Fundamental Amerika Tidak Sesuai Harapan, Momentum Harga Pasar Berkoreksi

10320407_644997535574280_6728359167296705100_nGerak harga emas spot dan emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange dilaporkan berakhir turun terbatas pada penutupan sesi perdagangan hari Kamis di hari Jumat dini hari tadi (03/ 07/ 2015). Gerak harga emas dilaporkan sempat terangkat naik setelah pada perdagangan sebelumnya sempat mencapai posisi paling rendah dalam 3,5 bulan belakangan. Gerak harga emas dilaporkan telah diperdagangkan anjlok mencapai level terendah hariannya pada $1,156.980. Gerak harga emas bergerak melemah anjlok menyusul laporan tingkat pengangguran Amerika turun pada level terendah pada 5.3% selama periode Juli,. Gerak harga emas juga mulai kehilangan daya tarik menyusul hasil survey sementara yang menunjukkan bahwa 47.1% Yunani akan menerima bailout pada referendum 5 Juli.

Pada sesi perdagangan pasar Amerika semalam, dilaporkan bahwa gerak hargar emas spot menyelesaikan sesi perdagangan pasar Kamis (02/ 07/ 2015), dengan kerugian sebesar $2.60 US atau 0.22% berakhir pada level $1,165.200 US/ troy ounce, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,169.410 US dan serendah $1,156.980 US. Dalam pergerakan harga di kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas telah mencatatkan angka kerugian sebesar $27.30 US atau 2.3%. Dilaporkan pula bahwa gerak harga emas berjangka kontrak Agustus di Divisi Comex New York Mercantile Exchange telah menyelesaikan sesi perdagangan Kamis (02/ 07/ 2015) dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $2.50 US atau 0.20% dengan harga berakhir pada level $1,169.30 US/ ons. Dalam pergerakan harga di kurun waktu sepekan lalu, gerak emas berjangka telah mencatatkan angka kerugian sebesar $28.80 US atau 2.45%. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Jum’at (03/ 07/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) di harga Rp 549.000. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam di hari Jum’at (03/ 07/ 2015) ini, dilaporkan senilai Rp 493.000. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Jum’at (03/ 07/ 2015) ini, yaitu untuk harga emas pecahan 500 gram - Rp 254.800.000, pecahan 250 gram - Rp 127.500.000, pecahan 100 gram - Rp 51.050.000, pecahan 50 gram - Rp 25.550.000, pecahan 25 gram - Rp 12.800.000, pecahan 10 gram - Rp 5.150.000, pecahan 5 gram - Rp 2.600.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 549.000.

Gerak harga emas terus terkoreksi menyusul ketidakpastian kondiri krisis Yunani yang membuat para pelaku pasar enggan bermain di perdagangan pasar komoditas emas. Meski seharusnya gerak harga emas diuntungkan dari kondisi ketidak pastian ini namun kuatnya apresiasi mata uang USD membawa gerak harga emas menjadi lebih mahal dan kekurangan likuiditas. Memasuki sesi perdagangan hari ini, pasar emas nampaknya akan diperdagangkan flat menyusul ditutupnya pasar saham Amerika dalam rangka Independence Day. Perdagangan pasar emas akan ditutup lebih awal pada tengah malam dini hari (00:00) nanti dan akan kembali dibuka pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin 6 Juli 2015.

Beralih ke laporan pergerakan harga dari komoditas minyak. Gerak harga minyak mentah dilaporkan telah bergerak melemah tipis di akhir perdagangan setelah jumlah rig aktif di Amerika bertambah untuk pertama kalinya dalam tujuh bulan. Produsen minyak Amerika kembali mengaktifkan 12 rig pada pekan lalu, mengakhiri penurunan jumlah rig selama 29 pekan beruntun. Produsen minyak Amerika menjadi lebih optimis menggiatkan kembali produksinya setelah harga minyak mulai beranjak naik sejak akhir bulan April. Namun optimisme produsen berdampak bearish pada pasar minyak mentah. Para pelaku pasar kini kembali mencemaskan semakin bertambahnya persediaan minyak global yang sudah terlampau tinggi dibandingkan dengan tingkat permintaan.

