FOMC Pertahankan Keputusan, Data PPI Korsel Jeblok Terimbas Minyak

0a1458624_561943660546335_1771300008_nPada sesi perdagangan pasar hari Jumat (18/ 09/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD telah kembali pulih. Gerak nilai apresiasi mata uang USD telah kembali pulih di sesi perdagangan Asia hari Jumat ini, setelah pada sesi perdagangan pasar sebelumnya telah bergerak melemah kuat, merosot ke level terendah dalam tiga pekan terhadap mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro dan juga pada sebagian major currencies.

Kondisi koreksi atas nilai apresiasi mata uang USD tersebut terjadi setelah Federal Reserve dalam FOMC memberlakukan dan memutuskan sebuah kebijakan. Kebijakan yang diputuskan saat FOMC tersebut adalah dengan mempertahankan suku bunga stabil dan memangkas prospek pertumbuhan Amerika dalam jangka panjang.

Greeanback dilaporkan bergerak melemah, jatuh terhadap sebagian besar major currencies pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Kamis. Hal tesebut terjadi setelah Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga. Dengan keputusan The Fed saat FOMC tersebut, maka suku bunga Amerika tidak berubah. Para pembuat kebijakan juga telah mengisyaratkan bahwa kenaikan pertama mungkin belum akan terjadi sampai tahun 2016.

Nilai apresiasi mata uang USD telah terkoreksi kuat, dan bergerak jatuh segera setelah pernyataan kebijakan The Fed dan prakiraan ekonomi yang dirilis setelah itu. The Fed menunjukkan sebagian besar anggota komite tingkat pengaturan bank sentral telah mendorong kembali perkiraan mereka untuk lintasan perkiraan suku bunga, dan pernyataan kebijakan mengisyaratakan situasi yang tidak pasti. Tentunya kebijakan tersebut berdampak kuat pada respons para pelaku pasar global dalam menyikapi tindakan mereka di dalam perdagangan pasar.

Apresiasi mata uang EUR/ USD telah dilaporkan bergerak menguat naik ke level harga tinggi yaitu di kisaran $1,1444 US dalam beberapa saat setelah Janet Yellen selesai melakukan konferensi pers. Kondisi ini menandai tingkat tertinggi untuk mata uang bersama sejak 26 Agustus dan diperdagangkan di level $ 1,1421 setelah itu, naik 1,2% dari level sebelumnya yaitu pada $ 1,1289 pada akhir sesi perdagangan pasar di hari Rabu di New York. Apresiasi mata uang USD/ JPY jatuh ke sesi rendah 119,80 tak lama setelah konfrensi pers The Fed. Apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, tersebut telah diperdagangkan di kisaran level 119,95, turun 0,6% dari sebelumnya yaitu di level 120,56 pada akhir sesi perdagangan pasar hari Rabu.

Nilai apresiasi mata uang USD terhadap negara-negara emerging market juga lebih bernuansa. Mata uang USD justru bergerak menguat terhadap mata uang dari economes EM yang paling rapuh. Apresiasi mata uang USD/ BRL Brasil turun 0,2027%. Apresiasi mata uang USD dengan mata uang Turki, USD/ TRY telah dilaporkan bergerak melemah 0,1461% dan di Afrika Selatan, USD/ ZAR jatuh di kisaran level 0,4936%.

Dalam pernyataannya, The Fed mengutip “Perkembangan ekonomi dan keuangan global baru-baru ini”, terutama soal perlambatan pertumbuhan ekonomi global dan volatilitas pasar saham di China yang dianggap sebagai ancaman terhadap pertumbuhan di Amerika. Pembuat kebijakan juga merevisi inflasi jangka panjang yang diperkirakan akan lebih rendah. The Fed memberi tanda bahwa mereka percaya ekonomi Amerika masih terlalu rentan untuk menerima kenaikan suku bunga.

Menilik perkembangan kondisi di China, dilaporkan bahwa langkah-langkah pemerintah China untuk memacu perekonomian mulai terlihat. Hal tersebut setidaknya tampak dari sektor properti yang mulai bangkit. Kemerosotan sektor properti telah turut memberikan andil terhadap pelambatan gerak laju ekonomi China saat ini.

Dilaporkan bahwa, hasil rilis data dari National Bureau of Statistics (NBS) melaporkan rata-rata harga rumah baru di bulan Agutus naik 0,3% dari bulan Juli. Hingga bulan Agustus, harga rumah telah naik empat bulan beruntun. Apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, harga rumah bulan Agustus masih lebih rendah 2,3%, namun masih lebih baik dari bulan Juli yang lebih turun 3,7%. Harga rumah baru di Shanghai naik 5,6% di bulan Agustus dari tahun lalu, sementara di Beijing naik 3,0%.

