FOMC Pengaruhi USD, Para Pelaku Pasar Pertimbangkan Lirik Pasar Lain

FOMC Pengaruhi USD, Para Pelaku Pasar Pertimbangkan Lirik Pasar Lain

FederalReservePada sesi perdagangan hari ini, dilaporkan bahwa indeks USD kembali diperdagangkan melemah. Hal ini menandai kerugian dalam empat sesi perdagangan berturut-turut, setelah Federal Reserve menungkapkan bahwa kenaikan mata uang USD yang terlalu signifikan telah memberikan dampak negatif bagi perekonomian Amerika. “The Fed mungkin tidak akan menaikkan suku bunga sesegera ekspektasi. Mereka yang berspekulasi mengenai kebijakan the Fed sedang mengurangi posisi long USD,” demikian menurut mantan analis bank sentral yang saat ini merupakan presiden pada Praevidentia Strategy Ltd., Masafumi Yamamoto, di Tokyo. Indeks USD diperdagangkan pada level 85.12, turun sebesar 14 pips atau 0.16%.

Pada sesi perdagangan hari Rabu (08/ 10/ 2014) kemarin, USD ditutup anjlok sebesar 35 pips atau 0.41% berakhir pada 85.26, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi 85.92 dan serendah 85.18. Secara teknis, indeks USD diperkirakan akan terkoreksi dan meguji level support nya pada 84.80. Manfaatkan penurunan yang terjadi pada indeks USD untuk berspekulasi pada safe haven seperti di pasar emas ataupun pada major currencies lainnya. Apresiasi mata uang USD bergerak anjlok ke level terendah dalam 2 minggu terhadap mata uang euro. Hal ini dipicu oleh sentiment para pelaku pasar yang mengambil langkah untuk mundur dari spekulasi atas kenaikan suku bunga yang diharapkan dilakukan oleh Federal Reserve. Mata uang AUD memangkas gain pada awal sesi saat para pelaku pasar merespon data tenaga kerja dengan berhati-hati menyusul revisi oleh biro statistik kemarin. Cross mata uang euro berada dekat level terkuat dalam 3 minggu terhadap poundstrling menjelang pidato oleh Presiden ECB,Mario Draghi, di Washington dan pengumuman keputusan kebijakan Bank of England. Mengenai mata uang yen, Nomura Holdings Inc memperkirakan adanya pelemahan apresiasi mata uang yen terhadap mata uang USD sebesar 10% menuju level 120. Hal ini seiring defisit perdagangan yang perkepanjangan dan yield yang tidak menarik. Yield obligasi 2 tahunan Amerika memberikan yield tambahan sebanyak 52 basis poin pada tanggal 24 September lalu, level tertinggi sejak April 2011. Gap tersebut mejadi 40 basis poin kemarin. Korelasi antara spread yield tersebut dan nilai tukar dollar-yen naik ke level tertinggi 6 bulan pekan lalu seiring mata uang Jepang terdepresiasi menembus level 110 untuk pertama kalinya sejak Agustus 2008. Pembelian obligasi oleh Gubernur Bank of Japan Haruhiko Kuroda membantu mendorong yield obligasi Jepang ke level terendah pekan ini sejak ia menjabat di Maret 2013 lalu, sementara yield obligasi Amerika naik untuk ketiga tahunnya dengan Federal Reserve menuju untuk mengakhiri pembelian obligasinya bulan ini. Nomura mengatakan defisit perdagangan selama 26 bulan akan menambah tekanan untuk pelemahan yen. “Ekspektasi bahwa tingkat suku bunga AS akan bergerak naik dan berlanjutnya defisit perdagangan Jepang cukup kuat untuk mendorong yen ke level 120 per dollar bahwa tanpa bantuan para spekulan,” ucap Yunosuke Ikeda, strategis mata uang pada Nomura, di Tokyo. Ia mengatakan posisi short, yang mendapat laba dari pelemahan yen, mungkin akan mulai mereda seiring mata uang uang menembus level 110.

Para pelaku pasar saat ini akan fokus pada data klaim pengangguran Amerika dan jadwal press conference Mario Drgahi malam nanti. Sejauh inipara pelaku pasar diharapkan untuk memperhatikan pergerakan USD untuk dapat berspekulasi dipasar save haven. Level koreksi pada indeks USD diperkirakan akan bertahan hingga level 84.80.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

EURUSD Melorot Terkait Situasi Yunani

Nilai tukar EURUSD merosot tajam akibat lonjakan yield obligasi Yunani ke level tertinggi nya sejak obligasi tersebut diterbitkan tahun lalu, akibat sebuah laporan bahwa Yunani sedang mengajukan penundaan pembayaran hutang

Forex News 0 Comments

Setelah Bangkit, Aussie Kembali Tergelincir

Gerak mata uang euro bangkit setelah adanya rilis data. Rilis data tersebut adalah mengenai pesanan industri negara Jerman yang lebih kuat dari perkiraan pasar sebelumnya. Hal ini mampu meredam spekulasi

Berita 0 Comments

Sterling Kokoh di Level Tertinggi 8 Pekan

Hingga akhir perdagangan sesi Asia, pound sterling kokoh di level tertinggi delapan pekan terhadap dollar jelang rilis data produk domestik bruto Inggris estimasi kedua hari ini. Sterling mencapai level tertinggi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image