Gerak harga minyak sempat terangkat pelemahan nilai apresiasi mata uang USD di awal sesi New York merespon data terbaru dari pasar tenaga kerja Amerika. Namun pergerakan harga minyak mentah berbalik negatif usai Baker Hughes melaporkan data mingguan jumlah rig aktif di Amerika. Harga minyak mentah dilaporkan berakhir di level $56.50 per barel, dengan level tertinggi harian $57.95 dan level terendah harian $56.50.
Nilai apresiasi mata uang negeri Paman Sam, yaitu mata uang USD, dilaporkan bahwa telah terkoreksi dan tergelincir pada awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Jum’at (03/ 07/ 2015). Hal ini terjadi seiring dengan mengecewakannya data kerja Amerika dan bentuk kehati-hatian para pelaku pasar menjelang refrendum Yunani pada persyaratan bailout yang membuat pasar dalam suasana tenang. Dilaporkan bahwa sesi perdagangan Amerika akan ditutup pada hari Jum’at ( 03/ 07/ 2015), karena memperingati hari libur kemerdekaan.

Nilai aparesiasi mata uang USD atas major currencies sebelumnya terus menguat menyusul optimisme akan tingginya data non-farm payrolls setelah ADP melaporkan penambahan tenaga kerja lebih tinggi dari ekspektasi. Namun yang terjadi sebaliknya, rilis data non-farm payrolls Juni ternyata justru dirilis lebih rendah dari ekspektasi (223K vs 231k). Selain itu data dua bulan sebelumnya juga direvisi turun. Data lain yang dilaporkan kemarin menunjukkan pertumbuhan gaji yang stagnan, sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 5,3% dari sebelumnya 5,5%, namun penurunan tersebut lebih diakibatkan keluarnya masyarakat dari angkatan kerja.

Para pelaku pasar sebelumnya berharap untuk adanya perbaikan yang solid di pasar kerja yang akan memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada awal bulan September, namun data payroll ternyata tidak semanis yang diharapkan. Para pengusaha memperkerjakan 223.000 pekerja pada bulan lalu, sedikit di bawah untuk kenaikan 230.000 dari perkiraan ekonom dalam survei Reuters. Pemerintah juga menurunkan pembacaan untuk pertumbuhan kerja bulan April dan Mei. Meskipun demikian laporan kerja yang pesimis juga tidak terlalu melarutkan keyakinan para pelaku pasar. Hal ini karena data tersebut dipandang oleh para pelaku pasar tidak mampu mengubah secara signifikan terhadap ekspektasi mereka untuk waktu pengetatan kebijakan The Fed. Analis dari Barclays mengatakan bahwa kami tidak berpikir bahwa laporan akan menggeser opini dengan signifikan tentang waktu kenaikan suku bunga Fed, yang kami masih perkirakan di bulan September.

Major currencies mulai bergerak mengkoreksi angka penguatan mata uang USD yang telah mendominasi pasar global sebelumnya. Hal ini terjadi dan semakin meningkat karena menjelang referendum Yunani pada hari Minggu. PM Yunani telah meminta warganya untuk menolak persyaratan bailout dengan memilih “no”. PM Yunani, Alexis Tsipras, dan Menteri Keuangan Yanis Varoufakis, serta beberapa elit partai Syriza telah mengatakan akan mengundurkan diri jika “yes” memenangi referendum. Hari Jumat ini juga merupakan momentum bagi major currencies, karena nanti pasar Amerika libur memperingati hari kemerdekaan.