Gerak nilai harga Indeks Shanghai Composite China dilaporkan menguat pada sesi perdagangan pasar hari ini, disusul dengan gerak nilai harga indeks Hang Seng Hong Kong, setelah data menunjukkan rata-rata harga rumah baru di China naik di empat bulan beruntun. Gerak nilai harga Indeks Shanghai Composite dilaporkan menguat 0,21% menjadi 3.092,40, sedangkan Hang Seng naik 0,73% menjadi 22.013,35. Indeks Hang Seng Futures dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran 21913, dengan level terendah harian 21679 dan tertinggi 22037.

Kemerosotan sektor properti sebelumnya merupakan salah satu penyebab melambatnya gerak laju ekonomi China, hingga kebijakan dari pemerintah melalui regulator terkait mampu menaikan harga rumah dalam beberapa bulan terakhir, dan diharapkan turut memacu kembali ekonomi terbesar kedua di dunia tersebut.

Meski demikian kondisinya, namun lemahnya kontruksi dan investasi membuat beberapa pelaku pasar memperkirakan bahwa pemulihan di sektor properti dalam skala penuh belum akan terjadi dalam waktu dekat. Disamping itu masih terjadi oversupply di beberapa kota di China, yaitu kota-kota diluar Beijing, Shanghai, Shenzhen dan Guangzhou.

Dari Korea Selatan, dilaporkan bahwa rilis data Producer price index (PPI) Korea Selatan (Korsel) kembali merosot di bulan Agustus. PPI Korea Selatan telah bergerak turun dalam 13 bulan beruntun. Hal tersebut terjadi, karena rendahnya harga minyak yang menjadi alasan dibalik penurunan tersebut.

Data awal dari Bank of Korea (BoK) telah menunjukkan bahwa rilis data PPI yang menjadi barometer inflasi konsumen dimasa yang akan datang, turun 4,4% di bulan Agustus, dari periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut merupakan yang terbesar dalam 16 tahun terakhir. Jika dibandingkan dengan bulan Juli, PPI turun 0,5%. Harga bensin turun 30,2% dari tahun sebelumnya, sementara solar 38,6% lebih rendah. Penurunan PPI di sel sejalan dengan rendahnya inflasi. Data dari pemerintah sebelumnya menunjukkan inflasi Korsel berada di bawah 1% dalam 9 bulan beruntun hingga bulan Agustus.

Gerak harga minyak dilaporkan bergerak melemah moderat di awal sesi perdagangan pasar hari Jumat (18/ 09/ 2015) ini. Gerak pelemahan nilai harga minyak telah menunjukkan sinyal terbaru bahwa Timur Tengah akan terus memprioritaskan pangsa pasar daripada harga. Amerika memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di level terendahnya karena kecemasan mereka terhadap kesehatan ekonomi global.

Negara Kuwait, yang merupakan salah satu anggota utama dari Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC), pada hari Kamis kemarin telah mengatakan bahwa perdagangan pasar minyak akan seimbang dengan sendirinya. Meski demikian, namun hal itu akan memerlukan waktu, indikasikan dukungan terhadap kebijakan organisasi untuk mempertahankan pangsa pasar meskipun harga turun. Pandangan tersebut dikonfirmasi oleh seorang narasumber di OPEC yang mengatakan bahwa diperkirakan harga minyak akan naik tidak lebih dari $5 US per tahun untuk mencapai $80 US di tahun 2020, dengan melambatnya pertumbuhan di negara-negara produsen pesaing OPEC tidak cukup untuk mengatasi suplai minyak yang tinggi.

Gerak nilai harga minyak terlihat rendah meskipun Amerika telah memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunganya di level terendah dalam sejarahnya. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak West Texas Intermediate telah diperdagangkan di kisaran $46.77 US/ barel, turun sekitar 13 sen dari level perdagangan terakhir mereka. Sementara itu gerak nilai harga minyak Brent dilaporkan hanya sedikit berubah yaitu di kisaran $49.14 US/ barel.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Gerak Nilai Harga Pasar Rata – rata Terkoreksi di Hari Jumat Lalu

Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu, dilaporkan telah mampu bergerak menguat naik ke level tinggi dalam kurun waktu sekitar 6-bulan. Hal

Forex News 0 Comments

USD Berjaya Di Akhir Pekan, Emas Melandai

Dilaporkan bahwa gerak harga emas untuk sesi perdagangan pasar Asia hari (25/ 05/ 2015), diperdagangkan lebih rendah. Gerak harga emas masih terlihat tertekan pada pagi hari ini setelah mengalami penurunan

Fundamental 0 Comments

Keputusan FOMC Pertahankan Suku Bunga, Kebijakan BoJ Limbungkan Nikkei

Telah dilaporkan bahwa pada hari Rabu, pihak Federal Reserve memutuskan untuk tetap mempertahankan suku bunga acuan jangka pendek. Dilaporkan bahwa suku bunga acuan jangka pendek The Fed tidak berubah yaitu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image