perdagangan pasar hari Selasa pada hari Rabu dini hari tadi, dilaporkan bahwa gerak harga minyak mentah jenis WTI berjangka untuk kontrak bulan Juli terpantau ditutup dengan membukukan peningkatan yang cukup signifikan. Harga komoditas ini ditutup naik sebesar 45 sen atau 0,8 % di posisi 59,97 US/ barel. Harga minyak mentah Brent juga tampak mengalami pelemahan meskipun lebih tipis dibandingkan penurunan harga kontrak WTI. Harga kontrak Brent tersebut mengalami penurunan sebesar 20 sen US dan ditutup di level 63,70 US. Pada perdagangan pagi ini gerak harga minyak mentah jenis WTI terpantau masih terbatas, belum jauh-jauh dari posisi penutupan perdagangan dini hari tadi. Saat ini terpantau harga minyak mentah diperdagangkan pada posisi 60,03 US/ barel.

Diperkirakan bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini di sesi Asia masih berpotensi mengalami pergerakan yang sideways dan terbatas. Harga minyak untuk jangka pendek masih mengarah ke dalam pola bearish. Untuk perdagangan hari ini harga minyak mentah WTI diperkirakan akan mengalami resistance di level 62,00 US. Resistance selanjutnya ada di 64,00 US. Jika terjadi pergerakan yang berbalik melemah harga akan menemui support pada posisi 59,00 US dan 57,00 US.

Meskipun sempat melemah di awal pekan, nilai apresiasi mata uang USD bergerak kembali menunjukkan ketangguhan pada sesi perdagangan di hari Selasa. Dilaporkan bahwa nilai indeks USD terhadap major currencies tercatat menguat. Namun gerak penguatan nilai apresiasi mata uang USD masih terbatas, karena menjelang pengumuman hasil rapat kebijakan monteter Federal Reserve pada tengah malam ini. Indeks USD dilaporkan bergerak menguat sekitar 0,1% terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar hari Selasa kemarin.

Mata uang Poundsterling bergerak menguat nilai apresiasinya terhadap mata uang USD dan mata uang Euro. Gerak penguatan nilai apresiasi mata uang Poundsterling ini telah menghapus kerugian sebelumnya karena pelemahan terjadi akibat dari data inflasi yang mengecewakan dan memanfaatkan kebuntuan negosiasi negara Yunani yang melemahkan mata uang Euro.

Mata uang Poundsterling juga berhasil menghapus kerugiannya setelah data ekonomi Inggris yang gagal mensinyalkan adanya momentum pemulihan perekonomian. Nilai apresiasi mata uang Sterling berbalik menguat setelah sempat melemah terhadap mata uang USD di sesi perdagangan pasar Eropa kemarin, karena adanya rilis data ekonomi positif dari Inggris. Dilaporkan bahwa, Consumer Price Index (CPI) Inggris telah mencatatkan angka kenaikan sebesar 0.1% . Data dirilis sesuai dengan perkiraan dari para pelaku pasar dan dari data sebelumnya yaitu pada +0.1% (F) dan -0.1% (P). Juga dirilis laporan Retail Price Index (RPI) Inggris yang telah mencatatkan angka kenaikan sebesar 0.2% . Data dirilis tersebut lebih rendah dari perkiraan para pelaku pasar dan juga dari data sebelumnya yaitu pada 0.3% (F) dan 0.4% (P). Nilai apresiasi mata uang Poundsterling berbalik menguat terhadap mata uang USD, dimana harga sempat diperdagangkan di level 1.5630 di dekat level tertinggi harian 1.5646, dengan level terendah harian 1.5540.

Para pelaku pasar lebih memilih mata uang Poundsterling dibandingkan mata uang Euro setelah pembicaraan dana talangan masih berujung tanpa kepastian. Sterling bergerak menguat nilai apresiasinya terhadap mata uang utama lainnya dan bahkan mampu untuk mencatatakan penguatan selama lima dari enam hari terhadap mata uang Euro. Peluang kesepakatan Yunani yang semakin rendah, sehingga para pelaku pasar jadi lebih memilih Poundsterling yang dianggap lebih aman dibandingkan mata uang Euro.

Para pelaku pasar saat ini, walau masih berharap, telah mengesampingkan kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan ini meskipun kemungkinan tersebut masih belum sepenuhnya tertutup. Pihak terkait The Fed juga diperkirakan akan kembali menekankan kenaikan suku bunga akan bergantung pada data ekonomi Amerika. Perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve dan bank sentral negara maju lainnya akan semakin jelas jika suku bunga akhirnya dinaikkan. Langkah tersebut dapat menguatkan mata uang USD lebih lanjut, khususnya terhadap mata uang Euro dan mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen.

European Central Bank (ECB) masih akan melanjutkan program quantitative easing hingga bulan September tahun depan. Sementara dari Bank of Japan (BoJ), diperkirakan masih akan menambah stimulus moneternya. Berdasarkan survei Reuters, pihak BoJ berpotensi untuk menambah stimulus pada bulan Oktober mendatang. Pertemuan FOMC Minutes kali ini, pihak terkait The Fed akan memaparkan ada atau tidaknya perubahan terhadap tingkat suku bunga bank sentral dan outlook ekonomi negara selama 2015 hingga beberapa tahun kedepan. Jadwal Press Conference Chairman Federal Reserve, Janet Yellen, juga akan menajdi fokus dari para pelaku pasar. Pertemuan The Fed yang menandai pertemuan terkahir sementer pertama tahun ini diperkirakan oleh para pelaku pasar, akan membawa dampak yang besar bagi perdagangan pasar emas dan juga pasar global.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

EUR Terkoreksi Melemah Di Akhir Pekan Pasar Valuta, Fundamental Eropa Dukung Penguatan USD

Mata uang zona eropa, euro, dikonsolidasi turun ditengah harapan untuk penurunan suku bunga oleh ECB, serta data negatif dari indeks harga produsen Jerman menunjukkan penurunan pada bulan Maret. Pada sesi

Apresiasi USD Didongkrak Lockhart, Puerto Rico Temani Yunani

Setelah turun tajam selama tiga hari, imbal hasil Treasury Amerika semalam nilai apresiasi mata uang USD bergerak positif. Nilai apresiasi mata uang USD bergerak melonjak karena komentar Dennis Lockhart. Indeks

Fundamental 0 Comments

Aussie Menguat Tipis, Minyak Cenderung Flat

Mata uang Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, dilaporkan bergerak menguat tipis gerak nilai apresiasinya di awal sesi perdagangan pasar hari Kamis ini. Apresiasi mata uang AUD/ USD diperdagangkan di

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image