Nilai apresiasi mata uang Euro berhasil menguat pada sesi perdagangan pasar hari Kamis kemarin, dan masih berusaha melanjutkan penguatan geraknya pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jum’at ini. Nilai apresiasi mata uang EUR/ USD dilaporkan masih bergerak dalam rentang sempit dan diperdagangkan dikisaran 1.108. Meski demikian, menjelang referendum Yunani pada hari Minggu (05/ 07/ 2015) nanti, gerak penguatan nilai apresiasi mata uang Euro kemungkinan akan terbatas, dan masih berpeluang besar untuk mengalami gerak penurunan nilai dalam dua pekan beruntun. Nilai apresiasi mata uang euro turun sekitar 0.1% terhadap mata uang Yen, sehingga menjadi 136.31 yen. Nilai apresiasi mata uang Euro telah dilaporkan bergerak menguat sekitar 0.1% terhadap mata uang USD sehingga menjadi $1.1086. Apresiasi mata uang USD dengan mata uang Jepang, Yen, dilaporkan bahwa nilainya menjadi di kisaran 122.84 yen, dimana nilai ini turun sekitar 0.2% pada hari ini namun masih sedikit di atas level terendah lima pekan yaitu berada di 121.93 yang dicapai pada hari Selasa.

Apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan sempat diperdagangkan di kisaran level 122.97 pada pagi hari, dengan level tertinggi harian 123.09, dan terendah 122.80. Telah dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD berbalik bergerak melemah terhadap mata uang Yen pada sesi perdagangan hari Kamis kemarin. Pelemahan nilai apresiasi mata uang USD terhadap mata uang Yen ini dilanjutkan sampai di awal sesi perdagangan pasar Asia hari Jum’at ini. Data ekonomi Amerika yang kurang apik membuat mata uang USD menghentikan dominasi terhadap mata uang Yen. Mata uang Jepang, Yen, mulai dilirik oleh para pelaku pasar sebagai safe heaven kembali.

Dalam laporan terkini seputar perkembangan ekonomi di Jepang, dilaporkan bahwa perkembangan sektor bisnis di bidang jasa di negeri Jepang saat ini ternyata lebih maju daripada bisnis di bidang manufatur. Pada hari Jum’at pagi ini (03/ 07/ 2015), kinerja di sektor jasa Negeri Sakura periode Juni 2015 kembali dilaporkan menguat. Dalam laporan yang rilis siang ini tercatat bahwa skor PMI Jasa Jepang pada bulan tersebut tercatat sebesar 51,8, naik jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang hanya tercatat sebesar 51,5. Skor PMI pada bulan Juni tersebut menunjukkan bahwa kinerja di sektor jasa Jepang masih melanjutkan fase ekspansi yang cenderung menguat dari bulan-bulan sebelumnya. Sebelumnya dilaporkan bahwa, perusahaan-perusahaan besar di Jepang dilaporkan lebih optimis terhadap kondisi bisnis mereka sesuai dengan rencana anggaran yang telah dirancang dalam tiga bulan hingga Juni, demikian yang dicatat oleh Bank Sentral Jepang (BOJ). Hal ini merupakan sinyal bahwa perusahaan-perusahaan Jepang masih bullish kendati pertumbuhan global merosot. Nampaknya optimisme tersebut juga tercermin dari sektor jasanya.

Dalam rilis ini dilaporkan bahwa sentimen bisnis di sektor jasa Jepang pada Juni 2015 lalu berhasil menguat dari level terendahnya dalam kurun 14 bulan terakhir yang tercatat di bulan Mei lalu. Namun, meski laporan dari kondisi bisnis di sektor ini membaik, para produsen di sektor jasa mulai mengurangi jumlah karyawannya pada Juni lalu, hal ini dilakukan untuk pertama kalinya oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor jasa dengan alasan efisiensi. Dalam laporan terpisah, kinerja industri manufaktur Jepang justru menurun karena terjadi penurunan kinerja operasional terhadap pabrik-pabrik di Jepang pada bulan Juni lalu, sehingga pertumbuhan produksi di Jepang jadi melambat, sementara jumlah pesanan baru juga tetap mengalami kontraksi memasuki bulan ketiganya berturut-turut.
Meski saat ini sektor jasa di Jepang terus menunjukkan pertumbuhan yang solid, tetap harus dipahami bahwa penguatan ekonomi Jepang yang terjadi saat ini bukanlah karena kondisi fundamental misalnya dari segi fiskalnya yang membaik. Seperti diketahui, hingga saat ini jumlah utang publik Jepang masih menyandang gelar yang terbesar di dunia. Oleh akrena itu pemerintah tetap harus melakukan reformasi fiskal agar Jepang memiliki fundamental ekonomi yang kuat.

