Fundamental Pengaruhi Apresiasi Pasar Major, Data Cina Turut Andil

Fundamental Pengaruhi Apresiasi Pasar Major, Data Cina Turut Andil

Pergerakan mata uang dunia pada beberapa waktu terakirn ini sangat rentan oleh issue fundamental. Hal ini dikarenakan keadaan ekonomi domestic masing - masing negara sedang mengalami banyak hal yang mengacupada kesetabilan politik dan ekonominya. Didorong pula dengan adanya issue memanasnya ancaman Korut kepada Korsel, Amerika Serikat dan Jepang, semain memperkuat spekulasi maupun fundamental kritis di negara - negara dunia yang mana saling terkait dalam perkembangan perekonomiannya. Di pasar zona asia, negara Jepang masih bergelut dengan keadaan deflasi. Penjualan dalam kehilangan momentum setelah Amerika Serikat mengatakan akhir pekan lalu akan memperhatikan kebijakan Jepang untuk memastikan Tokyo tidak mendevaluasi yen untuk mendapatkan keuntungan kompetitif untuk ekspor.Pada awal perdagangan USD terkoreksi turun di level harga 95,67 terhadap yen, terendah sejak 4 April menyusul laporan ledakan di dekat garis finish maraton di Boston. Pergerakan terakhir berada di level harga 96,84 yen, tidak jauh dari sesi akhir perdagangan Amerika dan masih turun lebih dari 3% dari level tertinggi empat tahun di 99,95 yen hit pada pekan lalu setelah peluncuran stimulus Jepang awal bulan ini. Banyak pelaku pasar yang telah memposisikan diri bersiap pergerakan harga di atas 100 yen dan sekarang masih melakukan aksijual USD. Tapi melihat laporan atas Amerika, pasar mendapatkan kesan sementara Amerikamaupun major lain masih dapat menerima kisaran harga di level 90-95 yen, mereka tidak menyambut jangkauan 95-100.

Mata uang yen terkoreksi melemah setelah ECB memberikan dukungan atas kebijakan Boj untuk mengeluarkan perekonomian negara Jepang dari jurang deflasi. Berikut komentar Mario Draghi, “Program stimulus moneter yang telah diumumkan BoJ disebabkan oleh pertimbangan domestic.” Komentar Mario Draghi, Dirut ECB, ini tentunya akan meredakan kekhawatiran Jepang menjelang pertemuan G-20 di akhir pekan. Mata uang yen melemah di sesi perdagangan pasar asia, dimana apresiasi USD/ JPY diperdagangkan di kisaran level harga 97.58; menjauhi level rendah harian 96.50. EUR/ JPY kini diperdagangkan 127.58 yang mana menjauhi level rendah harian 125.93. Beberapa negara anggota G-20 telah isyaratkan keberatan atas pelonggaran moneter BoJ yang dituding berniat untuk melemahkan yen. Kementrian Keuangan Amerika Serikat telah menempatkan Jepang dalam daftar pengawasan. Menteri Keuangan Korea Selatan, Hyun Oh Seok, telah utarakan pelemahan yen dapat membahayakan ekspor Korea Selatan. Meski demikian, Wakil Kementrian Keuangan Jepang utarakan kebijakan yang telah ditempuh BoJ hanya berniat untuk mengeluarkan Jepang dari deflasi yang telah menimpa Jepang dalam 15 tahun terakhir. Mata uang Inggris mencatatkan pelemahan tipis di sesi Asia seiring munculnya kekhawatiran atas keberlanjutan momentum pertumbuhan ekonomi dunia. GBP/ USD diperdagangkan padakisara level harga 1.5273. Sterling  mencoba menjauhi level tinggi harian 1.5298. Pelemahan sterling ini, mungkin dapat berlanjut hingga akhir pekan seiring dirilisnya serangkaian data ekonomi Inggris yang dapat mensinyalkan berlarutnya resesi dan perlunya penambahan stimulus moneter dari Bank of England. Data inflasi yang dirilis nanti sore mungkin dapat meredam kekhawatiran akan pelonggaran moneter dari bank sentral Inggris. Namun, klaim pengangguran (Rabu), dan penjualan ritel (Kamis) dapat membuat para pelakupasar menjadi cemas dengan lamanya resesi ekonomi yang akan dialami Inggris. Minutes BoE yang dirilis Rabu, juga dapat menunjukan apakah bank sentral akan segera berikan tambahan stimulus. Namun, pelemahan mungkin akan terbatas mengingat para pelaku pasar juga menantikan data GDP minggu depan yang dapat berikan konfirmasi seberapa dalam resesi yang dialami Inggris di kuartal pertama 2013.

Mata uang Australia terkoreksi melemah lebih rendah dari 7.9 persen pada kuartal sebelumnya. Untuk saat ini pergerakan harga Aussie bergerak di kisaran 1.0394 dengan high tertinggi di 1.0522 dan harga terendah di 1.0375. Hal ini disebabkan karena tingkat pertumbuhan tahunan negara Cina yang merupakan pasar ekspor terbesar Australia, menjadi melambat di 7.7 persen dalam tiga bulan pertama tahun ini. Mata uang yang berhubungan dengan komoditas menurun pada hari Senin setelah data menunjukan pertumbuhan negara Cina secara tak terduga melambat di kuartal pertama. .”Meskipun Data Cina adalah menjadi faktor melemahnya AUD, ada dampak yang lebih besar pada hari ini yaitu mengecilnya selisih yield obligasi antara Amerika dan Jepang,” kata Masashi Murata, analis senior di Brown Brothers Harriman di Tokyo.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Jepang Tengah Gusar Dan Inggris Diperkirakan Siap Menggeliat Kembali, Meski Pasar Masih Lirik USD

Bulan September ini rupanya merupakan bulan cemelang dan berjayanya mata uang negeri paman Sam. Banyak rilis data ekonomi, yang sangat mendukung mata uang USD untuk menguat dan menekan baik mata

Forex News 0 Comments

Hang Seng 33 Positif Respons Wall Street’ Stocks Movement, Greenback Terkoreksi Major Usai FOMC

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Pounsterling, bergerak menguat. Gerak nilai apresiasi mata uang Sterling bergerak positif, melonjak signifikan terhadap Greenback ke level terkuatnya

Berita 0 Comments

GDP Australia Kuatkan Aussie

Aussie menguat setelah data GDP Australia menegaskan keberlanjutan momentum pertumbuhan ekonomi negeri Kangguru tersebut. GDP kuartalan Australia tumbuh 1,1% untuk Q1 2014; lebih tinggi dari estimasi 1,0% dan publikasi sebelumnya

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image