Namun hal lain justru terjadi pada mata uang negara Inggris, yaitu mata uang Poundsterling. Dilaporkan bahwa mata uang Poundsterling terlihat mencoba bangkit pada sesi perdagangan hari Jum’at ini, meski besar kemungkinan mata uang Inggris ini akan membukukan penurunan dua pekan beruntun terhadap mata uang USD. Apresiasi nilai mata uang GBP/ USD dilaporkan telah sempat diperdagangkan di kisaran 1.5610, dalam rentang perdagangan 1.5603 - 1.5621. Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis kemarin, mata uang Sterling gagal menguat meski data menunjukkan sektor konstruksi Inggris berkespansi lebih tinggi dari ekspektasi, dan disisi lain data tenaga kerja Amerika mengecewakan.

Dalam kurun waktu sepanjang minggu ini, data ekonomi Inggris telah dirilis secara variatif. Pihak terkait dari Office for National Statistic pada hari Selasa lalu telah merevisi laporannya mengenai pertumbuhan ekonomi Inggris kuartal pertama. Lporan tersebut telah direvisi naik menjadi 0,4% dari rilis sebelumnya sebesar 0,3%. Di saat yang sama defisit current account dilaporkan berkurang menjadi -£26,5 milyar, dari bulan sebelumnya -£28,9 milyar, namun masih lebih besar dari ekspektasi ekonom sebesar -£23,7 milyar. Ekspansi sektor manufaktur Inggris dilaporkan melambat di bulan Juni, dana indeks aktivitas menunjukkan angka 51,4, dari bulan Mei sebesar 51,9. Mark Carney, Gubernur Bank of England, dalam Laporan Stabilitas Finansial mengatakan proyeksi stabilitas finansial Inggris memburuk akibat gagal bayar Yunani.

Default negara Yunani yang telah terjadi tersebut juga dikatakan berisiko memicu sell off di pasar keuangan yang imbasnya dapat meluas, dan tingkat keyakinan dunia usaha dan rumah tangga disebut dapat terpukul akibat berlarutnya krisis Yunani. Sementara proyeksi suku bunga rendah masih akan ditahan dalam jangka pendek. Para pelaku pasar patut untuk memperhatikan perkembangan referendum Yunani pada hari Minggu (05/ 07/ 2015) mendatang. Hal ini tentunya perlu untuk dilakukan oleh para pelaku pasar perdagangan global, karena hasil referendum Yunai tersebut akan berimbas pada pergerakan harga pasar global maupun sentiment apa yang bakal terjadi dalam pergerakan harga begitu sesi perdagangan pasar dibuka pada hari Senin ( 06/ 07/ 2015) minggu depan.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Yen Lanjutkan Pelemahan Pasca Trade Balance

Nilai tukar Yen – Jepang melanjutkan pelemahannya pada perdagangan hari Selasa (22/4) seiring sebagian investor masih terlihat kecewa pasca rilis defisit neraca perdagangan (trade balance) yang kian membengkak di bulan

Berita 0 Comments

Yen Melambung Jelang Referendum Crimea

Yen diperdagangkan menguat empat hari beruntun, menuju penguatan mingguan terbesar dalam tujuh pekan terakhir. Peningkatan ketegangan di Crimea membuat yen banyak diminati investor sebagai safe haven. Crimea akan mengadakan referendum

Berita 0 Comments

Yen Jepang Menguat Akibat Tensi Tinggi Ukraina-Russia

Mata uang yen Jepang terpantau mengalami peningkatan yang cukup signifikan pada sesi perdagangan hari ini (3/3). Yen terhadap dollar naik setelah para investor mulai was-was mengenai kemungkinan terjadinya perang antara

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image